Satwa Unik
Jan
9

Cara menernakkan kura-kura sulcata (Geochelone sulcata)

Breeding Sulcata Tortoise

Perkenalan Habitat dan Tingkah Laku

Sulcata Tortoise (African-Spurred Tortoise) atau dengan bahasa latinnya (Centrochelys [Geochelone] sulcata), adalah jenis kura-kura ketiga terbesar di dunia setelah Galapagis Tortoise dan Aldabra Tortoise. Berasal dari  dari bagian utara dan tengah Benua Afrika, menyebar dari guruh Sahara hingga gurun Ethiopia. Keadaan suhu gurun yang berubah drastis setiap harinya, dari 60F/42C dimalam hari hingga 110F/92C disiang hari membuat binatang ini memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik. Untuk menyelamatkan diri dari iklim gurun, ia memiliki kemampuan untuk menguburkan dirinya dengan menggali lubang hingga kedalaman dua kaki dalam satu jam. Selain menguburkan diri dalam tanah atau pasir, mereka juga mampu menguburkan diri dalam lumpur hingga beberapa jam lamanya.

Sifat- sifat tersebut menjadikan binatang ini salah satu binatang peliharaan yang paling digemari dari jenis kura-kura. Jika anda telah memiliki pasangan dewasa yang siap kawin, saatnya mengumpulkan uang dari sebuah hobi. Reproduksi biakan Sulcata Tortoise bisa terbilang sangatlah mudah.

Proses Perkawinan:

Pejantan Sulcata Turtoise tiba pada masa siap kawin ketika diameter tubuhnya mencapai 35cm. Di iklim Indonesia Musim kawin bisa terjadi  setiap saat dari bulan September hingga Januari, walaupun pada kenyatannya perkawinan sering terjadi setelah musim penghujan.
Hal pertama yang anda harus persiapkan adalah ruangan yang cukup luas bagi kedua induk, karena dalam ruangan yang sempit, pejantan yang sangat agresif dapat melukai tubuh terutama tempurung betina. Pindahkan juga pejantan lainnya karena pejantan lain dapat menganggu proses perkawinan, para pejantan cenderung untuk bertarung satu sama lain hingga dapat berakibat fatal. Satu pejantan sudah cukup untuk mengawini empat betina. Tetapi kalo keadaan tempat gak memungkinkan , mau gimana lagi. Anda akan melihat mereka mulai kawin ketika ketika pejantan bergerak untuk mengarahkan betina dengan berbagai cara, misalnya membatasi pergerakan betina dengan mengitarinya atau bahkan sampai memblokade jalannya. Alasan pejantan melakukan ini adalah untuk menghentikan pergerakan betina selama mungkin agar pejantan memiliki waktu untuk mengambil posisi menumpuk diatas betina. Biasanya proses perkawinan akan disertai  dengan raungan dan erangan yang cukup berisik.

Proses Bertelur

Tubuh betina akan mulai membengkak selang beberapa waktu setelah kawin, ini merupakan indikasi bahwa betina telah terbuahi dan tubuhnya penuh dengan telur. Betina akan mulai mengurangi jatah makannya dan menampakan tanda-tanda kegelisahan. Ini disebabkan karena betina sedang mencari sarang bagi telur-telurnya. Setelah enam hingga delapan minggu dari waktu perkawinan betina mulai bertelur.

Pertama kali yang dilakukan betina setelah menemukan lokasi sarang, ia akan membersihkan dataran tanah/pasir dengan kakinya , lalu mengencingi tanah tersebut dan menggalinya. Kedalaman sarang berukuran  kira-kira 7cm hingga 14cm dengan diameter 60cmKetika betina merasa sarangnya telah cukup dalam, dia akan memutar balik posisi badan hingga ekor menghadap kedalam sarang lalu mulai bertelur. Selama ia meletakkan telurnya, kedua kaki belakang bekerja untuk mengubur telur-telurnya dengan tanah . Beberapa betina akan menggali empat hingga lima lubang sarang sebelum ia memutuskan untuk bertelur.

Proses bertelur ini dapat memakan waktu kurang lebih hingga lima jam. Seekor betina mampu bertelur 15  sampai 42 butir dan setiap telur memakan waktu hingga 3 menit untuk keluar. Setelah selesai bertelur, dia akan menutupi sarangnya dan memakan waktu kurang lebih satu jam.

Pada saat ini betina sangat protektif dengan sarang telurnya, dia akan bersikap agresif hingga terkadang menyerang apapun atau siapapun yang mendekati sarangnya. Jadi sebaiknya anda amankan betina tersebut dari makhluk lain selama ia bertelur. Biasanya betina akan berjaga pada sarangnya hingga tiga hari kedepan, jika anda ingin mengumpulkam telur-telur tersebut sesegera mungkin, berhati-hatilah karena ada kemungkinan besar induk betina akan menyerang anda dengan ganas. Tak jarang pulan beberapa betina bersikap jinak, mereka hanya akan menutupi kembali sarangnya setelah anda kosongkan.

Inkubasi / Pengeraman:

Ada dua cara yang dapat anda tentukan sendiri untuk pengeraman telur. Cara pertama adalah dengan membiarkan telur pada sarangnya hingga menetas secara alami delapan bulan kemudian. Tapi anda harus benar-benar yakin bahwa lingkungan sarang aman dari pemangsa telur dan suhu berkisar antara 82F/64C hingga 86F/68C.

Cara kedua adalah mengumpulkan telur secepat mungkin dari sarangnya, terutama jika sarang telur berada diluar ruangan tertutup. Hal ini untuk menghindari rusaknya telur dari pemangsa. Letakan telur pada sebuah wadah dan kuburkan dengan “vermiculite” ditambah air dengan berat rasio 1:5. Ukurlah suhu diantara 82F/64Chingga 86F/68C. Telur akan menetas dalam waktu 100 hingga 200 hari.

Pada umumnya telur akan menetas secara bersamaan dalam waktu beberapa hari saja, tapi terkadang  telur-telur tersebut menetas dengan selisih waktu yang cukup lama, yaitu dari jangka waktu satu minggu sampai satu bulan untuk menetas semuanya.

Setelah menetas biarkan bayi-bayi tortoise di tempat inkubasi hingga cairan telur merembes, lalu angkatlah mereka dan letakkan diatas handuk bersih untuk mengeringkan tubuhnya.

Sifat dasar dari Sulcata Tortoise adalah agresif terhadap sesama jenisnya. Keagresifan ini telah dimulai pada saat mereka baru saja menetas. Bayi-bayi Sulcata Tortoise akan saling menerjang satu sama lain hingga tubuh lawannya terbalik.

Selamat mencoba!

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...
Jan
9

Breeding Red Footed Tortoise

Perkenalan

Red footed tortoise (Geochelone Carbonaria) dikenal dengan nama lain Jabuti di Brazil dan Morrocoy di Venezuela atau sering disingkat sebagai Redfoot saja, berasal dari Amerika Selatan dan sangat populer sebagai binatang peliharaan. Nama tersebut berasal dari warna merah atau oranye yang terdapat pada tempurung, sebagian kepala dan ekornya. Binatang ini termasuk ke dalam  Appendix Cites II (Convention of International trade Endanger Species), yang berarti bahwa binatang ini tidak diperbolehkan di expor dari negara asalnya tanpa surat ijin. Redfoot mempunyai kerabat spesies yang berukuran lebih besar yaitu Yellow footed tortoise (Geochelone denticulata) yand dikenal juga sebagai Brazilian Giant tortoise. Pada umumnya redfoot berusia 40 sampai 50 tahun.

Perbedaan tubuh Betina dan Jantan
Ukuran panjang tubuh redfoot berkisar antara 25.4cm sampai dengan 35.6cm, walaupun jarang terjadi panjang tubuh redfoot bisa mencapai 40cm. Redfoot jantan memiliki tubuh yang lebih panjang dan lebih berat dari betina, tapi panjang dan lebar tubuh cenderung sama. Berat redfoot jantan dapat mencapai kurang lebih 9kg sedangkan betina memiliki berat tubuh yang lebih ringan. Redfoot memiliki bentuk tubuh hourglass yang unik, tempurungnya melengkung kedalam dibagian tengahnya atau biasa disebut bagian pinggang, biasanya bentuk ini nampak lebih jelas pada redfoot jantan. Pejantan dewasa juga memiliki ekor yang lebih panjang dan lebih lebar dari betina.

