Satwa Unik
May
23

Kura Kura Berhidung Betet

Kura kura hutan Sulawesi atau kura kura paruh betet (Sulawesi Forest Turtle) yang dalam bahasa latin disebut Leucocephalon yuwonoi adalah salah satu jenis kura kura yang termasuk langka. Kura kura hutan sulawesi (kura kura paruh betet) termasuk dalam salah satu dari 7 jenis reptil paling langka yang terdapat di Indonesia, bahkan kura kura ini juga termasuk dalam daftar The World’s 25 Most Endangered Tortoises and Freshwater Turtles, 2011 yang dikeluarkan oleh Turtle Conservation Coalition. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | 2 Comments »

Apr
28

Perawatan untuk Leopard Gecko (Eublepharis macularius)

Leopard Gecko adalah hewan malam yang aslinya berasal dari Pakistan, India dan Iran, yang menjadi hewan peliharaan populer karena relatif mudah dipelihara.

Kandang untuk Leopard Gecko

Vivarium atau kotak plastik bisa digunakan untuk tempat tinggal leopard gecko. Kandang dengan ukuran 90x45x45cm akan cukup menampung dua atau 3 ekor gecko. Jangan tempatkan 2 jantan dalam satu kandang karena mereka akan berkelahi, kemungkinan sampai mati. Seperti reptil pada umumnya, leopard gecko juga akan stress jika tidak punya tempat untuk bersembunyi. Bekas tempat mentega atau batok kelapa bisa dipakai. Sediakan juga tempat yang lembab terutama saat gecko akan berganti kulit.

Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | 5 Comments »

Apr
25

Steppe Lizard Care Sheet Pt. 2

Suhu dan pencahayaan untuk Steppe Runner Lizard: Reptile mengontrol suhu tubuhnya melalui termoregulasi, jadi kandang untuk steppe runner harus memiliki sisi yang panas dan dingin.  Pemanas harus ditempatkan di satu sisi kandang, jadi kalao steppe runner lizard merasa terlalu panas, dia bisa pindah ke sisi satu yang lebih dingin. Begitu juga kalau merasa terlalu dingin, steppe runner bisa pindah ke bagian yang ada penghangatnya.  Sisi dingin di kandang steppe runner harus memiliki suhu sekitar 78 hingga 82 derajat Fahrenheit. Sisi yang hangat harus memiliki fitur untuk berjemur dengan suhu 100 degrees Faahrenheit, yang dilengkapi dengan lampu untuk berjemur. Dan ini harus dimatikan saat malam hari.

Steppe runner lizard binatang yang aktif di siang hari, dan uvb lighting harus ada 8 hingga 12 jam tiap hari. Bolam Mercury vapor UVB juga bisa digunakan untuk menyediakan panas di area berjemur karena akan menyediakan panas dan juga UVB. Astikan tutup kandang bukan kaca karena kaca akan memfiletr UVB. Bolam UVB juga akan menyediakan UVA yang akan sangat bermanfaat untuk membantu nafsu makan, kawin & kesehatan secara keseluruhan.

Asesoris & alas untuk Steppe Runner Lizard: Serutan kayu Aspen, kertas recycle, pasir reptile bisa digunakan untuk alas kandang steppe runner lizards. Bersihkan alas jika diperlukan, dang anti alas tiap tiga hingga 4 bulan sekali. Asesoris kandang yang layak termasuk batu, kayu Mopani, batang pohon kecil dan tempat bersembunyi. Sediakan tempat bersembunyi supaya steppe runner lizards merasa aman.

Menu makanan & cara member makan Steppe Runner Lizard: Steppe runners adalah pemakan serangga dan bisa diberi makan jangkrik atau ulat jerman. Ulat bamboo bisa diberikan, tapi jangan terlalu sering. Ulat harus diletakkan di mangkuk makanan untuk menghindari ikut tertelannya substrat. Steppe runner boleh diberi makan tiap hari. Jangan tinggalkan serangga hidup dalam kandang karean mungkin serangga akan menggigit dan membuat stress stepped runner. Suplemen kalsium & vitamin D3 juga penting, berikan dengan cara menaburkannya pada jangkrik atau ulat yang akan diberikan pada stepee runner dewasa, juve maupun baby.

