Satwa Unik
Feb
7

Cara Gampang Ngerawat Kura Kura

Seperti banyak reptil dan amfibi lainnya, kura kura cukup menarik bagi anak anak untuk memelihara. Namun demikian, banyak orang membeli kura kura hanya karena didasarkan ikut ikutan trend yang ada tanpa memperhatukan kebutuhan kura kura yang dibeli. Padahal memelihara kura kura tidak rumit. Jika sering terdengar kasus kematian kura kura di penangkaran, bisa jadi ini lebih disebabkan karena kura kura tersebut tidak ditangani dengan benar. Jika prosedur perawatannya benar, kura kura bisa hidup selama beberapa puluh tahun lho. Hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara kura kura agar sehat dan panjang umur adalah memastikan kura kura memiliki kandang yang cukup besar dan bersih untuk tinggal, cukup cahaya, kelembaban yang terjaga, air bersih dan lampu berjemur.

Dalam beberapa kasus, orang orang memilih untuk mencoba menciptakan sebuah habitat alami kura kura semirip mungkin dengan habitat aslinya yang artinya kura kura akan memiliki siklus hidup dan berkembang biak seperti saat ia di alam. Kelemahan dari cara ini kura kura akan memliki sifat yang tertutup terutama saat periode musim bertelur karena aslinya kura kura akan bersembunyi saat membuat sarang dan ngga mau diganggu.

Beberapa penghobi di luar negeri menggunakan pendingin untuk mencoba menciptakan kondisi ideal bagi kura kura supaya kura kura bisa berhibernasi atau istirahat panjang. Sebenarnya hal ini tidak disarankan karena kura kura tidak memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dan jika terjadi kenaikan suhu yang tiba tiba, tidur kura kura akan terganggu dan dalam beberapa kasus justru berakibat fatal. Cara terbaik adalah untuk tidak membiarkan kura kura berhibernasi sama sekali jika berencana memeliharanya di dalam ruangan.

Ketika memelihara kura kura di dalam rumah, pastikan kapasitas tangki pemeliharaan mampu menampung minimal 40 galon. Harus ada ruang yang cukup untuk meletakkan  kura kura, juga harus tersedia tempat di mana kura kura dapat berjemur di panas matahari. Temperatur yang ideal untuk habitat kura kura sangat tergantung pada jenisnya, seperti kura kura darat dapat mempertahankan panas tubuh lebih lama daripada kura kura air. Disarankan tidak terlalu sering memindahkan kura kura keluar dari habitatnya. Perubahan suhu yang tiba tiba dapat mempengaruhi sistem kekebalan reptil karena mereka adalah hewan berdarah dingin dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.

Selalu cuci tangan setelah memegang kura kura untuk menghindari kontaminasi. Memang tidak semua kura kura membawa salmonella, tapi untuk lebih aman bagi kesehatan, menjaga kebersihan baik bagi diri sendiri maupun kura kura dan habitatnya tetap menjadi prioritas.

Sebisa mungkin hindari menggunakan air keran untuk aquarium kura kura aquatic karena mengandung klorin dan fluoride yang dapat mengganggu keseimbangan ph. Gunakan air mineral untuk air minum kura kura dan air yang sudah di deklorinifikasi untuk berenang. Kadar klorin dalam air bisa dikurangi dengan cara membiarkannya terlebih dahulu selama 24 jam sebelum digunakan. Beberapa orang beranggapan bahwa menggunakan air diklorinasi membantu mencegah pembentukan bakteri mematikan. Hindari menggunakan kulit kayu atau serpihan kayu di kandang kura kura. Kulit kayu dapat menimbulkan masalah untuk kura kura karena kemungkinan saja tertelan. Selain itu kayu juga akan dengan mudah menyebabkan kandang terkontaminasi jamur. Solusinya letakkan kandang di sebuah ruangan di mana pencahayaan tidak berubah terlalu sering. Kura kura umumnya membutuhkan 12 jam sinar matahari dan menggunakan lampu UV sehingga kura kura akan terbantu mendapatkan jumlah vitamin D3 agar tetap sehat dan menghundari penyakit piramiding.

