Satwa Unik
Aug
4

Komodo Disembuhkan Dengan Alat Vakum Untuk Manusia..

Yoko, salah satu dari 3 komodo yang berada di Kebun binatang Singapore memiliki kulit yang sangat rentan terhadap infeksi. Ketika Yoko mengalami cedera di Singapura, metode penyembuhan untuk mengobati luka yang bisa mengakibatkan infeksi & mengancam nyawa Yoko itu dikembangkan oleh dua orang dokter dari Wake Forest University Baptist Medical Center. Sekarang Yoko sudah sembuh & sehat.
Pada tahun 1990, Drs. Louis Argenta dan Michael Morykwas, peneliti bagian operasi plastik & bedah rekonstruksi mengembangkan alat yang bernama Vacuum-Assisted Closure atau disingkat VAC, untuk mengobati luka yang sulit disembuhkan.
Drs. Argenta mengatakan bahwa alat ini sudah digunakan pada sekitar 3.5 juta orang di seluruh dunia. Alat ini dipakai untuk mengobati luka diabetes dan luka yang disebabkan oleh trauma, seperti misalnya luka tembakan.
Sistem ini menggunakan vakum untuk menghisap cairan infeksi dari luka & menarik sisi sisi luka menjadi satu. Sekitar 400 alat ini dikirim ke Haiti setelah gempa yang terjadi pada bulan Januari. Dan alat ini digunakan untuk mengobati orang orang yang terluka karena runtuhan gedung dan bangunan. Alat VAC ini juga pernah digunakan pada sapi dan kuda di Winston-Salem, dan pada seekor kura kura di North Carolina yang tempurungnya pecah karena tertabrak kapal.
Tapi, sepengetahuan Drs. Argenta, baru pertama kalinya alat ini digunakan pada komodo. Dia juga menyatakan bahwa kemungkinan karena Komodo adalah spesies langka, maka mereeka akan melakukan apapun yang mereka bisa lakukan untuk menyelamatkannya. Yoko adalah induk dari komodo pertama yang berhasil ditetaskan di Asia. November lalu, Yoko bertelur untuk kedua kalinya di persembunyian bawah tanahnya saat ia terjepit di celah dan melukai kulit punggungnya. Manager kebun binatang Singapore yang juga asiten direktur dokter hewan di Wildlife Reserve Singapore, Serena Oh mengatakan bahwa kulit komodo sangat sulit untuk disembuhkan dan mereka memerlukan solusi untuk menghasilkan pertumbuhan jaringan kulit yang cepat tanpa risiko infeksi.
Argenta mengatakan bahwa terapi VAC membantu mengurangi operasi amputasi yang jumlahnya tinggi di Singapore. Argenta tidak pernah membicarakan tentang alatnya dengan pejabat kebun binatang tersebut tapi ia percaya bahwa mereka mungkin pernah mendengar tentang hasil dari penggunaan terapi VAC karyanya pada korban kecelakaan .
Dr. Lee Shu Jin, seorang konsultan  divisi operasi plastik, rekonstruksi & bedah kecantikan di National University Hospital in Singapore, mengatakan bahwa pengobatan menggunakan alat ini berhasil. Biasanya penyembuhan pada reptile sangat lambat, tapi Yoko dengan cepat mengalami penyembuhannya dengan bantuan alat VAC ini. Dikatakan lagi bahwa Yoko makan dan bergerak dengan normal sepanjang seluruh proses. Argenta mengatakan bahwa walaupun dia belum pernah mengadakan kontak dengan pejabat di kebun binatang tersebut atau engan orang yang melakukan perawatan pada Yoko tapi dia yakin pihak kebun binatang akan ‘mempertemukannya’ dengan Yoko suatu hari nanti.

Posted in INFO REPTILES TERBARU | RSS Feed | 2 Comments »

2 Responses

  1. henry Says:

    mungkin karna nama komodonya jadi sial dia kena penyakit begitu…

  2. satwaunik Says:

    Ga ada hubungannya kali bro.. :)

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...