Satwa Unik
Jan
10

Tips P3K karena gigitan ular berbisa

Apakah anda/teman/keluarga anda pernah digigit ular..?

gimana kira-kira penanganannya..?

Dan apakah semua ular berbisa..??

Secara umum orang awam kalo digigit ular berbisa biasanya melakukan hal-hal sbb:

- Mengikat dengan keras bagian tubuh (di atas/bawah) yang kena gigit

- menoreh bagian tubuh yang kena gigit

- mengisap darah pada bagian tubuh yang kena gigit

- atau membawanya ke tempat dukun ular/pawang ular

Hal-hal yang dilakukan tersebut tidak sepenuhnya salah cuman barangkali perlu lebih

dilakukan dengan cara yang lebih baik. 

Pada saat dalam kepanikan karena digigit oleh ular apalagi telah diketahui bahwa ular

tersebut sangat berbisa, maka kadang-kadang orang tidak lagi berpikir secara rasional

karena stress dan karena pengaruh dari racun ular tersebut.

- Tenang jangan  panik !!

- Tidak terlalu banyak bergerak apalagi menggerakkan bagian tubuh yang kena gigitan ular

- sedapat mungkin mengidentifikasi jenis ular yg menggigit, kalau tahu nama sebenarnya akan jauh lebih membantu, kalaupun tidak jangan dipaksakan mengejar ular tersebut nanti

malah bisa digigit dua kali lagi..he..he…

- Jangan ditoreh/dilukai/dirobek

- KALAU masih memungkinkan segera setelah kena gigit bagian tubuh yang kena gigit dihisap kuat dengan  alat-alat tertentu sepert “extractor” asalkan tidak melukai atau dan jangan melakukan hisapan dengan mulut karena berbahaya dan bisa  terminum/masuk kedalam mulut. Bersihkan bagian tubuh yang kena gigit dengan antiseptik untuk mengindari infeksi, karena dalam beberapa kasus, bahaya infeksi malah jauh lebih berbahaya dari racun ular itu sendiri.

- Ikat atau balut di atas dan dibawah bagian tubuh yang kena gigit dengan perban, tetapi

jangan terlalu kencang, rasakan saja sendiri untuk sedikit memperlambat peredaran darah

tetapi tetap bisa mensuplai darah.

- Kemudian setelah itu harus segera di bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk

peroleh pertolongan lebih lanjut.

Pada banyak kasus-kasus gigitan ular, sebagian dari mereka ada yang tidak sadar kalau merekaitu telah digigit oleh ular yang sangat berbisa sehingga tidak melakukan pengobatan dan kemudian karena tidak ada pertolongan sama sekali akhirnya meninggal dunia.

Biasanya ular yang menggigit tersebut adalah jenis ular yang mempunyai bisa neurotoxin ,dimana pengaruh dari racun ini adalah terkadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi menyerang susunan saraf sehingga menimbulkan rasa kecapean,ngantuk tertidur untuk tidak terbangun lagi :-) Contoh ular yang memiliki neorotoxin adalah ular weling ( bungarus candidus ) dengan warna belang hitam – putih.

sedangkan ular yang memiliki bisa hemotoksin seperti ular hijau ekor merah ( trimeresurus albolabris) cendrung lebih mudah dilakukan pertolongan.

Karena itu pengetahuan tentang jenis-jenis ular terutama yang berbisa sangat penting dan

cara penanganan P3K juga perlu lebih disosialisasikan…

Perlu adanya yayasan atau rumah sakit yang secara khusus care tentang masalah ini terutama di daerah-daerah yang rawan dengan ular berbisa spt; papua dan sekitarnya

Akan banyak nyawa yg akan tertolong jika ketersediaan anti bisa, harga terjangkau dan orang/dokter yang ahli di bidang ini.

kalau ada rekan2 yang punya pengalaman atau pun tips yang lebih bagus boleh deh kita sharring di sini.

Posted in Informasi Umum | RSS Feed | 39 Comments »

39 Responses

  1. Rahmat Says:

    Terima ksih tipsnya, tapi untuk bagian yang LUKA GIGTAN DIHISAP DENGAN MULUT bukankah itu BERBAHAYA? Menurut Lembaga Studi Ular SIOUX di acara nuansa ular 2008 (12/1/2008) BISA ULAR BILA DIHISAP BISA MERUSAK GIGI&SANGAT TIDAK DIANJURKAN, untuk mengeluarkan bisa dianjurkan untuk menoreh luka & memeras darah untuk keluar, terima kasih

  2. aan Says:

    thanks tipsnya.. bagus

  3. dr. Agus hasan Says:

    untuk menghisap racun ada namanya sawyer ectraction, hisap mulut tidak recomended, krn lapisan bukal yang tipis and oral personal hygiene yang jelek.

