Satwa Unik
Jun
1

Katak berdarah hijau

Seekor katak dengan darah berwarna hijau dan tulang berwarna hijau pirus Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

May
31

Tiger Frog

Katak kadang bikin orang jijik atau geli. Mungkin inilah alasannya kenapa orang tidak mau mendekati apalagi memegangnya. Tapi kadang katak menarik untuk diamati karena keanekaragaman bentuk tubuh maupun warna kulitnya karena hewan amfibi ini amat banyak jenisnya. Salah satu yang menarik adalah katak macan. Katak ini warna kulitnya menyerupai motif kulit macan, belang oranye dengan kombinasi hitam dan ada juga yang mirip motif kulit macan tutul. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

May
10

Mexican Burrowing Toad

Mexican Burrowing Toad atau Rhinophrynus dorsalis adalah amfibi berbeda yang paling evolusioner di seluruh dunia. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Apr
19

Katak Raksasa, beracun pula..

Salah satu kelompok lingkungan hidup di Darwin, Australia, menangkap Cane Toad atau katak Bufo Marinus seukuran anak anjing. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
1

Katak: Peramal Gempa

Setelah melakukan beberapa percobaan di laboratorium, para peneliti menemukan  bahwa ketika batu batuan yang berada di bawah tanah berada di bawah tekanan sebagai akibat dari proses geologis, batu batu tersebut akan melepaskan partikel partikel yang bermuatan. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Feb
23

Konservasi Amfibi di Madagascar

Banyak orang yang benar benar berusaha keras untuk melindungi amfibi dari kepunahan karena menurut para ahli biologi, populasi amfibi di seluruh dunia terancam punah dan 165 spesies di antaranya sudah dinyatakan punah. Ramah lingkungan tidak gampang diterapkan terutama bagi katak atau binatang amfibi lainnya yang harus menghadapi musim musim yang tidak menentu, pencemaran atau polusi dan hilangnya habitat mereka. Lebih dari sepertiga jumlah amfibi di dunia atau hampir enam ribu spesies amfibi yang dikenal, terancam masalah lingkungan dan jamur chytrid mematikan yang dapat memusnahkan seluruh populasi amfibi.

Tapi di Madagaskar ada sebuah program pengembangbiakan amfibi yang merupakan salah satu usaha penyelamatan yang dilakukan para herpetologists di seluruh dunia. Robin Moore, pakar amfibi pada lembaga pelestarian internasional mengatakan kalau jumlah amfibi memang mengalami penurunan. Banyak spesies berkurang dan diperkirakan punah. Amfibi adalah binatang yang jumlahnya mengalami penurunan sangat cepat. Dan menurut Robin Moore program pengembangbiakan adalah cara yang tepat untuk memperlambat kepunahan itu. Program ini dianggap suatu cara untuk menghindari kepunahan secara langsung. Program pengembangbiakan amfibi yang dilakukan di rumah rumah di Madagaskar itu dimulai dengan 30 katak dari kawasan Andasiben. Tapi tentu saja tidak akan berhenti disitu, masih ada rencana meningkatkan jumlahnya dan akhirnya mengembangbiakkan spesies yang terancam punah itu. Kuncinya adalah menggabungkan program seperti ini dengan program di lapangan untuk memastikan habitat amfibi itu dilindungi dan idenya adalah untuk mengembalikan spesies itu ke alam bebas.

Staff dari Departemen Perikanan Virginia bernama  John Kleopfer membantu melacak populasi amfibi di daerah satwa liar Mattaponi sebagai bagian dari program pemantauan nasional. John mengatakan para pejabat suaka pertama kali mengamati pengurangan jumlah amfibi itu  pada tahun 1970-an. Tapi baru pada pertengahan tahun 1990-an,  jamur Chytrid berhasil dilacak sebagai penyebab musnahnya amfibi secara besar-besaran. Scott Boisvert adalah siswa berusia 18 yang mempelajari jamur chytrid yang menyebabkan musnahnya amfibi secara besar besaran itu. Jamur ini bergerak seperti awan yang mematikan melewati Panama dan Amerika Tengah. Seorang peneliti mampu memetakan waktu jamur itu muncul dan akibatnya pada katak katak di daerah itu.