Reproduksi:
Reproduksi atau perkawinan bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, namun tampaknya musim penghujan mempunyai pengaruh terbesar dalam reproduksi redfoot. Umumnya akan terjadi pertarungan dalam masa genting ini dan membutuhkan lebih dari satu jantan untuk menstimulasi proses perkawinan, namun ada kalanya dalam suatu grup para pejantan saling mengacuhkan satu sama lain dan proses perkawinan terjadi dalam situasi yang damai. Pejantan biasanya membutuntuti betina untuk beberapa waktu sampai mereka berada pada posisi yang paling baik untuk mulai proses perkawinan. Pejantan akan menindih betina dan mengeluarkan suara yang tidak lazim selama perkawinan terjadi. Suaranya cukup beirisik mirip seperti suara seekor ayam. Bentuk tempurung bawah pejantan yang cekung memungkinkan ia untuk terus berada pada posisi kawin yang cukup lama walaupun betina terus bergerak kesana kemari.

Nesting (Sarang):

Betina akan menampakkan tanda-tanda kegelisahan pada saat ia siap untuk bertelur. Waktu yang paling umum untuk bertelur adalah pada petang hari dan tempat yang lebih disukai adalah tempat yang cukup lembab. Betina kadang menggali lubang beberapa kali sebelum memutuskan untuk bertelur, jika ruangan yang tersedia tidak terlalu luas, tutuplah lubang yang baru tergali karena kemungkinan besar ia akan bertelur ditempat yang sama keesokan harinya. Sarang redfoot terlihat lebih dangkal dari sarang pada spesies lain hingga terkadang telur tidak tertutup tanah dengan sempurna. Betina redfoot dapat bertelur beberapa kali dalam setahun. Satu masa bertelur dapat menghasilkan kurang lebih 8 hingga 15 butir.

Inkubasi / Pengeraman:

Sebelum anda mengambil telur-telur dari sarangnya, aturlah suhu inkubator anda diantara 84F/29C hingga 88F/31C.

Siapkan wadah pengeraman dan isi setengah penuh dengan vermiculite yang dicampur air dengan skala 1:1 untuk mencapai kelembaban yang optimal. Galilah sarang dan kumpulkan telur denga hati-hati dan jangan sampai membalikan posisi telur. Jika posisi telur terbalik, embrio didalam telur bisa tenggelam dan mati.

Tandailah telur dengan pensil lunak jika diinginkan untuk memonitor jangka waktu pengeraman lalu kuburkan telur didalam campuran vermiculite setengah tinggi, atau setengah terkubur. Lubang angin dalam wadah telur tidak dibutuhkan bila kelembaban didalam dapat dipastikan selalu berkisar pada 70 sampai 80 persen. Masukan wadah pengeraman kedalam inkubator.

Pengembunan sangat baik untuk menjaga level kelembaban yang dibutuhkan, dapat dihasilkan dengan meletakan sponge (busa penyerap air) yang dibasahkan didalam inkubator. Bukalah inkubator setiap hari agar telur-telur mendapat pergantian udara segar.

Letakan minimum dan maksimum termometer didalamnya dan sedekat mungkin dengan telur sehingga suhu dalam inkubasi selalu termonitor. Keadaan suhu disekitar suhu bawah (84F)/(29C) akan memicu terbentuknya tortoise jantan dan keadaan suhu disekitar suhu atas (88F)/(31C) akan memicu terbentuknya tortoise betina. Tapi harus diperhatikan bahwa suhu yang tinggi bisa menyebabkan frekuensi penetasan yang rendah dan mutasi pada bayi redfoot. Suhu yang paling baik untuk menghasilkan campuran kedua jenis kelamin adalah 84F (29 Celcius)

Inskubasi atau pengeraman dapat berlangsung dari 120 hingga 190 hari, yang paling umum telur akan menetas setelah 145 hari. Pada sumber lain juga mengatakan, waktu penetasan berkisar antara 105 hingga 202 hari.

Penetasan:

Penetasan adalah proses yang amat melelahkan bagi bayi redfoot dan dapat memakan waktu hingga 3 hari. Pertama kali bayi redfoot akan merobek cangkang telur dengan gigi susu yang terdapat pada rahang bagian atas, gigi susu ini akan menghilang nantinya. Lalu bayi redfoot akan menetap didalam cangkang telur selama beberapa hari untuk menghabiskan putih telur.
Pada saat ini satu demi satu telur yang sedang menetas dapat diletakan didalam wadah kecil seperti gelas atau cangkir plastik yang berisi vermiculate, lalu letakkan kembali kedalam inkubator. Cara ini sangat baik untuk menjaga kemungkinan penetasan yang berantakan. Penetasan banyak telur dalam satu wadah dapat berbahaya, karena pada saat keluar dari cangkangnya bayi redfoot yang satu akan menginjak dan menabrak telur lain dan tak jarang beberapa bayi akan mati.

Setelah bayi redfoot meninggalkan cangkang telurnya, gantilah medium vermiculite dalam gelas plastik dengan tisue handuk yang dibasahi, biarkan mereka didalam wadah dan inkubator selama lima hari.  Tidak jarang masih terdapat “yolk sac” (kantung kuning telur) yang menempel pada perut bayi redfoot, berbentuk bulatan tepat ditengah perut bagian bawah. Jangan lepas yolk sac dengan paksa dan biarkan hingga habis terserap. Tak jarang pula bayi redfoot masih memiliki ukuran yolk sac yang sangat besar seperti tumor, berhati-hatilah jangan sampai tertusuk atau pecah. Balurkan pelumas seperti vaseline pada yolk sac dan letakkan bayi redfoot tersebut dalam wadah gelas plastik dengan handuk tisue basah sebaga mediumnya. Biarkan hingga yolk sac habis terserap. Selama yolk sac masih ada, bayi redfoot tidak akan makan atau minum.

Setelah yolk sac terlepas, berilah cairan antiseptik pada bekas yolk sac dan biarkan hingga mengering lalu pindahkan bayi redfoot kedalam aquarium atau wadah dengan medium yang terdiri dari lumut dan pasir. Aturlah pencahayaan dan suhu yang sama seperti pada pengaturan bagi redfoot dewasa. Sediakan tempat air yang cukup dangkal dan pastikan aquarium selalu lembab karena bayi redfoot sangat rentan pada dehidrasi.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Jan
9

Cara Menernakkan Ular Jagung (Corn snake)

Mengembang biakan Corn snake

Corn snake sudah terkenal dengan ukuran tubuhnya yang imut, sisik yang cantik dan berwarna-warni. Ular manis yang satu ini sangat digemari oleh berbagai kalangan, bahkan tak jarang mereka yang tidak menyukai ular akan merasa gemas pada simungil ini.

Corn snake di Indonesia bukan binatang eksotis yang umum dengan pasaran yang masih lumayan tinggi, sehingga timbulah dari beberapa hobbyist keinginan untuk mengembang biakan ular koleksi mereka. Mengembang biakan corn snake termasuk hal yang sangat mudah dibanding dengan pengembang biakan ular jenis lain seperti boa constrictor.  Akan tetapi, sebelum kita melangkah jauh pada topik mengemang biakan corn snake, ada hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dengan matang.

Apakah anda benar-benar ingin mengembang biakan corn snake anda?