  4. sasongko Says:

    selain dihisap ada cara yang lain gak ???

  5. Aji - SIOUX Says:

    selain dihisap ada cara lain pak. prinsipnya segera keluarkan darah yang terkena racun tinggi untu keluar dari tubuh. racun cobra akan membeku kan darah. begitu juga ular tanah dan king cobra. sesaat setelah tergigit, darah di luka gigitan akan membeku. untuk mencairkan darah beku itu, kita harus kompres luka dengan air hangat – panas sembari menekan kearah luar luka. nah, biar darah dan racun lebih lancar keluar tubuh sebaiknya luak di perluas dengan sedikit merobek daerah luka gigitan. sobekan bukan melintang, sehingga upayakan tidak memotong urat/otot atau pembuluh darah lain.

  6. si cacing Says:

    sebenarnya cara2 pd tips2 p3k sdh bnr bgt. cmn aku pingin nambahkan jika pasien dibw ke RS sebaiknya dijelaskan ciri2 ular yg menggigit. takutnya kl paramedis salah memberi antivenin. hemotoksin & neurotoksin berbeda penanganan. tp skrg dah ada ABU (anti bisa ular) yg udah mulai dijual di apotek2, utk bisa ular bungarus, naja sputatrix & vperidae (tp utk ophiopagus nggak bisa lho). jk dinilai biaya pengobatan di RS mahal, cobalah ke ahli2 ular tradisional yg rata2 menolong tanpa memperhitungkan biaya. inti utama pengobatan gigitan ular berbisa adl mengeluarkan bisa yg msk ke dlm tubuh. spt yg diajarkan oleh mas aji dr sioux td alangkah baiknya gunakan air hangat yg dicampur dng garam. krn pd dasarnya bisa adl asam, maka utk dkt menetralkan air garam yg bersifat basa. utk menyedot dpt juga gunakan potongan batang pisang yg br tumbuh. krn sifatnya mmg kuat menyerap zat cair. sehingga gigi & saluran pencernaan kt aman dari bisa. gt aja smntr tambahannya, maturnuwun. ok, tetep hormati kawan2 berbisa kita ya.

  7. dekrit Says:

    Mengisap dengan extractor tidak membawa benefit untuk korban. Mungkin justru malah memperlambat tranportasi korban ke pusat kesehatan terdekat yang memiliki antivenom. Mengisap dengan mulut sangat tidak disarankan. Menoreh tempat gigitan juga tidak disarankan. Semua itu hanya menambah kemungkinan infeksi yang kemungkinan besar akan berakhir dengan sepsis (infeksi berat). Liur ular sendiri sarat dengan bakteri, selain bisa ular yang memang berbahaya. Dengan menoreh, menaruh benda-benda non-steril (batang pisang???), semuanya hanya menambah risiko infeksi. Kadang-kadang, bisa ularnya sendiri tidak membawa kematian, tetapi korban meninggal akibat infeksi berat karena pertolongan pertama yang salah.
    Luka bisa dilap sekali (hanya sekali) dengan lap yang bersih. Ini mungkin tidak akan merugikan (atau pun menguntungkan). Korban perlu diyakinkan agar tidak banyak bergerak dan segera ditranspor secepatnya untuk mendapatkan antivenom. Alangkah baiknya kalau ular bisa diidentifikasi, sayangnya sering kali tidak bisa: Ular meloloskan diri, tidak ada yang cukup pengalaman untuk identifikasi spesies, ular sudah dibantai dan dibuang, dll.

  8. diks Says:

    Kalopun diharuskan dihisap dengan mulut yang penting mulutnya harus sehat. Air liur kita bisa menetralisir bisa ular…

  9. radit pratama Says:

    keterangan mengenaiu racun,bisa ular sangat embantu sekali,bagi mereka yang belum paham,makasih

  10. Uniê Says:

    Pd kenyataannya msh byk kasus snake bite di RS di daerah pnanganannya dgn cara di cross section pada luka gigitan dan diusahakan keluar.tentunya dgn pisau steril kemudian dimasukan antibisa ular per intravena.dan hasilnya bayak jg yg sembuh walaupun dgn bengkak dan diare.yg sy tanyakan,apakah cr ini msh relevan menurut standar international.kalau tdk lalu bgmana pnanganan yang benar di RS didaerah khususnya yg msh byk kasusnya???