Air dan kelembaban untuk Steppe Runner Lizard: Sediakan selalu air bersih di mangkuk yang berat hingga mangkuk tidak akan bisa terguling. Steppe runners berasal dari daerah yang berpasir di Rumania, Ukraina dan Russia jadi mereka membutuhkan kelembaban yang sangat rendah dengan ventilasi yang cukup. Gunakan hygrometer untuk memonitor tingkat kelembaban. Steppe Runner Lizard sangat menyukai sedikit misting air hangat sesekali.

Temperamen Steppe Runner Lizard: Steppe Runner Lizard yang baru harus dibiarkan dulu selama beberapa hari. Setelah terbiasa dengan lingkungan barunya, steppe runner lizard bisa dipegang atau diberi makan lewat tangan. Steppe Runner Lizard tidak suka digenggam atau ‘dibungkus’ dengan jari jari, tapi mereka sangat suka beristirahat di telapak tangan. Handling harus dibatasi 10 menit atau kurang tiap sesinya, sekali atau dua kali per hari. Pastikan untuk memegang Steppe Runner Lizard dengan jarak yang dekat dengan tanah kalau kalau secara tidak sengaja Steppe Runner Lizard jatuh dari tangan. Juga, topang seluruh tubuhnya hingga membantu Steppe Runner Lizard merasa aman..

Steppe runner lizard adalah sebuah tambahan yang sangat menarik bagi dunia reptil. Aktifitas siang harinya memberikan kekaguman, dan kelakuannya yang kalem membuatnya mudah diajak berinteraksi. Kadal kecil ini diperkirakan bakal jadi booming untuk para penghobi reptile, jadi jangan kaget kalo dalam waktu dekat bakal ngeliat kadal ini nemplok di pundak orang. :)

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
29

Tegu Caresheet

Argentine White & Black Tegu

Tegu yang baru menetas akan memakan makanan yang sama sampai usia 1 tahun. Setelah itu untuk spesies Tupinambis merianae, Common name (Argentine Black and White), (Giant Tegu); and the Tupinambis rufescens, Common name (Argentine red Tegu), (Red tegu) akan berubah kebiasaan makannya. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
7

Deportasi gara gara Kura kura

Gara gara terbukti memasak dan memakan sekitar 40 ekor kura kura, empat orang pria yang berkewarganegaraan China terancam akan dideportasi ke negaranya oleh Pemerintah Zimbabwe, Afrika. Tindakan ini dirasa perlu dilakukan karena di Zimbabwe, kura kura adalah salah satu satwa yang termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Menurut berita, dalam sebuah penggerebekan polisi Zimbabwe menemukan 40 kerangka kura kura jenis Bell Hinged di kediaman empat orang tersebut. Polisi juga menemukan 13 ekor kura kura Bell Hinged yang masih hidup di dalam sebuah gentong tanpa diberi air dan atau makanan. Selain itu polisi juga daging kura kura yang belum sempat diolah atau dimasak.

Kura kura Bell Hinged, terdaftar sebagai spesies langka dalam Konvensi tentang Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah. Pejabat setempat mengatakan jumlah mereka di alam bebas telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Kasus ini terungkap karena sebelumnya, polisi mendapat laporan dari warga Desa Bikita, di bagian tenggara Zimbabwe, bahwa ada empat orang Cina yang tinggal di sana terlihat mengkonsumsi kura kura. Reptil itu dikonsumsi setelah direbus di dalam air mendidih dalam keadaan hidup hidup.

 

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
23

Konservasi Amfibi di Madagascar

Banyak orang yang benar benar berusaha keras untuk melindungi amfibi dari kepunahan karena menurut para ahli biologi, populasi amfibi di seluruh dunia terancam punah dan 165 spesies di antaranya sudah dinyatakan punah. Ramah lingkungan tidak gampang diterapkan terutama bagi katak atau binatang amfibi lainnya yang harus menghadapi musim musim yang tidak menentu, pencemaran atau polusi dan hilangnya habitat mereka. Lebih dari sepertiga jumlah amfibi di dunia atau hampir enam ribu spesies amfibi yang dikenal, terancam masalah lingkungan dan jamur chytrid mematikan yang dapat memusnahkan seluruh populasi amfibi.