Kleopfer juga mengatakan, tampaknya orang tidak menyadari pentingnya amfibi dan perannya dalam ekosistem.  Katak katak itu memakan serangga dan katak katak itu adalah makanan binatang lain. Mereka membantu menyuburkan tanah ketika berada di lingkungan sekitarnya. Jadi ada hubungan timbal balik. Pada pertengahan musim dingin tidak ditemukan katak atau kadal. Tapi hanya dengan dua jam berkendara ke arah Selatan di Virginia, John Kleopfer menemukan banyak telur kadal di genangan air di dekat jalan. Di dekatnya, ada banyak kecebong yang kemungkinan akan menjadi katak hijau atau katak kayu yang berenang di sekitar air berlumpur itu. Sebuah pemandangan yang menjanjikan bagi peneliti perlindungan amfibi. Sayangnya, di bagian lain Amerika dan juga di negara negara lain, dunia fauna katak sangat bermasalah dan oleh karena sebab inilah pusat pengembangbiakan seperti yang ada di Madagaskar sangat penting dan dapat mencegah mahluk mahluk penting itu dari kepunahan.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Jan
5

Katak ala vampir

Setelah penemuan kadal yang bisa berkembang biak tanpa kawin, ditemukan lagi satu spesies unik di Vietnam. Seorang ilmuwan asal Australia telah menemukan spesies katak yang tak biasa di wilayah selatan Negara tersebut. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Dec
24

Katak Paling Imut Sedunia

Peneliti dari Museum Bishop, Fred Kraus, berhasil menemukan katak terkecil di dunia dengan ukuran hanya 8 hingga 9 milimeter.  Katak spesies baru ini ditemukan di bagian Tenggara Papua Nugini dan menjadikan katak ini tetrapod (vertebrata non ikan) terkecil di dunia. Ada dua jenis katak yang ditemukan, yaitu Paedophryne Dekot dan Paedophryne Verrucosa. Keduanya masuk dalam genus Paedophryne, di mana semua anggota dari genus ini memang memiliki tubuh yang sangat mungil. Penemuan genus Paedophryne sebelumnya adalah pada tahun 2002, ditemukan di Papua Nugini juga dan memiliki panjang 10 hingga 11 milimeter. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Dec
15

Obat dari Kulit Katak

Sebuah studi menyimpulkan kalau kulit yang berasal dari katak ternyata bisa menjadi obat. Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian di China menunjukkan kalau kulit hewan amfibi ini ternyata bisa menjadi antibiotik. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Dec
14

Katak Mini Vietnam

Peneliti menemukan dua spesies katak baru di Vietnam. Penemuan jenis katak ini sudah pasti sangat menggembirakan tapi juga menyedihkan. Hal ini dikarenakan dua jenis katak yang ditemukan itu mungkin sudah terancam punah walaupun katak katak ini ditemukan di zona konservasi.  Nama kedua jenis katak yang ditemukan itu adalah Cloaked Moss Frog atau katak lumut jubah yang memiliki nama ilmiah Theloderma palliatum dan Misty Moss Frog atau katak lumut kabut yang bernama ilmiah Theloderma nebulosum. Katak lumut jubah ditemukan di Taman Nasional Bidoup Nui Ba dan katak lumut kabut ditemukan di Ngoc Linh. Peneliti hanya menemukan tiga ekor katak lumut jubah dalam kurun waktu tiga tahun dengan 20 survei.

Theloderma Palliatum/Cloaked Moss Frog/Katak Lumut Jubah

Nama katak lumut kabut diambil dari habitatnya yang berkabut di dataran tinggi Kong Tum sedangkan nama katak lumut jubah diambil dari kemampuan katak ini yang bisa mengubah warna punggungnya. Kedua jenis katak ini memiliki warna dasar coklat dan ditemukan di wilayah dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Tapi untuk jenis katak lumut kabut, merekla bisa bertahan hingga di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Yang unik, kedua katak itu ukurannya kurang dari 3 cm. Jodi JL Rowley dari Australian Museum mengatakan kalau katak katak tersebut mungkin tersebar dan berada di area area kecil di hutan dataran tinggi Kom Tum dan Langbian. Karena itulah katak katak mini ini terancam oleh kerusakan habitat dan penangkapan yang berlebihan. Penanghkapan katak ini mungkin adalah ancaman yang lebih besar, bahkan di wilayah yang dilindungi sebab anggota genus katak itu sangat populer di penangkaran.

Theloderma Nebulosum/Misty Moss Frog/Katak Lumut Kabut

Menurut Rowley lagi, satu per lima spesies katak dan amfibi lain di Asia Tenggara sudah terancam punah. Tapiwalaupun begitu, kekayaan keaneka ragaman hayati amfibi di kawasan ini sebenarnya belum terlalu diketahui. Hal ini tentu saja sangat mengenaskan karena ancaman perusakan hutan, perubahan iklim, polusi, perdagangan satwa dan lainnya terus berlangsung.

Secara global, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mendata 41 persen dari 7.000 jenis amfibi sudah terancam punah. Dan parahnya, 120 spesies amfibi punah hanya dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

« Previous Entries