  1. Akan dikemanakan bayi-bayi corn snake anda setelah menetas?
    Apakah anda akan menjualnya? Jika benar apakah anda telah memiliki pasaran untuk menjualnya?  Jika tidak mungkin anda akan bangkrut dengan biaya bulanan yang semakin membengkak dari waktu ke waktu, tidak mustahil anda akan menjual bayi anda dengan harga yang sangat murah pada akhirnya.
  2. Apakah anda sudah siap untuk memelihara sejumlah besar ular-ular yang akan anda miliki? Harus diingat bahwa tanggung jawab anda akan semakin besar dengan jumlah ular yang meningkat pesat, membersihkan begitu banyak kandang akan sangat melelahkan dan mungkin anda akan merasa bosan dalam beberapa waktu.
  3. Apakah anda sudah menyiapkan dana untuk  pakan dan kandang? Seekor corn snake betina biasanya dapat menetaskan telur hingga 15 ekor, bayi-bayi tersebut akan melahap kurang lebih 30 bayi tikus putih (pinkies) setiap minggunya. Sedangkan bayi tikus putih sangat sulit didapat dipasaran, jangankan 30 ekor perminggu, terkadang mencari lima ekorpun sudah sangat sulit.
  4. Apakah anda siap mempertaruhkan nyawa corn snake anda? Mengawinkan corn snake memiliki beberapa resiko yang anda harus pahami.

Resiko dalam perkawinan dua induk corn snake:

  1. Dystocia: lebih dikenal dengan egg-binding, ini merupakan proses bertelur yang tidak normal. Ketika bertelur induk betina membutuhkan energi yang sangat banyak. Jika keadaan induk betina tidak prima, bisa dipastikan akan berbahaya bagi kesehatannya dan dapat menyebabkan  kematian.
  2. Transfer Disease: Dalam perkawinan dua induk tidak jarang terjadi pemindahan penyakit antara keduanya. Terkadang ular membawa pathogen yang tidak berbahaya bagi dirinya tapi dapat membahayakan ular lain.
  3. Kanibalisme: Walau sangat jarang terjadi, salah satu induk mungkin membunuh dan memakan induk lainnya.

Bukanlah maksud hati untuk mengurungkan niat anda, tapi anda harus sadari bahwa anda akan memiliki tanggung jawab yang lumayan besar bersamaan dengan berkembangnya koleksi anda nanti.

Jika anda masih bersikeras untuk mengembang biakan corn snake anda, silahkan membaca lebih lanjut.

Tahap-Tahap Breeding Corn Snake

1. Pre-Breeding Conditions:

Yang perlu anda ingat sebelum anda memulai adalah memastikan kedua ular induk dalam kondisi prima, tidak sakit dengan berat badan yang sesuai. Kondisi kesehatan yang kurang baik pada induk bisa menimbulkan komplikasi pada induk betina dan telur-terlunya. Terlebih lagi jika anda meletakkan ular yang sakit pada masa hibernasi kondisi ular akan sangat cepat memburuk dan bisa berakibat fatal. Induk betina dengan kondisi tidak sehat sering ditemukan mati pada masa kehamilan atau masa bertelur.

Timbanglah Ular: Sebelum memulai proses hibernasi, timbanglah ular terlebih dahulu karena ular akan mengalami pengurangan berat badan hingga beberapa gram.

Over Feeding: Anda bisa memberinya makanan dengan ukuran lebih besar daripada biasanya dan lebih sering. Lakukan “over feeding” ini dalam waktu kurang lebih enam bulan sebelum hibernasi.

Kosongkan perut ular: Sebelum anda memulai proses hibernasi, pastikan bahwa perut kedua induk ular dalam keadaan kosong.

2. Brumation:

Corn snake adalah reptil yang berasal dari Negara dengan empat musim, salah satu hal yang pasti dilakukan corn snake selama musim dingin adalah hibernasi, istilah hibenarsi untuk reptil lebih tepat  disebut dengan “Brumation”.  Waktu yang terbaik adalah setelah musim hibernasi, tentu saja awal spring. Tapi berhubung Indonesia hanya memiliki dua iklim anda dapat memanipulasi brumation ini dengan permainan suhu. Beberapa breeder reptile tidak melakukan brumation atau menghibernasikan hewan mereka sebelum proses perkawinan. Tapi sangat dianjurkan untuk melakukan brumation karena pada spesies tertentu, induk pria yang telah menjalani proses penurunan suhu lebih fertil (subur) dari pada ular yang tidak menjalani proses penurunan suhu, begitu pula pada induk betina yang telah mengalami proses penurunan suhu mampu memproduksi telur yang lebih baik dari pada yang tidak

Pre Cooling
Pre Cooling  adalah penurusan suhu berkala untuk proses brumation hingga suhu 50F/32C  selama satu bulan. Proses penurunan suhu ini akan memakan waktu 2,5 hingga 3 bulan
- Aturlah suhu Pre Cooling sekitar 65F/47C  s/d  70F/52C  kurang lebih selama lima hingga tujuh hari.
- Kemudian aturlah suhu diantara 55F/37C  hingga 60F/42C selama sekitar satu bulan.
- Atur kembali suhu 50F/32C dalam jangka waktu satu hingga dua bulan

Pengurangan suhu yang secara perlahan tersebut sangat diperlukan untuk menghindari kejutan suhu pada tubuh ular untuk proses brumation. Tanpa proses penurunan suhu yang berskala dan tepat dapat mengakibatkan banyak komplikasi pada induk ular.

After Cooling:

Setelah suhu kandang munurun hingga 50F selama satu bulan, anda harus kembali menaikan suhu dengan tahapan terbalik. Atur suhu pada 65F-70F kurang lebih 5 hingga 7 hari, lalu naikan suhu kandang kembali pada keadaan normal seperti biasanya. Biarkan ular pada suhu normal selama dua hingga tiga hari lalu berilah makan dalam jumlah kecil. Lima hari kemudian anda bisa mulai memberi makan ular anda dalam jumlah dan jadwal seperti biasanya.

3. Mempertemukan Dua Induk:

Anda memiliki dua pilihan dalam mempertemukan dua induk:

  1. Tunggulah hingga induk betina berganti kulit sekali setelah brumation. Ini merupakan masa perkembang biakan yang optimal karena sisik ular yang segar mengandung pheromones yang dapat merangsang proses perkawinan.
  2. Tunggulah hingga induk betina telah 3 atau 4 kali makan setelah brumation. Mayoritas breeder memilih cara ini karena lebih meyakinkan sebagai tolak ukur bahwa induk betina telah benar-benar pulih dari proses brumation.

Pertemukan kedua induk jantan dan betina pada satu kandang. Berilah makan sesuai dengan jadwal seperti biasanya, tapi harap diingat untuk memisahkan mereka disaat pemberian makan.

Walaupun secara umumnya proses perkawinan terjadi pada malam hari, tak jarang kedua induk kawin setelah shedding (mengganti kulit) atau setelah makan.

Anda bisa memisahkan kedua induk setelah beberapa kali kawin atau anda bisa menunggu hingga perut induk betina mulai membengkak.

Setelah anda melihat pembengkakan pada perut induk betina, berilah dia pakan yang lebih sering dan lebih banyak. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan telurnya karena induk yang hamil membutuhkan asupan nutrisi yang sangat banyak. Terlebih lagi dikarenakan induk akan mengalami banyak penurunan berat badan.

4. Betina Bertelur:

Induk betina akan bertelur sekitar 20 hingga 30 hari setelah proses perkawinan. Dalam waktu kurang lebih satu hingga dua minggu sebelum bertelur, induk betina akan berganti kulit, setelah pergantian kulit ini induk betina akan berhenti makan hingga bertelur.

Pada masa optimal ini anda harus menyiapkan wadah tambahan sebagai sarang untuk bertelur bagi induk betina. Anda bisa menggunakan ember atau wadah silinder plastik yang cukup besar untuk induk melingkarkan badanya seperti pada posisi mengeram. Letakan wadah tersebut didalam kandang induk betina. Berilah lubang pada sisi ember/wadah plastik sehingga sebagai jalan keluar masuk bagi induk. Anda nanti akan sering melihat induk betina bersembunyi dalam sarang terserbut dan menjulurkan kepala hingga batas lehernya saja keluar.

Isilah setengah penuh wadah sarang dengan medium atau lumut yang lembab, biasa digunaka “peat moss”, “sphaghum moss” atau “vermiculite”. Medium ini akan membantu telur-telur dari dehidrasi dan juga menjaga posisi telur agar tidak bergulir ketika sang induk bergerak.

Pada umumnya induk betina akan bertelur pada wadah sarang tersebut, tapi tak jarang induk betina bertelur pada posisi lain diluar sarang.