Kura kura juga harus mempunyai tempat persembunyian sederhana untuk beristirahat saat kur a kura tidak ingin berada di tempat terbuka. Gunakan media yang tidak beracun dan berbahaya seperti batu alam. Jika ingin memberikan vegetasi untuk aquarium kura kura, pastikan tanaman yang dipakai adalah tanaman yang tidak beracun, karena ada kemungkinan besar mereka akan mencoba untuk memakannya.

Selalu awasi Kura kura hingga aman dari gangguan anak kecil atau binatang peliharaan rumah. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan perilaku kura kura dan merawatnya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Feb
4

Kura Kura Eksotis dari Indonesia

Kura kura berleher ular yang berasal dari Indonesia bagian timur memang eksotis. Kura kura yang terdiri atas beberapa jenis dan dikelompokkan dalam famili Chelidae ini disebut sebagai kura kura berleher ular.  Beberapa jenis disebut juga dengan kura kura berleher panjang dan ada juga jenis lain yang dinamai kura kura berleher pendek. Sudah bisa ditebak, nama kura kura jenis ini diperoleh dari bentuk lehernya yang memiliki ciri khas khusus dan eksotis. Kura kura berleher ular mempunyai leher yang panjang hingga memang bentuknya mirip ular. Uniknya lagi kepala dan leher kura kura jenis ini tidak dapat ditarik masuk dan kemudian bersembunyi di dalam tempurung atau karapasnya seperti jenis kura kura lain.

Kura kura yang beberapa jenisnya ada di Indonesia bagian timur ini tidak dapat menarik dan menyembunyikan leher dan kepalanya ke dalam tempurung (karapas). Karena itu kura kura berleher ular hanya dapat melipat lehernya ke samping tempurung. Ada berbagai jenis kura kura leher panjang yang dapat dijumpai di Indonesia yang berada di Papua dan pulau pulau sekitarnya, Australia dan Amerika Latin. Semua Kura kura berleher ular adalah kura kura air tawar. Jenis kura kura dari famili Chelidae ini mempunyai kesukaan makanan yang berbeda beda mulai dari ikan, serangga dan bahkan pemakan tumbuhan atau herbivora. Kura kura anggota famili Chelidae ini terdiri dari sekitar 60 jenis atau spesies yang digolongkan dalam 20 genus. Beberapa spesies kura kura berleher ular yang bisa ditemukan di Indonesia antara lain adalah:

  • Kura kura Rote atau Rote Island Snake Necked Turtle yang bernama ilmiah Chelodina mccordi. Kura kura ini adalah hewan endemik pulau Rote. Kura kura ini sangat langka hingga oleh IUCN dikategorikan dalam Critically Endangered dan oleh CITES, kura kura ini dimasukkan dalam daftar Apendiks II. Sayangnya, jenis Kura kura Rote yang berukuran antara 18 hingga 24 cm ini justru luput dari daftar hewan yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

    Rote - Chelodina McCordi

  • Kura kura Papua Leher Panjang atau New Guinea snake necked turtle (Chelodina novaeguineae). Jenis kura kura Papua ini seperti namanya hidup dan tersebar di Papua dan Australia. Status konservasi IUCN Redlist kura kura ini adalah Least Concern atau Beresiko Rendah dan juga termasuk dalam salah satu reptil yang dilindungi di Indonesia.

Chelodina Novaeguineae

  • Reimann’s snake necked turtle atau Chelodina reimanni adalah jenis kura kura dengan panjang antara 14 hingga 21 cm yang juga terdapat di Papua, Indonesia. Status konservasi reptil ini adalah Near Threatened atau Hampir Terancam tapi bukan termasuk salah satu reptil yang dilindungi di Indonesia.
  • Chelodina rugosa adalah jenis kura kura yang memiliki panjang sekitar 20 hingga 30 dan kura kura cm ini ditemukan di Indonesia dan Australia. Status konservasi reptil ini adalah Near Threatened atau Hampir Terancam.
  • Northern Snake Necked Turtle atau Macrochelodina rugosa adalah jenis kura kura yang hidup di Papua dan Australia bagian utara.
  • Parker’s snake necked turtle atau Chelodina parkeri adalah jenis kura kura yang berukuran 20 hingga 27 cm ini terdapat di Indonesia dan Papua Nugini. Berstatus Vulnerable atau Rentan.

