Carpet Python

Carpet python berasal dari Irian Jaya dan Australia. Carpet python dewasa bisa tumbuh hingga sepanjang 1.5 hingga 1.7 meter, Carpet python betina memiliki ukuran tubuh dan panjang yang lebih dibandingkan dengan carpet python jantan. Carpet python betina bisa mencapai panjang 1.7 – 2.3 meter tapi pernah juga ada tercatat ulat carpet python sepanjang 3 meter. Carpet python memiliki tubuh yang relative berukuran sedang. Di kepalanya selalu ada motif unik yang berbentuk mirip mata panah. Pola warna carpet python bervariasi dari hitam ke kuning terang dan hitam pekat. Jungle carpet python rata-rata berwarna bercak warna kuning-cokelat di atas dasar hitam dengan bawah putih tegas, warna akan terlihat bagus bila sudah mencapai dewasa pada umur dua atau tiga tahun. Semua jenis carpet python memiliki perut yang berwarna putih, tapi sering ditemukan juga warna putih dengan bintik bintik hitam. Ular ini dikenal karena warna mereka terang dan pola kulitnya yang cantik, kadang warna kulit carpet python lebih terang dari semua Morelia (kecuali Green Tree Python, Morelia viridis).

Carpet python bersifat semi-arboreal dan habitat alami ular ini adalah hutan tropis. Carpet python tidak sepenuhnya arboral seperti Boa/mono pohon, tetapi carpet python akan naik ke pohon untuk menangkap mangsa (burung) atau dalam keadaan terdesak bahaya. Ekornya digunakan untuk membantu ‘memegang erat’ dahan pohon saat menaiki pohon. Umumnya ular ini aktif atau mencari makan pada malam hari. Carpet python bisa hidup selama 10 hingga 20 tahun, dan memangsa unggas atau binatang pengerat. Makanan favoritnya di alam liar adalah burung, tikus, ayam dan sebagainya.

Carpet python sangat pintar meloloskan diri. Jika memelihara carpet python, harus disediakan kandang yang layak dan rapat untuk ular ini. Carpet python dewasa membutuhkan kandang yang berukuran besar dengan aksesoris dahan dahan pohon. Sediakan juga tempat minum yang agak besar, selain itu kandang harus memiliki ventilasi yang baik tanpa melupakan segi keamanan. Kebanyakan carpet python tidak agreasif tapi mereka sangat defensif. Bayi carpet python lebih sering menyerang/menggigit dan cenderung suka bersembunyi. Tapi jika dipelihara dengan baik & sering di handle, ular carpet python akan jadi ular yang jinak & sangat menyenangkan untuk dipelihara.

Green Tree Python Vs. Emerald Tree Boa

Chondro / Green Tree Python / Morelia Viridis

Green Tree Python (Morelia Viridis) atau yang biasa dikenal dengan nama Chondro banyak terdapat di Papua, Irian Jaya, New Guinea & Australia. Ular Chondro tinggal di habitat yang lembab dan bagian tropis yang hangat. Chondro termasuk satwa yang mulai langka di tempat asalanya karena penghancuran habitat, perdagangan kulitnya & diburu untuk makanan. Seperti kebanyakan ular pohon, chondro memangsa binatang pengerat (tikus, mencit) dan unggas kecil. Chondro dewasa bisa berukuran panjang hingga 2,1 meter untuk specimen yang besar, sedangkan untuk specimen yang medium, chondro bisa mencapai panjang 1.8 meter. Chondro suka bergelung di pohon, melingkarkan diri dengan kuat di cabang pohon.

Chondro memiliki lubang thermosensory di sepanjang labial atas dan bawah. Kebanyakan Chondro berwarna hijau cerah tapi ada beberapa chondro dewasa yang berwarna biru atau kuning (chondro canary). Sebagian besar Chondro memiliki serangkaian titik putih/biru dan atau bintik lateral yang jelas terlihat. Bayi chondro memiliki warna yang sangat variable. Bayi chondro bisa berwarna merah bata, kuning lemon hingga coklat. Anehnya, semua warna ini bisa ditemukan di clutch telur yang sama.

Oya, nama ilmiah Morelia Viridis baru didapatkan pada tahun 1994, sebelumnya nama ilmiah chondro adalah Chondropython viridis. Penggantian nama ini menunjukkan kekerabatan chondro yang sangat dekat dengan carpet python.  Bayi chondro bisa berubah warna secara drastis dan ini dimulai saat bayi chondro berumur beberapa minggu hingga berumur 2 tahun. Musim kawin chondro biasanya terjadi pada akhir bulan August hingga akhir bulan Desember dan chondro bertelur sekitar akhir bulan November hingga Februari. Chondro betina harus memiliki tempat untuk bertelur yang menggantung atau telur akan jatuh ke tanah. Masa inkubasi telur chondro adalah 39 hingga 65 hari.

Chondro mencari mangsa di tanah pada malam hari dan tidur di siang hari. Lubang  thermosensory membantu mereka mengenali perubahan suhu. Contohnya, jika ada hewan yang bersuhu tubuh hangat mendekati jangkauannya, chondro akan dapat mengenali perubahan suhunya.

Secara keseluruhan, chondro adalah ular yang cantik & sangat popular. Warnanya bervariasi & indah. Tapi walaupun ukurannya cocok sebagai hewan peliharaan, chondro memiliki temperamen yang agak liar. Maka dari itu, dianjurkan hanya yang sudah berpengalaman yang sebaiknya memelihara chondro.

Beda emerald tree boa (Corallus caninus) dengan green tree python sering dipertanyakan. Walaupun sangat mirip, terutama dari cara mereka melingkar di pohon, ETB & GTP sangat berbeda. Tree boa memiliki kepala yang lebih besar, moncongnya lebih panjang dan penampilan bentuk kepalanya agak rata.  Green Tree python lebih memiliki bentuk kepala yang kompak. Selain itu, boa memiliki tanda atau marking garis garis di punggungnya yang berbeda sama sekali dengan marking yang ada pada green tree python.

Emerald Tree Boa