Satwa Unik
Mar
25

Hognose, Si Hidung Babi

Karakteristik Hognose yang paling membedakannya dari ular lain adalah moncongnya, bentuknya agak ‘monyong’. Moncong ini digunakan hognose untuk menggali di tanah dengan gerakan menyapu. Moncongnya juga berfungsi untuk mencari katak yang terkubur di tanah yang menjadi makanan utamanya. Ular hognose sangat suka mengubur diri di tanah basah yang ditutupi humus.

Kalo bicara soal warna, ular hognose sangat bervariasi dalam hal warna & pola/pattern. Hognose nasicus dan Hognose kennerlyi cenderung memilik wana kecoklatan seperti tanah dengan marking hitam dan putih. Warna Hognose platirhinos bervariasi dari merah, hijau, orange, coklat hingga melanistik tergantung dari lokalitinya. Hognose kadang berwarna buram dan kadang nberwarna solid. L. geayi adalah ular berwarna coklat dengan bercak gelap. L. madagascariensis biasanya berwarna hijau & kuning dengan pola papan catur berwarna hitam di punggungnya. L. modestus normalnya berwarna coklat keemasan. Fase perubahan warna mencakup kuning dan coklat hingga coklat ke hitam atau abu abu. Species pada genus Lystrophis mengacu pada ular tri-color hognose yang tampak seperti ular coral karena mereka berwarna merah putih & hitam.

Leioheterodon adalah jenis hognose yang terbesar, karena bisa mencapai panjang hingga 1.8 meter. Jenis H. platirhynos sedikit lebih besar dari spesies lain dari genus ini, panjangnya mencapai 80 cm. Spesies lain dalam genus ini, termasuk Lystrophis biasanay memiliki panjang sekitar 65 cm saat dewasa.

Ular hognose (Heterodon) adalah ular yang memiliki taring yang terletak di belakang dan secara teknis tidak beracun. Tapi, air liur yang dikeluarkan dianggap  racun/bisa untuk mangsa & tidak dianggap berbahaya untuk manusia. Ular hognose tidak akan pernah menggigit  untuk memperthankan diri. Jika digigit hognose, satu satunya kemungkinan adalah bagian yang tergigit berbau seperti mangsa (misalnya: sehabis memegang mencit & tidak mencuci tangan, bau mencit akan menempel pada tangan).

Banyak pro dan kontra yang memperdebatkan apakah hognose berbisa atau tidak. Untuk saat ini, terbukti bahwa air liur hognose memilik zat racun yang digunakan untuk mangsa mangsa yang kecil sepertyi katak. Taringnya hanyalah ‘gigi yang membesar’, tapi berfungsi seperti taring asli yang menahan mangsanya. Berbeda dari keyakinan yang beredar, tidak ada bukti yang mendukung bahwa taring hognose digunakan untuk ‘meletuskan’ katak. Di bawah keyakinan ini, katak mengembangkan paru paru mereka untuk mempersulit ular menelan mereka, tapi taring ular akan menusuk paru paru & mengempeskan katak. Bagaimanapun juga, seekor katak dengan paru paru yang utuh biasanya akan dimuntahkan oleh hognose yang baru ditangkap.

Kalo ngerasa terancam, ular hognose akan menggepengkan lehernya dan mengangkat kepalanya dari tanah seperti ular kobra dan mendesis. Kadang hognose juga berpura pura akan menyerang, tapi cenderung tidak menggigit. (Kelakuan hognose ini membuatnya dijuluki puff adder, blowing adder, flathead, spread head, spreading adder atau hissing adder. Catatan: julukan puff adder hanyalah sekedar julukan, karena ada jenis ular yang bernama Puff Adder dari Afrika yang sangat berbisa). Jika ancaman hognose ini tidak berhasil untuk menghalangi predator, ular hognose akan berguling dan berpura pura mati. Jugamengeluarkan bau yang sangat menyengat & mengeluarkan kotoran dari kloakanya, sambil menjulurkan lidahnya. Kadang kadang malah mengeluarkan beberapa tetes darah.  Saat hognose telentang, mereka akan berguling untuk meyakinkan musuh kalau mereka benar benar mati. Walaupun berpura pura mati, ular hognose akan terus mengawasi musuhnya. Hognose akan ‘bangkit’ dari kematiannya segera setelah musuh yang mengancamnya berpaling dari hognose.

Heterodon aktif pada siang hari dan memangsa makanannya hidup hidup tanpa pembelitan atau body pinning. Kebanyakan hognose memangsa binatang pengerat dan kadal. Kecuali H. platirhinos yang memangsa katak  walaupun telur, serangga, dan tikus juga mewakili 50% dari menunya.