  11. sHinerenzu Says:

    Saya setuju banget dengan komentar “dekrit”. Menurut artikel terbaru,pertolongan pertama untuk snake bite (gigitan ular) adalah membersihkan luka dengan antiseptik, untuk menghindari infeksi. Karena terkadang infeksi yang ditimbulkan lebih berbahaya daripada efek bisa itu sendiri. Menghisap bagian yang tergigit, meskipun tidak menggunakan mulut, juga sudah tidak disarankan, karena tidak ada keuntungannya (seperti yang sudah dijelaskan diatas). Lalu mengikat bagian atas dari bekas luka gigitan, juga sudah tidak dilakukan lagi, karena bisa menyebabkan nekrosis (kematian) jaringan.

  12. tatto Says:

    makasih banyak infonya untuk semua, saya benar2 awam tentang ular dan bisanya…

  13. Say-ID Says:

    Lha???

    trus harus gmana donk..
    kok semua cara udah gag di sarankan lagi..

    gag disarankan cross section . mengikat luka juga .

    kesimpulannya semua yang biasa kita lakukan dah gag recomended lg ya.

  14. fahmi Says:

    Makasih ya atas tipsnya, tips ini sangat membantu saya yang sering keluar masuk hutan

  15. Jonny Says:

    Mau minta pencerahan ni, temen baikku terkena gigitan ulat di salah satu jari tangan kirinya. Tetapi baru ke dokter selang waktu sekitar 4jam. Saat itu dia sudah kencing darah dan dari mulutnya keluar darah. Saat ini di rawat di RS Cipto unit UGD Lantai 2. Hasil rontgen katanya sudah kena di ginjal dan sedikit levernya, disuruh jgn banyak gerak karena takut menyebar ke yang lain atau saraf. Disini ditanganinya dengan banyak sekali infus darah putih dan darah merah. Apakah ini sudah cara penanganan yang benar ya? Kasihan sekali temenku ini. Mohon bantuan pencerahannya kepada rekan-rekan semua, apakah ada hal-hal yang bisa aku lakukan untuk membantu temenku ini. Secara beliau juga bukan dari keluarga mampu, transfusi darah jalan terus tanpa henti. Mohon bantuannya ya, asap klu bisa via email di sukaajah@gmail.com ya.

    Sebelumnya aku ucapkan banyak terima kasih.

  16. Gibgib Says:

    Memang panik sih, soalnya banyak yang tidak tertolong, ada pengalaman kawan saya digigit ular, tapi dia bersikap tenang, dicarinya katak tempurung dan ditempelkan ke bekas luka gigitan, tentunya sebelum ditempelkan dibersihkan dulu lukanya. eeh ternyata katak tersebut mati dan bisa ularnya lumpuh oleh racun yang ada pada kulit perut katak tadi.

  17. Fajar Says:

    Nampaknya belum ada kesimpulan yang benar2 mantap untuk penanganan gigitan ular ya? Tapi info nya sangat informatif dan membantu. Thx…

    Jar

  18. Untung Sudjono Says:

    Kalau kena gigitan ular hubungi saja Snake Hunter Club Indonesia (SHCI) Alamat di gedung Manggala Wana Bakti Blok 7 Lt 2 dg Bapak Ajie disana akan mendapat pertolongan pengobatan secara Gratis.

  19. uthe Says:

    lho…, ular yg buntutnya merah, bukannya berbahaya dan mematikan..?????

  20. Kundhaka Says:

    Bagaimana Terapi / pengobatan terhadap luka setelah digigit ular (luka hitam di jari2 mati rasa / kaku) agar bisa pulih bisa terasa lagi / pulih sediakala, thanks

  21. juin Says:

    baguslah tips nie

  22. juin Says:

    kalau cobra snakes pulak macam mane ye????