Jangan ganggu induk selama masa bertelur karena ini adalah masa yang sangat stress bagi induk. Anda mungkin harus memindahkan induk sewaktu mengambil telur, tapi biarkan si induk beristirahat selama dua hingga tiga jam setelah dia selesai bertelur. Pada saat ini anda sebaiknya terus memberikan induk betina dengan porsi makanan yang kecil demi menjaga nutrisi dan staminanya.

5. Pengeraman dan Penetasan:

Pisahkan Telur: Pisahkan telur dengan induknya. Usahakan posisi telur tetap karena kemungkinan besar embrio ular dapat tenggelam jika anda membaliknya.

Umumnya telur akan menempel satu sama lain, perhatikan warna dan corak dari setiap telur. Telur yang sehat memiliki warna putih bersih, bentuknya bundar dan halus. Telur yang buruk akan tampak kekuningan dan terasa lembab atau basah. Jika anda tidak merasa yakin dalam membedakan antara telur yang subur dengan yang tidak, tunggulah hingga beberapa telur membusuk. Pisahkan telur yang baik dengan yang buruk untuk menghindari pembusukan menular. Telur yang buruk biasanya sangat mudah untuk dipisahkan dengan telur yang lain, sedangkan telur yang baik akan menempel erat. Jangan pernah pisahkan telur yang baik karena pasti akan robek. Telur yang buruk kadang dapat dipisahkan dengan benang flosh yang biasa dipakai untuk membersihkan sela gigi.

Beberapa breeder bersikeras bahwa telur yang buruk tidak membahayakan telur yang baik, tapi tetap saja bau telur yang buruk sangat menyengat dan tidak jarang kasus terjadi dimana telur yang buruk membusukkan semua telur yang baik.

Inkubasi dan Medium: Anda membutuhkan inkubasi yang dapat anda beli atau anda buat sendiri, misalnya Hovabator incubator. Anda dapat membuat home made incubator dengan pendingin sterofom (Styrofoam), pita pemanas dan thermostat. Apakah anda pusing mendengarnya? Jangan kuatir karena pada kenyataannya telur dapat menetas hampir disegala macam wadah dengan pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat. Menurut penelitian terkini, pengaturan suhu dapat bervariasi sekitar 78F/60C s/d 80F/62C  atau ada kalanya ditemui penetasan dengan suhu 72F/54C s/d 90F/72. Variasi suhu yang tidak terlampau jauh dari normal dapat menghasilkan produksi dengan jumlah rasio jenis kelamin yang seimbang, jumlah yang lebih banyak dan hasil anakan yang lebih kuat.

Gunakanlah medium yang dapat mempertahankan suhu dengan baik. Banyak orang merekomendasikan “vermiculite” dan “perlite” sebagai medium eraman. Campurkan kedua medium dengan air atau salah satunya saja juga cukup, rasio perbandingan antara air dan medium adalah 4:3. Beberapa breeder lebih menyukai perbandingan rasio 1:1. Pastikan saja kalau medium eraman lembab tapi jangan terlampau basah . Wadah inkubasi anda membutuhkan lubang ventilasi untuk pergantian udara. Anda bisa membuka wadah saja tanpa repot-repot membuat ventilasi. Tapi dengan membuka wadah beresiko telur anda dimakan binatang pemangsa seperti tikus.

Letakan telur pada medium, ada yang meletakkannya begitu saja ada yang menguburkannya setengah atau tiga perempat bagian.  Meletakannya setengah terkubur akan lebih baik karena telur dalam posisi yang paling aman. Sekali lagi, berhati-hatilah agar posisi telur tidak terbalik waktu anda meletakannya,  karena bisa menyebabkan embrio dalam telur tenggelam.

Setelah 40 hingga 45 hari, mayoritas breeder akan menutup telur-telurnya dengan Koran atau anduk kertas yang dibasahi sehingga terasa lembab. Hal ini dilakukan untuk menjaga kulit telur agar tetap lembut , sehingga penetasan akan berjalan lebih mudah bagi bayi ular.

Hal yang paling dihindari adalah kehilangan telur-telur anda setelah proses yang begitu panjang dan lama. Jadi pastikan kalau anda mengatur dua hal yang sangat penting dengan tepat, yaitu temperatur dan tingkat kelembaban.

Suhu yang tinggi memang dapat mempercepat penetasan telur, tapi ini beresiko lebih besar dalam kegagalan penetasan. Telur akan menetas sekitar 50 hingga 55 hari.

Penetasan:
Tibalah saat yang paling ditunggu, pada hari kelima puluh biasanya bayi ular mulai memakan cairan dalam cangkangnya lalu mulai memotong cangkang dari dalam. Akhirnya anda dapat melihat kepala kecil mulai keluar dan mengintip dunia untuk pertama kalinya. Inilah saat yang paling menegangkan dan menggairahkan bagi breeder.

Bantulah bayi-bayi ular anda dengan memotong cangkang lebih lebar sehingga mereka lebih leluasa untuk keluar. Jika dalam waktu 24 jam ada telur yang tidak juga mau menetas, irislah cangkang dengan pisau yang sangat tajam. Berhati-hatilah agar tidak memotong bayi ular didalamnya. Biarkanlah ular keluar dengan sendirinya.

Ketika bayi ular telah sempurna keluar dari cangkangnya, anda bisa mengangkatnya dan meletakkan mereka diatas handuk yang bersih agar cairan yang menempel pada yubuh bayi ular menyerap pada handuk. Setelah kering anda bisa mulai meletakkan mereka pada kandang-kandang yang anda telah sediakan.

First time Feeding:
Bayi ular yang baru menetas akan mulai makan setelah pergantian kulit yang pertama. Berilah pinkies padanya setiap tiga hingga empat hari. Frekuensi pergantian kulit bayi corn snake memakan waktu empat hingga lima minggu sekali. Seperti halnya ular dewasa, bayi corn snake akan mogok makan ketika tiba saatnya untuk ganti kulit.

Jadi apakah anda sudah siap mencoba?

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Nov
26

Mengatasi Ular Sulit Makan….

Cara Mengatasi Ular yang Sulit Makan

Salah satu masalah yang paling menyulitkan pemelihara ular adalah sifat ular yang sering mogok makan. Terkadang ular mogok makan hingga menyebabkan kematiannya. Banyak orang mengalami hal yang sama pada beberapa ular mereka hingga sempat kalang kabut mencoba mencari informasi untuk mengatasinya. Tapi syukurlah ternyata jawabannya tergantung dari bagaimana kita  dapat mengenali sifat dan karakter ular kita masing-masing, terutama sifat dan karakter mereka saat berburu di alam liar. Tapi jika anda sudah mempunyai ular yang mogok makan, berikut ini beberapa saran yang mungkin berguna bagi anda.

Kenali Cara Makan (berburu) Ular Anda:
Sebelum saya jauh membahas secara detil dan global tentang sebab dan alasan ular sering mogok makan, saya akan membagi pengalaman pribadi saya terlebih dahulu. Saat itu saya mempunyai  Molurus normal dengan panjang 1 meter. Selama beberapa bulan ular itu menolak untuk makan. Hingga 3 bulan dalam rawatan saya, tak sekalipun dia mau makan. Saya telah lelah cari informasi tapi tak satu pun jawaban dapat menolong masalah saya. Akhirnya pada suatu hari saya memutuskan untuk membuat “hiding place” atau tempat bersembunyi. Terarium saya perbesar hingga saya dapat meletakkan sebuah kotak sembuyi yang saya buat sendiri didalamnya. Kotak sembunyi yang dijual dipasaran berukuran terlalu kecil, sehingga muncul inisiatif pertama untuk menggunakan kotak bekas sepatu, dilubangi dibagian salah satu sisinya sehingga terbentuk seperti mulut gua.