Tapi di Madagaskar ada sebuah program pengembangbiakan amfibi yang merupakan salah satu usaha penyelamatan yang dilakukan para herpetologists di seluruh dunia. Robin Moore, pakar amfibi pada lembaga pelestarian internasional mengatakan kalau jumlah amfibi memang mengalami penurunan. Banyak spesies berkurang dan diperkirakan punah. Amfibi adalah binatang yang jumlahnya mengalami penurunan sangat cepat. Dan menurut Robin Moore program pengembangbiakan adalah cara yang tepat untuk memperlambat kepunahan itu. Program ini dianggap suatu cara untuk menghindari kepunahan secara langsung. Program pengembangbiakan amfibi yang dilakukan di rumah rumah di Madagaskar itu dimulai dengan 30 katak dari kawasan Andasiben. Tapi tentu saja tidak akan berhenti disitu, masih ada rencana meningkatkan jumlahnya dan akhirnya mengembangbiakkan spesies yang terancam punah itu. Kuncinya adalah menggabungkan program seperti ini dengan program di lapangan untuk memastikan habitat amfibi itu dilindungi dan idenya adalah untuk mengembalikan spesies itu ke alam bebas.

Staff dari Departemen Perikanan Virginia bernama  John Kleopfer membantu melacak populasi amfibi di daerah satwa liar Mattaponi sebagai bagian dari program pemantauan nasional. John mengatakan para pejabat suaka pertama kali mengamati pengurangan jumlah amfibi itu  pada tahun 1970-an. Tapi baru pada pertengahan tahun 1990-an,  jamur Chytrid berhasil dilacak sebagai penyebab musnahnya amfibi secara besar-besaran. Scott Boisvert adalah siswa berusia 18 yang mempelajari jamur chytrid yang menyebabkan musnahnya amfibi secara besar besaran itu. Jamur ini bergerak seperti awan yang mematikan melewati Panama dan Amerika Tengah. Seorang peneliti mampu memetakan waktu jamur itu muncul dan akibatnya pada katak katak di daerah itu.

Kleopfer juga mengatakan, tampaknya orang tidak menyadari pentingnya amfibi dan perannya dalam ekosistem.  Katak katak itu memakan serangga dan katak katak itu adalah makanan binatang lain. Mereka membantu menyuburkan tanah ketika berada di lingkungan sekitarnya. Jadi ada hubungan timbal balik. Pada pertengahan musim dingin tidak ditemukan katak atau kadal. Tapi hanya dengan dua jam berkendara ke arah Selatan di Virginia, John Kleopfer menemukan banyak telur kadal di genangan air di dekat jalan. Di dekatnya, ada banyak kecebong yang kemungkinan akan menjadi katak hijau atau katak kayu yang berenang di sekitar air berlumpur itu. Sebuah pemandangan yang menjanjikan bagi peneliti perlindungan amfibi. Sayangnya, di bagian lain Amerika dan juga di negara negara lain, dunia fauna katak sangat bermasalah dan oleh karena sebab inilah pusat pengembangbiakan seperti yang ada di Madagaskar sangat penting dan dapat mencegah mahluk mahluk penting itu dari kepunahan.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Feb
18

Spesies Katak Baru Lagi

Ekspedisi penelitian yang dilakukan oleh Conservation International di wilayah Sungai Sipaliwini dan Kutari di Suriname berhasil menemukan keanekaragaman hayati baru yang terdapat di wilayah tersebut. Menurut Livescience, sebanyak 1.300 spesies terkumpul lewat penelitian bertajuk “Conservation International Rapid Assessment Program”. Dari jumlah itu, 46 spesies di antaranya berpotensi sebagai spesies baru.

Salah satu spesies yang menarik adalah sejenis ikan sapu sapu yang memiliki tanduk. Ikan sejenis sapu sapu ini memiliki tulang eksternal, selain itu ukuran ikan sapu sapu yang cukup besar ini merupakan bentuk adaptasi di Sungai Sipaliwini, tempat ikan sapu sapu ini berkembang di lingkungan yang dipenuhi ikan piranha. Jenis ikan sapu sapu yang bernama ilmiah Pseudacanthicus sp ini merupakan spesimen pertama yang berasal dari Sungai Sipaliwini. Spesimen ini semula hendak dimasak oleh warga lokal sebelum akhirnya diminta ilmuwan untuk dikoleksi.