  23. juin Says:

    untung sudjono, hye i”m juin from malaysia..mcm mane kalo saya d gigit nak gi gak ke snake hunter club indonesia
    :)

  24. silvester rio Says:

    Ok stuju2 aja dengan berbagai cara yg dpakai utk penanganan termasuk Anti Venom yang HARUS tetap digunakan, seperti FALSAFAH utk Snake Bite adalah : ANGGAP SETIAP GIGITAN ULAR ITU BERBISA, SAMPAI TERBUKTI TIDAK BERBISA. Tips terbaru adlah : TEKAN PADA TEMPAT GIGITAN SEGERA MUNGKIN, TIDAK PERLU REPOT MENCARI LOKASI DI ATAS ATO BAWAH GIGITAN, international recommended lho …. Karena bisa ular menyebar bukan saja melalui pembuluh darah tepi tapi yang jauh di dalam pun dapat dia lewati ( yang tidak tertekan dengan pengikatan )

  25. Dr.A Says:

    selama ini tindakan yg dilakukan oleh tim medis spt : stuing (pembebatan/pengikatan daerah dekat bekas gigitan guna memperkecil penyebaran racun ular, mmbersihkan luka dg antiseptik, air mengalir bila perlu luka ditoreh sdkt agar darah yg becampur racun bs dikeluarkan, tdk dianjurkan utk menyedot racun dg mulut,dan kmdn diberikan ABU (anti bisa ular)dpt menolong korban yg tergigit ular.pada kasus pasien yg tidak tertolong, sebagian besar disebabkan krn P3K yg terlambat…sebaiknya utk kasus digigit ular lsg dibawa ke ptugas kesehatan terdekat…

  26. satwaunik Says:

    thanks for the comment :-)
    hayo teman2 yg laen..share lagi dong..kalo bisa pake study kasus…

  27. TIPS BILA TERKENA GIGITAN ULAR BERBISA | http://www.untukku.com Says:

    [...] SUMBER :http://www.satwaunik.com/informasi-umum/tips-p3k-karena-gigitan-ular-berbisa/ [...]

  28. Nuraini Says:

    untuk menghisap bisa ular juga dapat melalui pengobatan bekam, ditusuk dahulu dengan jarum khusus bekam agar keluar bisa didalam darah, kemudian disedot dengan alat bekam. Insya Allah sembuh..

  29. Nuraini Says:

    ohya jangan lupa diolesin madu pada luka tersebut..

  30. satwaunik Says:

    Nuraini: Thanks buat tambahan infonya :-)

  31. ardi Says:

    saya td d gigit ular pitonn trz brdrah??
    mksd dri ular ntu pa??
    pa emg ganas pa ingin berteman??

  32. Hana Says:

    klo ular kecil gitu kira-kira berbisa gak iia? dan apa bisa nya sebahaya ular besar?

  33. siff_satwaunik Says:

    Berbisa atau tidaknya ular ngga tergantung pada ukuran besar kecilnya, tapi pada jenisnya..
    Contohnya kobra yang baru menetaspun udah berbisa, sedangkan ular jenis piton yang bisa tumbuh gede banget udah pasti ngga ada bisanya.. :)

  34. ery Says:

    sy cuma berbagi pengalaman nih..
    sy aktif di alam terbuka..sy prnah digigit ular cobra dg panjang skitar 1 meter..itu pada saat sy sdg mancing di sungai…digigit pd kaki kanan sy tepatnya di atas mata kaki saya…ceritanya ekor nya kaga beruntung terinjak sepertinya…
    saat terasa di gigit saya langsung menuju kedepan ular dan terduduk..(saat itu malam hari) kebetulan ular saya senter terus untuk memastikan aman..sy diam tenang,dan ular tidak lari/masi ditempat dengan kepala masi bergoyang2 (triping kale/ keneng kale)haha..alhamdulilah saya selalu bawa survival kid..dan langsung mengikat kaki saya dg kain scraf/bandana sy..(pengikatan terjadi 2 buah, pada bagian atas betis dan pangkal paha..)lgsng sy keluarkan pisau (cutter biasa) dg kondisi baru, krna posisi saya agak sulit, sy lgsung memotong/membuka luka gigitan tsbt..dan lgsng sy tekan..darah yg agak kental pun mulai keluar scra perlahan (bgtu dst)..saat wktu yg sy kira cukup,sy lgsung menghub teman sy melalui hp..namun kosong sinyal coy..(apes bgt)alhamdulillah kondisi sy baik2 sja saat itu..tdk lama keudian teman datang yg kebetulan mancari saya..(ular saat itu masi tepat sekitar 4 meter di depan saya dan masih sy senter terus)sy terus memijat kaki sy scra perlahan,,walau udah byk darah yg keluar..sy pastikan bahwa pijitan sy berhasil mengeluarkan darah yg encer/darah normal..mkn itu sy anggap cukup aman (belum menjamin)dan teman saya , sy suru cari ranting kayu bercabang untuk menangkapnya (alhamdulillah tertangkap (krna kalo tdk salah biasanya ular jenis cobra setelah menggigit akan lemas/stress..)sy lgsung di gotong ketempat aman (camp)dan anehnya sy tidak kerumah sakit,haha…gila kali..
    karena saya udah yakin diri untuk bertaruh…apakah sy selamat atau tidak..(mental)dan hingga kini saya normal seperti biasa (sehat)
    yg perlu kwn2 ketahui, sy telah memakan empedu ular tersebut (berdasarkan keyakinan penduduk pedalam kalimantan mempercayainya, bisa menetralisir racun ular tersebut) alhamdulillah saya masi hidup..kalo tidak berarti yg nulis ini hantu saya..semoga berkenan…