Setelah saya letakkan hiding place,molu saya langsung menjalar kedalamnya dan bersembunyi. Kebetulan saya masih memilik persediaan tikus putih (tiput) dan saya letakkan satu ekor. Tiput bergerak kesana kemari, dengan penuh harap dan doa saya memperhatikan terarrium. Molu yang bersembunyi didalam kotaknya tiba-tiba mengintip keluar, secara perlahan dia menjulurkan kepala dan lehernya dengan lidah yang bergerak dengan cepat. Saya semakin penasaran, tampaknya Molu  mulai memperhatikan tiput yang selama tiga bulan dia acuhkan walau bertengger diatas tubuhnya sekalipun. Tiba-tiba saja ketika tiput bergerak mendekati kepala molu yang menjulur hingga seleher, si molu menerjang tiput dengan cepat! Betapa terkejut bercampur girang hati saya, si kecil akhirnya mau makan! Saya baru ingat ular molu saya adalah ular hasil tangkapan liar yg saya tangkap di rumah tetangga dan saya baru sadari bahwa dia terbiasa berburu makanan dengan cara demikian. Alasan mogok makannya bukan karena penyakit, bukan karena tidak doyan tiput tapi hanya karena dia tidak merasa dihabitatnya dan satu-satunya cara yang dia tahu dalam mencari makan adalah dengan “menyergap santapanya sambil menyembunyikan diri!” Jadi usahakan untuk selalu meletakkan hiding place bagi ular anda, terutama jika anda dengan atau tanpa sepengetahuan mendapatkan ular hasil tangkapan liar.

Ular hasil ternak dan didikan:
Kasus retic tersebut diatas mungkin tidak akan terjadi dengan ular hasil ternakan (breeding), karena sedari bayi mereka telah belajar cara makan yang berbeda dari pemiliknya. Oleh karena itu saya anjurkan anda hanya membeli ular hasil ternakan, karena ular liar memiliki cara-cara yang berbeda dalam memburu makanannya, dan mungkin kealpaan anda tentang tabiat dan sifat mereka akan menyebabkan kematian mereka.

Hal yang sama juga terjadi pada salah satu ular reticulated python (sanca) saya. Dia juga merupakan tangkapan liar. Walaupun ular yang satu ini tidak mogok makan, tapi dari pengalaman dengan molurus, saya memutuskan untuk lebih memperhatikan cara dia makan. Pertama kali saya letakkan tiput, ular tersebut acuh tak acuh, lalu ketika saya acungkan ular diatas kepalanya langsung ia sambar. Kali kedua saya letakkan tiput dikandang dan menunggu. Ular sanca tak bergeming sewaktu posisi tikus dibawah kepalanya karena kepala ular bertengger diatas badannya. Saya giring tiput unduk menaiki “hiding place” dan seketika itu juga ular sanca saya tampak baru menyadari kehadiran si tiput dan menyambarnya. Ternyata saya baru sadari bahwa ular sanca cenderung berburu binatang dengan posisi yang lebih tinggi dari matanya. Jadi usahakan untuk menggiring mangsa ular sanca anda ketempat yang lebih tinggi dari kepala ular anda jika anda tidak berani memegang ekor tiput hingga si sanca menyambarnya dari tangan anda.

Ada satu kasus lain yang pernah saya baca, seorang pemilik ular menyadari bahwa ularnya hanya mau makan diatas handuk berwarna putih bersih. Lalu teman saya memiliki ular yang hanya mau makan ayam rebus yang disuir-suir karena dia dididik demikian dari lahir. Tak lama teman yang lain membeli ular yang hanya makan daging ayam potong karena dari breeder terdidik demikian, lantas beberapa ularnya yang masih bayi dia coba beri makan yang sama, potongan daging ayam segar dan ternyata mereka mau makan tapi sebagian lain tidak.

Dari pengalaman teman saya itu, saya  menyadari bahwa cara makan ular pun dapat diajari dan beradaptasi. Jadi hal yang paling utama anda harus lakukan adalah memperhatikan dan mengenali ular anda, kenalilah sejarah perkembangan ular tersebut. Ular memiliki jenis yang luar biasa beragam dengan kepribadian dan cara hidup yang sangat berbeda. Jika anda dapat mengenali mereka, maka anda tidak akan menemukan kesulitan.

Banyak yang menyanggah bahwa dengan hanya memberi makan ayam potong tidaklah sehat, tetapi saya telah membuktikan sendiri selama beberapa tahun ini bahwa ular teman saya yang diberi makan tiput hidup kerap kali terserang penyakit dan ular yang dia beri makanan ayam potong bersih ditambah vitamin dan minyak ikan yang diselipan dagingnya justru “tidak pernah sakit”. Berapa ular yang menolak ayam potong masih dia beri makan tiput dan seringkali mereka terserang sariawan atau flu, hampir setiap bulan dia harus merawat kedua penyakit tersebut secara bergantian hingga akhirnya dia memutuskan untuk hanya memelihara ular yang mau makan ayam potong karena merasa khawatir akan penularan penyakit jika dia lalai atau terlambat mengatasinya.

Dalam hal ini metode pemberian jenis makanan saya serahkan pada anda masing-masing. Hanya perlu diingat, setiap ular memiliki kepribadian yang unik dan anda harus pandai menggalinya.

Tips Secara Global:
Berikut dibawah ini penjelasan yang lebih rinci tentang sebab alasan dan bagaimana cara anda mengatasi ular yang mogok makan secara global (untuk segala macam ular):

Ular jarang makan: Harus anda sadari bahwa ular adalah jenis reptilia dengan metabolisme yang jauh lebih lambat dari binatang mamalia. Jadi jangan terlampau panik ketika ular anda berhenti makan dalam waktu yang cukup lama. Ular dapat bertahan hidup dengan puasa dari 3 hingga 2 tahun tergantung besar ukuran si ular dan besar ukuran makanannya.

Masalah Lingkungan: Ular merupakan binatang yang sangat sensitif dengan lingkungannya, anda dapat melihat contoh dari pengalaman ular molurus yang saya ceritakan diatas. Alasan utama yang dapat menyebabkan mogok makan adalah keadaan lingkungannya. Jadi sebaiknya sebelum memutuskan untuk mengadopsi seekor ular, pelajarilah dahulu sejarah dari perkembangan ular tersebut. Jika anda membeli hasil ternak, tanyakan pada peternak atau penjual dengan detil bagaimana kebiasaan si ular makan. Jika anda mendapatkan hasil tangkapan liar, pelajarilah dahulu kegiatannya dialam liar. Tanpa informasi yang cukup, kemungkinan besar anda akan membunuh ular anda daripada merawatnya. Suhu lingkungan juga merupakan salah satu hal utama yang anda harus perhatikan. Suhu yang terlalu tinggi atau suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan ular mogok makan. Kelembaban yang terlalu banyak atau kurang dapat mengakibatkan masalah yang sama. Jika anda baru mendapatkan ular anda, biarkan dulu dia membiasakan diri dengen lingkugannya untuk beberapa hari, tapi harus diingat untuk menyiapkan tempat tinggalnya senyaman mungkin. Tanyakan kapan terakhir dia makan dan kapan dia harus makan lagi pada penjual. Terkadang ular membutuhkan 5 hingga 7 hari untuk beradapatasi, tapi terkadang ular yang telah terbiasa berpindah tangan akan lebih mudah beradaptasi dalam beberapa jam. Cahaya yang terus menerus juga dapat mempengaruhi mood makan ular, misalanya dipong lebih suka makan dimalam hari disaat cahaya redup atau gelap.

Cara deteksi mangsa yang berbeda pada ular:
Ular memiliki cara berbeda dalam mendeteksi makanannya, ada yang lebih mengandalkan daya ciumnya, ada yang mengandalkan getaran dan ada yang menandalkan daya penglihatannya. Kita ambil perbedaan molurus dengan reticulated python. Molurus albino saya mengandalkan indera penciumannya. Ketika sebaskom potongan ayam diletakkan didekatnya dan tiupkan aroma darah ayam kearahnya, molurus akan mulai mengendus dan mencari makanannya dan tentu saja dia tidak mampu melihat potongan ayam tersebut. Sedangkan retic mengandalkan indera penglihatannya seperti contoh yang saya ceritakan diatas. Jadi pelajarilah jenis ular anda dan indera apa yang mereka andalkan dalam berburu atau mendeteksi makanannya. Pernah saya baca beberapa orang menyipratkan darah atau kencing pada tiput karena ularnya mogok makan, namun mereka tidak menyadari bahwa ular yang mereka miliki kemungkinan besar mengandalkan indera penciumannya bukan penglihatannya.