Ular hognose sering ditemukan di toko binatang yang menjual binatang peliharaan eksotis. H. nasicus disebut sebut sebagai jenis hognose yang paling mudah dipelihara. H. platirhinos juga mudah didapat, tapi menu makanannya bisa sedikit merepotkan, karena ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa member makan binatang pengerat ke ular ini bisa menyebabkan masalah hati dan memperpendek umur H. platirhinos.

Spesies leioheterodon diimpor dari Madagaskar, jarang dikemabng biakkan di penangkaran dan bisa tumbuh lebih besar dibandingkan spesies lainnya, jadi bisa menimbulkan tantangan yang berbeda untuk dipelihara.

Spesies lystrophis terhitung baru dalam perdagangan reptile, sudah mulai banyak yang menangkarkannya dan bisa jadi harganya sedikit lebih mahal dari hognose jenis lain.

Perlu diingat, walaupun hognose tidak membahayakan hidup manusia, hognose memiliki potensi untuk melukai manusia. Karena bisa mengakibatkan pembengkakan & mati rasa pada daerah yang tergigit, dan ini bisa bertahan hingga 3 hari. Gimana? Tertarik memelihara hognose? :)

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
18

Boa tidak mati karena keracunan silikon

Ma’aaaaaff.. Ralat ralat..

Berita terbaru sehubungan dengan ular yang mati keracunan karena menggigit model ternyata ngga sepenuhnya bener. Emang ularnya mati tapi bukan karena keracunan silicon.

Disebutkan kalau ularnya kemudian mati karena keracunan silicon. Pernyataan itu kemudian menjadi fakta dalam publikasi di seluruh dunia. Tapi, ahli hewan MARK KILBY mengatakan bahwa sangat tidak mungkin seekor ular bisa mati karena keracunan silicon. Alasan utamanya adalah karena ular TIDAK MENGHISAP darah saat mereka menggigit.

Mark yang juga pemilik Kebun binatang & taman reptile Luray juga mengatakan bahwa ular terkenal bisa memangsa hewan hewan yang menjijikan seperti tikus dan lain sebagainya tanpa terjangkit penyakit yang dibawa mangsanya. Dan belum pernah terdengar ular menjadi sakit atau bahkan mati setelah menggigit manusia.

Mark tidak melihat boa yang menggigit model Oritz Fox mendapatkan konten material dari implant (silicon atau Salin) pada mulutnya yang bisa menyebabkan efek sakit pada boa.

Tidak jelas, apa yang menyebabkan boa tersebut mati walaupun beberapa sumber mengatakan bahwa ular boa tersebut kemungkinan mati saat ditarik dari dada Fox.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
18

Kura kura Berkaki Gajah?

Manouria emys atau Kura Kura Kaki Gajah merupakan salah satu dari sedikit tortoise atau kura kura darat terbesar di Asia. Emys dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 80cm dengan berat sekitar 37 kilogram. Di Indonesia, kura kura Emys tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan. Sedangkan di Asia, penyebarannya meliputi Timur India, Bangladesh, Myanmar Selatan & Timur, Thailand hingga Malaysia.

Kura kura emys hidup di hutan hujan tropis pada daerah pegunungan dan ini menyebabkan emys sangat menyukai kelembaban. Semakin lembab, kura kura emys akan semakin nyaman. Di alam liar, untuk menghindari sinar matahari yang panasnya menyengat, emys menggali lubang dengan menggunakan kakinya yang sangat kuat untuk berteduh atau bersembunyi di bawah daun-daun kering. Kura kura emys juga suka berendam pada kubangan air yang dangkal.

Emys bergerak sangat lambat, mesikpun ada bahaya yang mengancam. Kura kura emys memiliki karakter suara yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan spesies lainnya juag memiliki bentuk komunikasi lain. Tapi kura kura emys bukan hewan yang memiliki sosialisasi yang tinggi dengan sesamanya.

Seperti kura kura darat lainnya, perbedaan emys jantan dan betina bisa terlihat dari bentuk fisik tubuhnya. Emys jantan cenderung memilki ekor yang lebih panjang dari emys betina. Pada emys jantan juga ditemui kelung plastra yang berfungsi untuk membantu perkawinan.