Spesies yang diduga baru lainnya adalah hewan dari jenis amfibi yaitu katak Hypsiboas sp yang memiliki jumbai putih pada kaki. Katak ini dijuluki katak Koboi karena jumbai putih di kakinya mirip seperti celana koboi, dan juga katak ini memiliki semacam taji di telapak kaki. Katak ini ditemukan di salah satu cabang pohon di Sungai Kutari. Spesies katak lain yang ditemukan dan telah dikenal dalam ilmu pengetahuan adalah katak mulut raksasa (Ceratophrys cornuta). Jenis katak ini sangat rakus. Dengan mulutnya yang berukuran besar, katak ini bisa dan akan memakan katak lain, burung dan mamalia yang seukuran dengan tubuhnya.

Selain itu ditemukan jga tonggeret krayola yang punya warna tubuh mencolok. Tonggeret adalah sejenis serangga anggota subordo Cicadomorpha, ordo Hemiptera. Bagian depan tubuh tonggeret ini bewarna merah jambu dengan bintik hitam, sementara bagian belakangnya berwarna kuning berbintik biru. Tonggeret yang bernama ilimiah Vestria sp ini punya semacam senjata kimia untuk melindungi diri dari burung dan mamalia. Manusia tak akan merasakan efek apa apa kalau memegang tonggeret ini tapi jangan coba coba memakannya karena pasti akan sakit. Dua spesies lain adalah tonggeret berkepala kerucut (Lobocelis bacatus) yang memiliki warna merah muda dan hijau serta kumbang bertanduk (Coprophanaeus lancifer) yang berukuran raksasa untuk jenisnya karena memiliki bobot seberat 6 gram, memakan kotoran serta memiliki warna biru dan ungu.

Coprophanaeus Lancifer Jantan

Selain kekayaan biologi, ilmuwan juga berhasil menemukan sebuah gua purba di situs Werephai, dekat Desa Kwamalasatu, Suriname. Analisis menguak bahwa gua itu telah dijadikan tempat hunian sejak 5.000 tahun lalu. Menanggapi hasil temuan, Trond Larsen yang mengepalai program penelitian ini mengatakan bahwa untuki sementara ini akan sangat penting mendata dan memahami biodiversitas yang ada di daerah itu untuk melindunginya. Dan tujuan terpenting dari program ini adalah mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan komunitas Trio yang merupakan komunitas adat setempat. Penemuan ini akan membantu komunitas Trio untuk mempromosikan ekoturisme yang berkelanjutan, memberi kesempatan peningkatan ekonomi, sekaligus mendukung program konservasi di ekosistem sekelilingnya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
17

Chrysopelea, Si Ular Terbang

Ular memang binatang yang ngga pernah bikin kita berhenti kagum. Banyak orang mungkin mengira kalo ular adalah hewan mengerikan yang punya segala cara untuk membuat kita takut. Walaupun anggapan ini ngga sepenuhnya bener, tapi buat orang orang yang takut ular ada satu lagi kemampuan reptil ini yang bakal bikin merinding yaitu terbang. Jake Socha dari Universitas Chicago, adalah seorang peneliti yang selama delapan tahun mengamati sejenis ular yang memiliki kemampuan melayang seperti burung. Kini ia mengungkapkan ada apa di balik rahasia terbang ular ular jenis Chrysopelea tersebut.

Meski ular terbang tidak memiliki anggota badan khusus untuk terbang, tapi ular terbang mampu bergerak dengan mahir di udara. Pertama, ular tersebuta akan meratakan tubuhnya sehingga menjadi pipih dari bagian kepala hingga ekor. Ular terbang memiliki bagian tubuh dan ekordan mereka juga memiliki tulang rusuk. Tulang rusuk ini bisa dikembangkan sehingga bentuk tubuhnya menjadi pipih. Aktifitas ini akan membuat tubuh ular mampu untuk meluncur atau melayang secara aerodinamis.
Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
4

Kura Kura Eksotis dari Indonesia

Kura kura berleher ular yang berasal dari Indonesia bagian timur memang eksotis. Kura kura yang terdiri atas beberapa jenis dan dikelompokkan dalam famili Chelidae ini disebut sebagai kura kura berleher ular.  Beberapa jenis disebut juga dengan kura kura berleher panjang dan ada juga jenis lain yang dinamai kura kura berleher pendek. Sudah bisa ditebak, nama kura kura jenis ini diperoleh dari bentuk lehernya yang memiliki ciri khas khusus dan eksotis. Kura kura berleher ular mempunyai leher yang panjang hingga memang bentuknya mirip ular. Uniknya lagi kepala dan leher kura kura jenis ini tidak dapat ditarik masuk dan kemudian bersembunyi di dalam tempurung atau karapasnya seperti jenis kura kura lain.

