Satwa Unik
Jul
16

Tuatara, si kadal purba yang unik

Tuatara adalah reptil kuno teman main dinosaurus. Tuatara memiliki keragaman genetik yang rendah dari suatu spesies. Keanekaragaman genetik rendah memiliki implikasi bagi hewan, seberapa baik ditempatkan untuk mengatasi perubahan iklim masa depan dan juga untuk kelangsungan hidup populasi yang baru didirikan. Ini bisa jadi kelemahan sekaligus kelebihan yang di miliki Tuatara.

Keragaman genetik yang rendah sering dikaitkan dengan kerentanan terhadap patogen baru dan keberhasilan reproduksi rendah tetapi memiliki kemampuan untuk mengatasi perubahan lingkungan di masa depan.

Tuatara pernah hidup di seluruh daratan Selandia Baru tetapi bertahan di alam liar hanya pada sekitar 30 pulau lepas pantai yang memiliki karakteristik bebas dari ancaman predator seperti tikus dan predator mamalia lain yang memangsa Tuatara muda dan telur-telur Tuatara. Pulau-pulau yang biasanya ditempati oleh koloni kadal, mamalia dan burung laut yang sedang berkembang biak dibutuhkan oleh Tuatara untuk bertahan hidup.

Hanya ada dua jenis tuatara yang diakui asli Selandia Baru yang terdiri dari dua subspesies. Yang pertama adalah The northern tuatara/Tuatara Selatan/Sphenodon punctatus punctatus yang ada di pulau-pulau dari Bay of Plenty utara. Sedangkan Tuatara yang kedua adalah The Cook Strait tuatara/Tuatara Selat Cook/S. punctatus, subspesies yang terdapat di Takapourewa (Stephens Island) dan Kepulauan Trio di Marlborough Sounds. Spesies Tuatara lainnya yang terdapat di Pulau Brothers adalah S. guntheri. Pulau ini terletak  sedikit lebih jauh dari Kepulauan Marlborough Sounds. Tuatara jenis ini sedikit lebih kecil badannya dibandingkan dengan dua subspecies di atas. Penelitian DNA tuatara dan data allozyme untuk semua populasi menyimpulkan Tuatara digambarkan sebagai spesies tunggal terbaik yang berisi varian geografis yang khas dan penting.

Tuatara jantan memiliki tubuh yang lebih besar dari pada tuatara betina dan memiliki punggung lebih menonjol dan dipenuhi duri seperti iguana di sepanjang punggungnya. Tuatara jantan & betina akan mencapai usia dewasa secara seksual saat berumur 15 sampai 20 tahun. Seperti reptil lainnya, suhu atau temperature sangat berpengaruh dalam penentuan jenis kelamin bayi tuatara yang akan menetas. Jika suhu panas maka akan menetas Tuatara jantan, maka dari itu Tuatara sulit mencari pasangan bila terjadi pemanasan global.

Tuatara juga hewan yang sangat unik karena Tuatara dapat menahan nafas mereka selama satu jam di bawah air. Tuatara tumbuh sangat lambat dan akan berhenti tumbuh pada usia 35 tahun tapi tuatara bisa hidup hidup sampai lebih dari 100 tahun.  Seperti reptil lain, Tuatara adalah hewan berdarah dingin, tuatara aktif di malam hari untuk berburu makanan, terutama serangga, kadal, burung laut dan telur ayam. Tuatara lebih suka cuaca dingin, tapi mereka sangat suka & sering berjemur di bawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuh mereka. Tapi Tuatara remaja berburu makanan pada siang hari, hal ini dilakukan untuk menghindari dimakan oleh tuatara dewasa pada malam hari. Warna tuatara berkisar dari hijau zaitun, sampai coklat & oranye-merah dan mereka dapat mengubah warna kulit selama hidupnya. Tuatara juga mengalami masa shedding atau berganti kulit yang biasanya terjadi setahun sekali. Tuatara sering ditemukan hidup di liang tua yang sebelumnya digali oleh burung laut, saat menetas, tuatara menggunakan gigi mereka yang berbentuk seperti sebuah paku di ujung moncong mereka untuk keluar dari telur mereka. Gigi ini akan tanggal pada tiga minggu pertama setelah menetas. Tuatara jantan memiliki lambang khas dari duri di sepanjang leher dan punggung yang bisa dikembangkan dan digunakan untuk menarik perhatian tuatara betina atau saat berkelahi dengan pejantan lain. Yang lebih keren lagi, Tuatara betina bisa menyimpan sperma jantan sampai bertahun-tahun.

Posted in Informasi Umum | RSS Feed | No Comments »

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.