Emys aktif pada pagi hari dan sore hingga menjelang malam. Jika ingin memelihara kura kura emys, siapkan sarana pemeliharaan yang tepat, termasuk tempat atau kandangnya. Kandang emys harus dilengkapi dengan tempat bersembunyi karena jika terlalu panas, emys bisa mengalami dehidrasi dan ini akan menyebabkan kematian. Berikan tempat bersembunyi atau tempat teduh di satu titik pada kandang kura-kura sehingga jika cuaca terlalu panas, kura kura emys dapat bersembunyi di tempat yang sudah disediakan. Atau bisa juga sediakan tanaman atau pohon yang cukup untuk berteduh saat panas. Selain itu, sediakan juga tempat berkubang berupa kolam kecil yang dangkal.

Kura kura emys bisa tumbuh besar, jadi kandang out door lebih disarankan. Bangun pagar pembatas yang kuat karena kura kura emys memiliki tenaga yang cukup besar. Jika kura kura emys masih kecil, bisa dipelihara di dalam ruangan. Tapi tetap saja fasilitas harus disediakan dan harus sesuai dengan ukuran kura kura. Kandang jangan terlalu kecil, tempat minum/tempat berendam harus lebih besar dari badan kura kura, harus ada tempat bersembunyi.

Jika memelihara emys, pastikan emys harus diberi minum yang cukup dan sediakan tempat untuk berendam. Kebanyakan emys yang diperjual belikan adalah tangkapan alam, jadi sebaiknya berikan obat cacing secara rutin. Lebih mudah berikan obat cacing yang berbentuk cair. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Emys tidak menyukai panas yang terlalu menyengat, jadi tidak diperlukan menjemur kura kura emys terlalu lama. Juga, awasi kura kura emys jika sedang dijemur di luar kandangnya. Walaupun jalannya lambat, kura kura emys pandai melarikan diri juga lho. Selain itu, dengan diawasi, kura kura emys akan terhindar dari predator di sekitar rumah. Usahakan tempat untuk berjemur bagi kura kura emys ini memiliki suhu 31?C, dan usahakan suhu di kandang sekitar 28-29?C. Pasang termometer dalam kandang untuk mengukur suhu. Saat musim hujan pasang  lampu khusus reptil yang mengandung UVA-UVB (Full spectrum lamp) dalam kandang. UVA digunakan untuk menambah selera makan dan memproses makanan pada kura kura emys, sedangkan UVB digunakan untuk memproses Vitamin D3 pada makanannya karena reptil tidak bisa mensintesa Vitamin D3 tanpa bantuan UVB.

Makanan emys gampang didapat. Karena emys memakan rumput rumput, aneka macam buah seperti wortel, pepaya, pisang, timun dan lain sebagainya, daun talas dan daun daun tanaman air seperti teratai. Tapi kadang kadang emys juga memakan cacing tanah dan siput kecil. Jika memelihara kura kura emys di dalam ruangan berikan suplemen tambahan berupa vitamin & kalsium yang mengandung D3. Sebaliknya jika memelihara di luar ruangan, kalsium yang mengandung D3 tidak perlu diberikan karena kura kura emys sudah mendapatkannya dari sinar matahari.

Kura kura Emys bertelur menjelang musim hujan, biasanya emys bertelur hingga 2 clutch per tahun, dengan jumlah masing-masing clutch sekitar 5 hingga 8 butir.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Mar
17

Gejala & Pencegahan Inclusion Body Disease pada ular


Tanda-tanda infeksi IBD pada ular jenis Boa adalah antara lain adanya kekacauan sistem saraf pusat seperti lumpuh, boa tidak mampu mengembalikan posisi badannya ke arah semula jika posisi badannya terbalik, posisi kepala boa tegak ke arah atas, tidak mampu menyerang atau membelit mangsanya, atau hanya mengalami kelumpuhan. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara drastis, muntah muntah, serta infeksi pernafasan. IBD berkembang lebih cepat pada ular jenis python, kecuali muntah, python akan mengalami infectious stomatitis atau pembusukan pada mulut, disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar. Baik pada python atau Boa, penyakit IBD berkembang dengan sangat cepat dan berakibat fatal pada ular ular yang masih muda. Kematian dengan cepat terjadi setelah terjadi kelumpuhan ringan pada ular.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan untuk penyakit IBD ini. Penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka ular yang positif terjangkit oleh IBD dianjurkan untuk ‘ditidurkan’ atau disuntik mati. Walaupun ular bisa diupayakan untuk hidup lebih lama dengan cara force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangat besar. Jadi biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular akan semakin menurun dan ular juga akan merasakan peningkatan rasa sakit.