Kura kura yang beberapa jenisnya ada di Indonesia bagian timur ini tidak dapat menarik dan menyembunyikan leher dan kepalanya ke dalam tempurung (karapas). Karena itu kura kura berleher ular hanya dapat melipat lehernya ke samping tempurung. Ada berbagai jenis kura kura leher panjang yang dapat dijumpai di Indonesia yang berada di Papua dan pulau pulau sekitarnya, Australia dan Amerika Latin. Semua Kura kura berleher ular adalah kura kura air tawar. Jenis kura kura dari famili Chelidae ini mempunyai kesukaan makanan yang berbeda beda mulai dari ikan, serangga dan bahkan pemakan tumbuhan atau herbivora. Kura kura anggota famili Chelidae ini terdiri dari sekitar 60 jenis atau spesies yang digolongkan dalam 20 genus. Beberapa spesies kura kura berleher ular yang bisa ditemukan di Indonesia antara lain adalah:

  • Kura kura Rote atau Rote Island Snake Necked Turtle yang bernama ilmiah Chelodina mccordi. Kura kura ini adalah hewan endemik pulau Rote. Kura kura ini sangat langka hingga oleh IUCN dikategorikan dalam Critically Endangered dan oleh CITES, kura kura ini dimasukkan dalam daftar Apendiks II. Sayangnya, jenis Kura kura Rote yang berukuran antara 18 hingga 24 cm ini justru luput dari daftar hewan yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

    Rote - Chelodina McCordi

  • Kura kura Papua Leher Panjang atau New Guinea snake necked turtle (Chelodina novaeguineae). Jenis kura kura Papua ini seperti namanya hidup dan tersebar di Papua dan Australia. Status konservasi IUCN Redlist kura kura ini adalah Least Concern atau Beresiko Rendah dan juga termasuk dalam salah satu reptil yang dilindungi di Indonesia.

Chelodina Novaeguineae

  • Reimann’s snake necked turtle atau Chelodina reimanni adalah jenis kura kura dengan panjang antara 14 hingga 21 cm yang juga terdapat di Papua, Indonesia. Status konservasi reptil ini adalah Near Threatened atau Hampir Terancam tapi bukan termasuk salah satu reptil yang dilindungi di Indonesia.
  • Chelodina rugosa adalah jenis kura kura yang memiliki panjang sekitar 20 hingga 30 dan kura kura cm ini ditemukan di Indonesia dan Australia. Status konservasi reptil ini adalah Near Threatened atau Hampir Terancam.
  • Northern Snake Necked Turtle atau Macrochelodina rugosa adalah jenis kura kura yang hidup di Papua dan Australia bagian utara.
  • Parker’s snake necked turtle atau Chelodina parkeri adalah jenis kura kura yang berukuran 20 hingga 27 cm ini terdapat di Indonesia dan Papua Nugini. Berstatus Vulnerable atau Rentan.

Chelodina Parkeri

  • Kura kura perut putih atau Elseya branderhosti adalah termasuk reptil endemik Indonesia yang dilindungi di Indonesia dan juga berstatus Vulnerable atau Rentan.

Elseya Branderhosti

  • Kura Irian leher pendek atau New Guinea Spotted Turtle atau disebut juga Elseya novaeguineae adalah jenis kura kura yang hidup di Indonesia dan Papua Nugini dan termasuk binatang yang dilindungi di Indonesia dan berstatus konservasi Least Concern atau Resiko Rendah.
  • New Guinea snapping turtle atau Myuchelys novaeguineae adalah jenis kura kura yang hidup di Indonesia dan Papua Nugini. Status konservasinya adalah Least Concern atau berada dalam Resiko Rendah.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Jan
25

Fungsi Ekor Kadal Agama

Penelitian tentang kadal kepala merah agama (Agama agama) yang dipimpin oleh Robert Full dari Universitas California di Berkeley telah merekam perilaku spesies yang sering juga disebut kadal lompat tersebut. Hasil rekaman menunjukkan bahwa kadal Agama ini memiliki perilaku yang unik dan lucu. Saat melompat dari permukaan horizontal ke dinding yang vertikal, kadal ini selalu membengkokkan ekornya ke atas. Ekor kadal agama ini baru turun saat kadal sudah mendarat di dinding. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

« Previous Entries