Penyakit:
Dengan sikap membisu ular memang tidak gampang untuk mengetahui bahwa ular anda sedang sakit atau stress. Aksi mogok makan ular bisa merupakan salah satu tanda bahwa ular anda sedang sakit. Ular memilik sifat ngambek yang membahayakan, jika diberi kesempatan ular dapat membunuh dirinya sendiri dengan mogok makan.

Penyakit yang sering terjadi adalah sariawan dan mudah dideteksi. Jika ular anda berukuran kecil akan sangat mudah menyembuhkan sariawan ini. Saya sering kali mendapati ular pemakan tiput terserang sariawan, untuk ular yang berukuran kecil hingga sedang cukup saya berikan salep gentamicin dimulutnya.

Penyakit flu juga akan mempengaruhi kemampuan makan karena indera penciuman tertutup dengan lendir, bagi ular yang mengandalkan penciuman dalam mencari makan akan sangat mengganggu untuk menemukan santapannya.

Penyakit yang sulit dideteksi adalah sariawan dari dalam tubuh, perhatikan sisik ular anda, jika anda menemukan bagian tubuh berwarna merah muda yang tidak lazim, itu merupakan tanda bahwa ular anda infeksi dari dalam tubuh. Ular tersebut mengalami gangguan dalam pencernaannya sehingga ia menolak untuk makan.

Untuk lebih jelas lagi tentang macam-macam penyakit, silakan baca artikel kami khusuh tentang penyakit ular. Langkah yang terbaik adalah membawa ular anda ke vet yang spesialis menangani reptil.

Jadwal dan porsi makan yang tepat:
Setelah ular menyantap mangsanya, dia akan berpuasa beberapa waktu untuk mencerna makanannya dan biasanya membutuhkan waktu dari 5 hingga 12 hari. Tergantung dari jadwal dan jumlah yang mereka telah terbiasa jalani, semakin besar makanan semakin lama mereka puasa. Jadi tunggulah jadwal waktu makan berikutnya karena pemberian makan yang terlalu dini akan sia-sia. Contohnya ular molurus albino dewasa saya biasakan makan 3 ekor ayam potong seminggu sekali. Jika saya memberi makan pada hari kedua setelah selesai makan pasti akan ditolaknya. Jangan terlalu banyak memberi makan ular anda karena akan mengakibatkan kegemukan. Seperti layaknya makhluk hidup lain, kegemukan bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi ular anda. Ada kalanya ketika anda memberi makan yang tepat ular akan menampakan tanda-tanda pergantian kulit. Tunggu setelah ular berganti kulit baru anda bisa mencoba memberi makan lagi.

Ukuran makanan yang sesuai:
Sering kita dengar bahwa besar makanan ular adalah sekian banding sekian dari ukuran tubuhnya. Ular memang mempunyi kemampuan untuk menelan makanan yang jauh lebih besar dari lingkar tubuh dan lingkar kepalanya, ada kalanya mereka mampu menelan sampai lima kali lebih besar dari lingkar tubuhnya. Tapi kembali lagi saya ingatkan, anda harus mempelajari sejarah perkembangan ular anda! Ular liar memang terbiasa dengan perburuan dan santapan yang sangat besar karena mereka harus berburu. Sedangkan freakuensi berburu dialam liar itu untung-untungan. Jadi ular lebih sering menyantap ukuran yang terbesar yang ia sanggup telan agar mereka tidak harus sering berburu. Beda halnya dengan ular hasil ternakan. Beberapa peternak atau pemilik ular melatih ularnya dengan pemberian makanan berukuran kecil. Saya ambil contoh ular albino molurus dewasa yang saya miliki. Ukuran panjang badannya telah mencapai 4 meter, pada umumnya dia mampu menelan mangsa sebesar anak kambing. Tapi hal itu tidak mungkin lagi karena molurus albino tersebut telah terdidik untuk melahap ukuran makanan yang kecil. Suatu hari saya memberikan potongan ayam yang lumayan besar, bagian paha bawah hingga setengah dada, walhasil bukan habis dilahap malah potongan tersebut ditinggalkan olehnya. Setelah beberapa menit dia berjuang untuk menelan tapi gagal ularpun menyerah karena tidak mampu melahap potongan ayam tersebut!

Jadi kita harus kembalikan lagi pada kebiasaan si ular. Ukuran yang terlalu kecil juga bisa menjadi kesulitan bagi ular untuk menelan, ukuran besar sama halnya. Jika anda tidak yakin, cobalah beberapa ukuran dan perhatikan. Namun biasanya jika ukuran terlalu besar biasanya ular sama sekali menolak untuk menyerang/makan.
Beberapa ular akan makan santapan yang sangat besar, tapi lebih baik dihindari karena akan membahayakan sistem dalam pencernaan tubuh si ular.
Terpengaruh Musim:
Beberapa ular akan mogok makan ketika tiba musim untuk berkembang biak. Anda bisa mengawinkan ular anda atau membiarkannya hingga musim kawin lewat. Musim dingin juga berpengaruh bagi ular yang berasal dari 4 musim. Misalnya ular ball python dapat mogok makan hingga 8 bulan pada pergantian musim dingin. Selama ular anda tidak kehilangan berat badan yang tidak lazim atau berlebihan, dan dia tidak dalam keadaan sakit, anda tidak perlu khawatir dan teruslah bersabar. Selalu coba beri ular anda makan dari waktu ke waktu hingga musim yang mempengaruhi nafsu makan mereka lewat.

Kunci dari keberhasilan anda sebagai pemilik ular adalah mengenali ular anda. Ular mampu menjaga dirinya sendiri di alam liar tapi dalam tangan anda ular bergantung sepenuyhnya pada anda. Karena mereka binatang yang bisu dan tidak mampu berekspresi layaknya kucing atau anjing, hal yang terbaik yang anda bisa lakukan adalah memperhatikan dan mempelajari sifat, gerak gerik dan tingkah laku mereka. Pada saatnya anda dapat merasakan kapan ular anda ingin makan, ingin bersama anda atau hanya ingin menyendiri.

Posted in Informasi Umum | 2 Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Oct
29

Tips Memilih Pet Reptil

Memelihara reptil bukan lagi menjadi hal yang aneh walaupun dibeberapa kalangan masyarakat masih dianggap tabu. Jika anda ingin mengadopsi binatang dari jenis reptil, ada beberapa hal yang harus perhatikan, diantara lain:

  • Hindari adopsi impulsive, jangan mengadopsi hanya karena nafsu seketika tanpa mempertimbangkan berbagai hal yang menyangkut komitmen jangka panjang antara anda dengan pet.
  • Pelajari dahulu tentang seluk beluk hewan yang anda ingin adopsi, hal ini akan mempermudah bagi anda maupun pet anda.
  • Persiapkan terlebih dahulu kandang dan segala keperluan pet sebelum anda membawanya pulang, sehingga akan memudahkan pet untuk beradaptasi ditempat barunya.
  • Siapa yang akan merawat secara intensif
  • Biaya pakan dan kesehatan
  • Penerimaan lingkungan anda terhadap binatang reptil. Seperti telah disebut diatas, beberapa kalangan masyarakat mengecam keras binatang reptil seperti ular. Periksalah dengan teliti apakah lingkungan anda mengijinkan.

Pet reptil sangat cocok bagi pribadi yang hidup dalam ruang lingkup sebuah gedung apartemen atau perumahan tipe kecil, karena:

  • Tidak banyak bergerak, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas
  • Tidak banyak bersuara bahkan kadang tidak bersuara sama sekali, sehingga tidak mengganggu tetangga anda.
  • Tidak membutuhkan “jalan-jalan” seperti layaknya anjing.
  • Mempunyai karakter yang kalem dan pendiam

Motivasi
Jika motivasi anda dalam memilih pet reptil hanya untuk “pamer” dan kelihatan gagah, sebaiknya anda pertimbangkan kembali. Komitmen jangka panjang antara anda dengan pet anda akan memudar ketika rasa bosan telah menghinggapi. Pelajari terlebih dahulu apakah pet reptil yang anda pilih sesuai dengan keinginan dan kepribadian anda dalam jangka panjang. Ada saatnya mungkin anda akan menikah, mempunyai anak, pindah lokasi atau hidup dengan orang lain.