    evaluasi sy:
    1. tenang (byklah pengetahuan)semakin byk pengetahuan ttg itu maka setidaknya akan menambah pola pikir untuk rasional
    2. gunakan pengetahuan dahulu sebelum kita mampu meminta pertolongan (kalo terjangkau)
    3. bawalah survival kid jika ketempat2 berbahaya

    mkn itu aja kwn2 yg lain sy kira udah tau,,,hehe….bravo

  35. nadia Says:

    saya mau nanya nich .. jenis ular apa ya? ukrnya sebesar pencil dan panjangnya kira-kira 10 a 15 cm, warna coklat bintik-bintik putih, kepala sptnya bentuk segitiga, berbisakah ular tersebut? dan namanya apa. jika berbisa, jenis bisanya apa? (anti bisanya apa bro…).
    Thanks atas bantuannya.

  36. JemmyKhoe Says:

    adik saya adalah korban gigitan ular berbisa, kurang nya pengetahuan dan lambatnya penangan medis, menjadi penyebabnya…

  37. Efri Says:

    sangat penting sekali untuk mengenal jenis Ular, karena hampir di seluruh Indonesia terdapat berbagai macam jenis2 Ular, di antaranya dari yg berbisa ringan, sedang, dan berat… Rcun Ular terdiri dari 2 macam yaitu Neurotoxin(menyerang saraf) dan Hematoxin (merusak sel darah)bila tergigit usahakan kenali ciri2 ular terlebih dahulu agar ahli medis dapat menentukan anti bisa yg tepat, tetap tenang dan jangan panik krn kepanikan akan memicu darah mengalir cepat sehingga racun lebih cepat menyebar ke jaringan tubuh, usahakan memperlambat penyebaran bisa dgn cara menempelkan es pada bekas gigitan Ular (agar darah di sekitar gigitan membeku sehingga menghambat laju penyebaran bisa), ikatkan tali untuk menghambat darah mengalir ke bekas gigitan ular, jika tidak memungkinkan ke ahli medis robeklah luka di bagian gigitan dan usahakan darah dapat keluar dengan catatan peralatan harus seteril agar tidak terjadi infeksi, minumlah air kelapa muda sebanyak mungkin krn membantu menawarkan racun, mencegah dehidrasi dan membantu mempercepat regenerasi sel. Ular berbisa tinggi dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan menit saja jadi harus dilakukan penanganan secara serius selain berperang melawan kesakitan kita juga berperang melawan waktu. Catatan:(makan empedu ular pun tidak akan berpengaruh terhadap efek gigitan ular)maka dari itu gigitan ular hanya akan sembuh bila penangananya benar dan tepat waktu… sekian dari saya semoga bermanfaat.

  38. paitu Says:

    salam pramuka
    .sbenarnya ndk ada cara yg salah , hnya sja mgkin kurang tepat cara itu. lakukan sesuai kondisi dan keadaan. kalau aku berfikir aku hanya p3k bukan ahlinya jadi p3k itu mencegah kemungkinan terburuk .
    p3k=ppgd lapangan
    ahli=ppgd medis, itulah perbedaan kita dg medis.

    salam pramuka

  39. dedemit Says:

    kalau digigit ular kasur gimana?

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.