Karena obat untuk penyakit IBD ini belum ditemukan dan penyebarannya yang seperti virus, tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko ular peliharaan terkena IBD adalah dengan melakukan pencegahan pencegahan dini, antara lain:

  • Jangan memelihara lebih dari satu ekor ular dalam satu kandang.
  • Gunakan satu macam asesoris kandang untuk tiap satu kandang , seperti misalnya tempat minum, dan lain sebagainya.
  • Jangan memberikan makanan yang sudah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
  • Pembasmian kutu dengan cara merendam ular.
  • Untuk lebih jelasnya, baca juga:  http://www.satwaunik.com/informasi-umum/ayo-basmi-kutu-pada-ular/
  • Lakukan euthanasia (suntik mati) pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
  • Lakukan pembersihan kandang dengan menggunakan disinfeksi pada kandang & peralatan secara berkala.
  • Cuci tangan/gunakan anti bakteri setelah meng-handle ular sebelum menghandle ular lainnya.
  • Kandang yang terbuat dari kayu yang tidak dilapisi melamine dan semacamnya harus segera disingkirkan bila ular yang telah terjangkit IBD pernah tinggal di dalamnya.
  • Gunakan disinfektan berbasis alkohol (Sagrotan, Desderman, Microzid) yang akan melenyapkan virus sebagai pembersih kandang & peralatannya.
  • Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
  • Karantina secara ketat untuk setiap ular pendatang baru jenis Python dan Boa paling tidak selama 3 hingga 6 bulan.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
12

Blood Python

Python curtus atau blood python atau yang biasa disebut juga dengan dipong adalah ular asli Indonesia. Memiliki bentuk tubuh khas dengan warna dan corak yang variatif. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Mar
10

Radiata si tortoise cantik

Geochelone Radiata termasuk satwa yang terancam punah. Ini dikarenakan habitat alaminya yang berkurang, penangkapan untuk konsumsi dan juga eksploitasi untuk hewan peliharaan. Kura kura asal Madagaskar ini diperkirakan jumlahnya semakin menurun walaupun ekspor/impor untuk satwa ini sudah dilarang. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
9

Dinopsis: Sang Ahli Pembuat Perangkap

Pada umumnya, kebanyakan orang berpikir kalau semua laba-laba adalah hewan yang selalu menggunakan jaring untuk menangkap mangsanya. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
8

The Sand Lizard

Sand Lizard Jantan

The Sand Lizard (Lacerta agilis) atau kadal pasir adalah salah satu dari tiga spesies kadal asli Britania (dua spesies yang lainnya adalah Common Lizard dan Slow Worm), dan merupakan kadal yang paling jarang ditemukan. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
8

Saltwater Crocodile

Buaya air asin ( Crocodylus porosus ) bisa dikatakan adalah salah satu dari beberapa reptil terbesar yang ada di dunia. Seekor buaya air asin (salt water) jantan Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
4

Spesies Kadal berubah menjadi ular

Bukan berubah dalam arti sebenarnya, kadal Sandfish, jenis kadal kecil dengan sisik yang halus, secara ‘virtual’ berubah menjadi ular untuk bisa bergerak di padang pasir. Ilmuwan dari Georgia Institute of Technology (GIT) menemukan bahwa kadal ini menempatkan tungkainya berlawanan dengan sisi tubuhnya dan menciptakan gerakan seperti gelombang memakai tubuhnya untuk mendorong mereka di pasir.

Saat beregerak di permukaan, kadal ini menyelam ke dalam pasir selama setengah detik, setelah berada di bawah pasir, mereka tidak lagi menggunakan tungkai mereka untuk mendorong di pasir, tapi mereka bergerak maju dengan cara menyebarkan geerakan merambat seperti ular. Para ilmuwan GIT menggunakan x-ray imaging berkecepatan tinggi untuk memvisualisasikan gerakan sandfish ini yang bergerak masuk & melalui pasir. Mereka menggunakan informasi ini untuk mengembangkan sebuah model dari daya penggerak kadal ini.

Kadal sandfish yang dipakai dalam riset ini tinggal di Gurun Sahara di Afrika dan memiliki panjang kira kira 4 inci. Kadal ini menggunakan bentuk tubuhnya yang panjang, moncongnya yang berbentuk meruncing & rahang bawah yang masuk untuk mengubur diri & ‘berenang’ dengan cepat di pasir. Tubuh kadal sandfish memiliki sisi yang datar & ditutupi sisik sisik yang hauls dan mengkilap, kakinya pendek & kokoh dengan jari yang panjang dan pipih dan bentuk ekornya meruncing.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

« Previous Entries