Beberapa binatang reptil memiliki umur yang sangat panjang seperti kura-kura, dan sebagian lain memiliki umur yang relatif pendek. Jika anda ingin mengadopsi ular phyton atau boa, pertimbangkan kembali ukuran binatang tersebut yang nantinya akan sangat besar, apakah anda mampu menampungnya ataukah anda akan membuangnya kelak?
Perlindungan Hukum
Setelah anda yakin dengan keputusan dalam mengadopsi pet, periksa dan teliti dengan seksama tentang ijin kepemilikan binatang tersebut, apakah ia legal untuk dipelihara atau dilindungi hukum sebagai hewan yang tidak boleh dipelihara. Jangan mengacuhkan ketentuan hukum hewan dilindungi hanya karena anda pikir dapat dengan mudah menghindarinya. Sepandai pandainya tupai melompat, ia akan jatuh juga. Sepandai pandai anda mengelabuhi hukum, suatu saat mungkin anda terpaksa untuk bergelut dengan tuntutan hukum yang seharusnya tidak perlu dan anda bisa hindari.
Keadaan kantong
Pet adalah tanggung jawab yang tidak kecil, mereka membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Baik dari segi penyediaan pakan, tempat tinggal, aksesoris, obat, dokter, vitamin, kandang dan pelengkap kandang seperti lampu ultra violet dan sebagainya. Pilihlah jenis hewan yang sesuai dengan keadaan finansial anda. Jangan sampai pet menjadi beban keuangan bulanan anda.

Usia dan Ukuran tubuh
Usia terbaik dalam mengadopsi pet adalah usia muda, tapi anda harus yakinkan bahwa pet yang anda adopsi sudah mampu untuk makan sendiri dengan baik dan lahap. Dengan mengadopsi pada usia muda, bond (ikatan) yang akan terjalin antara anda dengan pet anda akan semakin kuat berbarengan dengan tumbuhnya pet. Pet akan terbiasa dan merasa akrab dengan kehadiran anda.
Ukuran tubuh juga anda harus pertimbangkan, kita ambil contoh “ular”. Jika anda belum terbiasa dalam menangani seekor ular, ukuran besar akan sangat beresiko dan menyusahkan anda.Ular berukuran besar juga dapat berakibat fatal bagi anda dan keluarga.

Sifat sosialisasi pet
Pertimbangkan sosialisasi yang anda ingikan dengan pet. Apakah anda ingin mempunya pet yang senang berinteraksi dengan anda atau pet yang lebih nyaman ditinggal sendiri. Ular adalah hewan yang cenderung hidup sendiri, mereka tidak suka diusik. Tapi untuk menghindari kembalinya kebuasan ular, anda harus secara rutin menangani ular anda.

Kura-kura terkenal sangat jinak dan bersahabat jika dipelihara dari kecil. Tapi ada masanya kura-kura menjadi agresif dan tidak jarang menggigit siapapun yang mengganggunya, misalnya pada saat kawin dan bertelur. Iguana sangat jinak dan aktif, mereka mampu bersosialisai dengan binatang lainnya seperti anjing dan kucing.

Ketika anda pertama kali membeli pet anda, pastikan mereka jinak dan terlihat nyaman ketika anda pegang, kecuali jika anda ingin mengadopsi jenis binatang yang beracun.

Keperluan Pakan dan Test Makan
Banyak dijual makanan jadi dipasaran untuk pet reptil seperti pelet kura-kura, tapi beberapa reptil membutuhkan pasokan pakan segar seperti tikus, jangkrik atau ulat. Bayi ular colubrid, misalnya corn snake hanya memakan bayi tikus yang disebut pinkies, dan pinkies ini amat susah untuk didapat. Pastikan anda memiliki sumber pakan yang cukup bagi pet dan selalu tersedia setiap saat.

Mintalah test makan untuk hewan jenis ular, karena ular cenderung mogok makan dengan berbagai macam alasan. Jika tidak memungkinkan, buatlah perjanjian dengan seller seperti; jika ular yang anda beli mogok makan maka anda berhak meminta ganti atau memulangkan ular tersebut. Biasanya seller hewan reptil akan memberi garansi pada pelanggannya.

Habitat Pet

Agar pet reptil tumbuh sehat dan bahagia, anda harus siapkan tempat tinggal yang senyaman mungkin. Tempat tinggal yang tidak nyaman bisa menyebabkan kematian pada pet. Keadaan lingkungan sangat berpengaruh baik dari segi kesehatan tubuh atau kesehatan mental. Pet yang stress tidak jarang akan menolak makan hingga mati. Suhu ruangan yang tidak cocok bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit seperti jamur atau pilek. Pelajari dahulu cara hidup pet anda dengan seksama. Usahakan untuk mengadopsi pet dari hasil breeder jangan dari tangkapan liar. Pet yang terdidik oleh breeder akan jauh lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan yang anda sediakan dan mudah ditangani sesuai dengan pengangan breedernya. Sedangkan hewan tangkapan liar akan lebih sulit, karena anda harus benar-benar mempelajari sifat dan sepak terjang pet anda dialam liarnya. Cara dia berburu mangsa, cara dia berjemur, cara dia kawin dan sebagainya.

Banyak pemula reptil pet mengalami kegagalan dengan matinya pet. Alasannya tentu saja beragam, bisa jadi karena kelalaian pemilik atau kealpaan pemilik tentang sifat binatang yang dipeliharanya. Salah satu faktor utama kegagalan biasanya karena pet yang mereka dapatkan adalah hasil tangkapan liar. Biasanya hewan tangkapan liar berada dalam kondisi stress yang berkepanjangan dan stress adalah faktor utama dari kematian. Stress ini selalu terjadi disaat binatang tersebut tertangkap, lalu mengalami proses penjinakan yang cukup melelahkan. Ada kalanya binatang tangkapan beradaptasi dengan baik, tapi adakalanya mereka tidak juga keluar dari trauma.

Kesehatan anda dan anak
Beberapa hewan merupakan carier (pembawa) virus atau bakteri penyakit. Diskusikan terlebih dahulu pada keluarga dan dokter keluarga anda sebelum membawa seekor reptil anda ke lingkungan rumah. Ular phyton yang sangat besar dapat sangat berbahaya bagi anak kecil, sejinak apapun, ular tetaplah binatang buas yang akan menyantap apa saja saat dia lapar. Jangan jadikan rumah anda tidak nyaman dengan kehadiran pet baru karena tujuan pet adalah sebagai penghibur hati.

Jumlah Pet
Beberapa jenis binatang lebih senang hidup sendiri dan sebagian lain membutuhkan teman bermain. Tentu saja setiap binatang akan mengalami musim kawin. Membeli sepasang pet adalah solusi terbaik, tapi jika itu tidak memungkinkan, carilah teman yang memiliki pasangannya. Sehingga ketika musim kawin tiba, anda tidak perlu pusing mau disalurkan kemana birahi tersebut. Perlu anda ketahui, pet dalam keadaan birahi selalu menimbulkan masalah. Ular biasanya akan mogok makan hingga berbulan-bulan, beberapa binatang lain akan gelisah dan menjadi agresif.
Pertimbangkan pula kecocokan dengan pet lain yang sudah anda miliki. Beberapa pet akan membuat pet lainnya stress dan tidak nyaman.
Dokter Hewan terdekat
Tidak mudah untuk mencari dokter hewan yang mengerti tentang reptil, terutama ular. Usahakan untuk mencari lokasi dokter hewan yang handal dalam menangani binatang jenis reptil. Carilah informasi di website atau forum.

