Satwa Unik
Sep
4

KADAL: BERTELUR ATAU MELAHIRKAN?

Seperti yang kita ketahui, biasanya kebanyakan kadal bereproduksi dengan cara bertelur. Begitu juga dengan kadal perut kuning berkaki tiga yang hidup dataran rendah yang hangat di New South Wales. Tapi baru baru ini jenis kadal yang sama yang hidup di dataran yang lebih tinggi & lebih dingin ditemukan hampir semuanya melahirkan bayinya. Hanya ada dua jenis reptil modern yang mempunyai jenis reproduksi seperti ini. Catatan evolusi
menunjukkan bahwa di masa lalu hampir seratus garis keturunan reptil telah membuat transisi dari bertelur menjadi melahirkan, dan saat ini hanya sekitar 20 persen dari ular dan kadal yang bereproduksi dengan cara melahirkan anak-anaknya.
James Stewart, seorang ahli biologi mengatakan reptil yang hidup sekarang ini menggambarkan garis waktu evolusi yang lama. Tapi perilaku reproduksi ganda dari kadal perut kuning berkaki tiga ini adalah satu kejadian yang langka.Dengan mempelajari perbedaan diantara populasi yang berbeda tahapan pada masing masing proses, akan terlihat bagaimana transisi dari proses bertelur menjadi proses melahirkan
Salah satu misteri mengapa reproduksi reptil bisa berubah dari bertelur ke melahirkan adalah bagaimana bayi mereka mendapatkan makanan sebelum dilahirkan. Pada mamalia, plasenta menghubungkan janin ke dinding ovarium, yang memungkinkan bayi mengambil oksigen dan nutrisi dari darah induknya. Pada spesies yang bertelur, embrio mendapatkan makanannya dari kuning telur, tapi kalsium yang diserap dari cangkang telur juga sumber gizi yang penting.

Kadal perut kuning berkaki tiga membawa embrio, yang terlihat seperti bola lampu di dalam perutnya.

Beberapa ikan dan reptil, menggunakan campuran dari kedua jenis metode reproduksi ini. Induk betina mengeluarkan telur, tapi menahannya didalam tubuh mereka hingga tahap akhir perkembangan embrio. Cangkang telur ini sangat tipis hingga embrio bisa bernafas, hingga bayi lahir hanya tertutup dengan membrane tipis, satu satunya yang tersisa dari cangkang telur. Adaptasi ini menyebabkan masalah gizi yang serius: cangkang yang tipis tidak mempunyai cukup kalsium, yang bisa menyebabkan kekurangan kalsium pada bayi reptil.

Stewart, yang sudah mempelajari kadal bertahun tahun, memutuskan untuk memecahkan masalah nutrisi ini dalam struktur kimiawi pada uterus kadal ini. Steward juga menjelaskan bahwa uterus mengeluarkan kalsium yang tergabung dalam embrio-dan ini adalah tahap awal evolusi dari plasenta pada reptil,” jelas Stewart.
Kedua cara reproduksi ini menimbulkan pengorbanan evolusi: Telur lebih rentan terhadap ancaman dari luar seperti cuaca yang ekstrim dan predator, tapi janin yang berada di dalam rahim bisa menjadi lebih berat untuk induknya. Iklim yang lebih nyaman memberikan pilihan bagi induk kadal untuk menghemat sumber daya tubuh mereka sendiri dengan meletakkan telur diatas tanah pada minggu terakhir sebelum menetas atau selama masa perkembangannya. Sedangkan sebaliknya, untuk induk kadal yang berada pada suhu pegunungan yang buruk mungkin menemukan cara yang lebih efisien untuk melindungi anak2 mereka dengan menjaganya lebih lama di dalam tubuh mereka.
Secara umum, perubahan cara reproduksi dari bertelur ke melahirkan sebenarnya wajar saja, setidaknya dalam istilah historis, karena relatif mudah untuk beralih.

Posted in INFO REPTILES TERBARU | RSS Feed | No Comments »

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...