Carilah teman sehobi
Mendaftar ke forum hewan peliharaan reptil akan sangat berguna, karena selain anda mendapat banyak teman sehobi, anda juga akan memiliki sumber infomasi yang luas tentang seluk-beluk memelihara reptil. Dari menanyakan pet store terbaik, dokter hewan hingga mencari pasangan ketika musim kawin pet anda tiba. Anda juga bisa bergabung pada club pencinta reptil yang ada dikota anda. Gathering biasanya selalu diadakan secara rutin. Memiliki jaringan yang luas sangat bermanfaat baik bagi anda maupun pet.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Oct
29

Cara Menjinakkan Ular

Ulaaaarrrrrrrrrr!

Mayoritas orang akan merinding atau bahkan lari tunggang langgang ketika melihat sesosok ular didekatnya. Tapi tidak sedikit juga orang begitu menggandrunginya, dan karena anda membaca artikel ini, anda termasuk salah satunya! Memeliharanya mungkin tidaklah sulit dengan membeli ular yang sudah dijinakan tapi bagaimana dengan menjinakan ular itu sendiri? Pasti anda penasaran bukan?

Memang menjinakan ular tidaklah mudah, tapi bukankah disitu letak tantangannya? Seperti menjinakan hati seseorang yang liar dan buas, menjinakan seekor ular membutuhkan waktu, kesabaran dan ketelatenan.

Lain dengan binatang peliharaan pada umumnya, ular yang masih sangat muda atau bayi malah cenderung lebih galak dan agresif dari pada ular yang sudah agak dewasa. Ini dikarenakan mereka lebih mudah merasa takut dan terancam ketimbang kakak-kakaknya yang sudah lebih kalem.

Tapi anda tidak perlu gusar karena selalu ada jalan menuju ke Roma, disini kami berikan tips dan trik khusus untuk meluluhkan hati si “dia” yang galak.

Langkah-langkah menjinakan Ular:

1. Perhatian: Sebelum mendekati ular apapun, anda harus pastikan hal-hal tersebut dibawah ini:

  • Ular itu tidak berbisa
  • Ukuran ular tidak terlalu besar. Hanya penjinak professional yang sebaiknya menangani ular dengan ukuran sangat besar. Tidak dianjurkan menjinakan ular yang lebih besar dan lebih kuat dari anda karena akan berakibat sangat fatal bila ular balik menyerang anda.
  • Ular telah kenyang alias telah makan dalam waktu dekat. Tapi jangan setelah makan karena ular bisa memuntahkan makanan. Ular memiliki trik pertahanan diri dengan memuntahkan makanannya dikala dia merasa terancam oleh bahaya agar dia dapat berlari lebih kencang ketika perutnya kosong. Sebaiknya tunggu dua hingga empat hari setelah ular makan. Hal ini tergantung besarnya makanan yang ia telan. Ular yang lapar adalah ular yang dalam keadaan marah sehingga ia akan menjadi lebih agresif.
  • Carilah teman jika ular yang anda coba jinakan cukup besar, misalnya melebihi 2 meter. Karena bukanlah hal yang tidak mungkin ular tersebut dapat melilit leher anda. Tapi jika ukuran ular sangat masih kecil dan kekuatannya masih lemah anda bisa melakukannya sendiri.

2. Buat dia merasa senang: Hati yang senang mudah ditaklukan, begitu juga ular. Buatlah ular merasa nyaman dan senang dengan kandangnya.  Letakan kandang pada tempat yang teduh dan alat penghangat seperti lampu atau piringan penghangat dalam kandangnya. Berikan makanan yang sehat dan air yang bersih setiap saat. Jagalah selalu agar ular terhindar dari stress karena akan mempersulit proses penjinakan.

3. Hadir Selalu: Biasakan ular dengan kehandiran anda. Biarkan dia melihat anda lalu lalang atau melakukan kegiatan sehari-hari. Pada awalnya mungkin ular akan mencoba menyerang anda dengan mematuk dinding kaca, tapi secara perlahan  dia akan memahami  bahwa kehadiran anda bukan sebuah ancaman baginya.

4. Dekati si dia dengan percaya diri: Ketika ular sudah terlihat tenang dan terbiasa melihat anda, saatnya untuk mendekati. Seperti halnya mendekati anjing dan kucing, ular akan dapat merasakan ketika anda tidak PeDe atau gugup. Hal tersebut hanya akan membuat si ular juga merasakan hal yang sama. Langkah yang tepat adalah memulai pendekatan anda dengan percaya diri dan tenang. Ularpun akan merasa tenang bersama anda.

5. Hindari sarung tangan dan pengait: Sarung tangan dan pengait mungkin aman untuk anda, tapi dua alat tersebut tidak dapat membantu banyak dalam menjinakan ular. Biarkan tangan anda tergigit sekali dua kali jika ukuran ular anda kecil.

6. Hati-hati dengan wajahnya: Ular sangat sensitif dengan rangsangan yang terjadi didepan wajahnya, jadi hampirilah ular dari belakang atau samping tubuhnya.

7. Jangan di belai: Jablai? Bukanlah keluhan seekor ular. Tidak seperti binatang lainnya yang butuh belaian sebagai perkenalan atau tanda sayang, anda sebaiknya tidak membelai ular yang belum jinak maupun sudah jinak didalam kandangnya.  Ular akan merasa sangat terganggu dan marah dengan belaian yang terus menerus.

7. Anda punya Kuasa: Jangan main colek-colek karena ular bukan binatang pemalu, anda harus menunjukan kekuasaan dan keyakinan diri anda padanya. Ulurkan tangan anda dengan menghadapkan punggung tangan, karena bagian punggung tangan akan lebih sulit untuk digigit ular. Gerakan yang ragu-ragu dan malu-malu ketika hendak mengangkat ular hanya akan mengundang ular untuk menyerang tangan anda. Angkatlah ular dengan cepat tanpa memberinya waktu untuk bereaksi. Jangan angkat pada bagian kepala atau ekor ular, tapi area tengah badannya. Jangan jatuhkan ular ketika ia berontak. Genggamlah dia dengan erat tapi nyaman pada badan ular. Jangan remas badan ular tapi biarkan ular tersebut melilitkan tubuhnya pada lengan anda. Biarkan dia bertengger pada anda sampai tenang.

8. Biarkan dia menari ditubuhmu: Ular akan berusaha melarikan diri dari anda, tapi jangan tahan dia. Biarkan ular menggeliatkan tubuhnya dibadan anda, lingkarkan jemari anda secara relaks ditubuhnya dan jagalah dia agar tidak terjatuh, biarka dia bebas menjalar ditubuh anda. Gerakan tangan anda terus menerus mengikuti irama gerakan tubuh siular. Berhati-hatilah jangan sampai anda menggengamnya terlalu kuat atau terlalu longgar. Ular akan menyadari bahwa anda tidak bermaksud jahat padanya dan ketika dia tidak lagi menganggap anda sebagai ancaman dia akan menjelejahi tubuh anda ketimbang melarikan diri. Jika dia merasa nyaman ada kemungkinan dia akan terdiam dan mematung ditangan anda.

9. Turunkan suhu kandang: Suhu yang tinggi meningkatkan metabolisme ular sehingga ular menjadi lebih aktif. Sangat dianjurkan untuk mengurangi suhu kandang pada masa penjinakan. Berikan ular anda waktu untuk “cool down” atau menurunkan aktivitas tubuh karena ular menjadi kurang agresif ketika suhu tubuhnya menurun.  Matikan penghangat kandang sejam sebelum anda mulai proses penjinakan. Tapi jangan lupa menaikkan suhu kandang kembali ketika selesai karena ular membutuhkan suhu yang tepat untuk mengolah makanan didalam perutnya.

10.Apel rutin: Selayaknya seorang gadis, ular juga butuh apel tanpa absen. Lakukan hal tersebut diatas secara rutin dan sesering mungkin.  Kesabaran adalah kunci utama keberhasilan. Jangan mudah menyerah, yakinlah anda bisa. Ular memiliki volume otak yang terlalu kecil untuk mengenali anda sebagai tuanya. Satu-satunya jalan adalah untuk membuatnya terbiasa dengan anda. Seperti banyak penggemar bilang, “semakin sering digigit semakin gemas.”

Selamat mencoba dan kami yakin anda pasti berhasil!

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

« Previous Entries