Chelodina Parkeri

  • Kura kura perut putih atau Elseya branderhosti adalah termasuk reptil endemik Indonesia yang dilindungi di Indonesia dan juga berstatus Vulnerable atau Rentan.

Elseya Branderhosti

  • Kura Irian leher pendek atau New Guinea Spotted Turtle atau disebut juga Elseya novaeguineae adalah jenis kura kura yang hidup di Indonesia dan Papua Nugini dan termasuk binatang yang dilindungi di Indonesia dan berstatus konservasi Least Concern atau Resiko Rendah.
  • New Guinea snapping turtle atau Myuchelys novaeguineae adalah jenis kura kura yang hidup di Indonesia dan Papua Nugini. Status konservasinya adalah Least Concern atau berada dalam Resiko Rendah.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Feb
3

Jenis Buaya di Indonesia

Buaya adalah nama Indonesia untuk menyebutkan jenis reptil yang berasal dari famili atau suku Crocodylidae. Selain buaya, reptil ini juga dikenal dengan nama nama yang berbeda di daerah daerah di Indonesia. Orang Sunda atau Banjar menyebutnya buhaya, di Jawa Tengah & Timur reptil ini disebut baya atau bajul, di Betawi disebut bekikok, bekatak, buaya katak (buaya yang bertubuh kecil gemuk), senyulong, buaya jolong jolong (Melayu). Dalam bahasa Inggris buaya disebut crocodile. Buaya termasuk hewan purba yang hanya mengalami sedikit perubahan evolusi semenjak zaman dinosaurus. Boleh dikatakan, buaya yang ada saat ini dengan yang ada pada zaman dinosaurus dulu relatif tidak jauh berbeda atau berubah.

Berbagai macam jenis (spesies) buaya termasuk spesies buaya di Indonesia memiliki ciri ciri yang hampir sama. Pada umumnya habitat buaya adalah di perairan air tawar seperti danau, rawa dan sungai, tapi ada juga jenis buaya yang hidup di air payau seperti buaya muara. Buaya adalah pemangsa yang menyergap mangsanya. Buaya menunggu mangsanya mendekat lalu akan menerkamnya dengan tiba tiba. Makanan buaya meliputi ikan, unggas dan beberapa mamalia. Selain mampu bergerak dengan cepat dan tiba tiba, buaya juga mempunyai rahang yang memiliki kemampuan mencengkeram yang sangat kuat. Tekanan gigitan rahang buaya dipercaya sebagai yang terkuat. Tetapi ironisnya, otot otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya sangat lemah. Pada satu percobaan terbukti bahwa buaya tidak mampu membuka mulutnya yang sudah diplester dengan beberapa lilitan saja.

Dari semua spesies buaya di dunia, di Indonesia terdapat 7 spesies buaya, antara lain adalah:

1. Buaya muara (Crocodylus porosus).

Crocodylus porosus

Buaya muara adalah spesies buaya yang paling sering ditemukan di Indonesia. Buaya muara adalah spesies buaya yang terbesar, terpanjang dan terganas di antara jenis jenis buaya lainnya di dunia. Buaya muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia adalah habitat favorit buaya muara selain Australia.

2. Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus siamensis).

Siamese Crocodile

Buaya jenis ini sudah termasuk dalam daftar Critically Endangered atau kritis. Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos dan Kamboja. Di Indonesia, buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.

3. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae).

Crocodylus Novaeguineae

Buaya Irian hanya terdapat di kepulauan Irian di Indonesia dan Papua Nugini. Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini mirip dengan buaya muara tapi memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan berwarna lebih hitam.

4. Buaya Kalimantan (Crocodylus raninus).

C. Raninus

Buaya Kalimantan mempunyai ciri ciri yang mirip dengan buaya muara. Karena sebab inilah buaya yang hanya dapat ditemui di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan ini statusnya masih menjadi perdebatan para ahli.

5. Buaya Mindoro (Crocodylus mindorensis).

Mindoro

Buaya Mindoro berada dalam status Critically Endangered. Buaya ini awalnya termasuk anak jenis (subspesies) dari buaya Irian (Crocodylus novaeguineae) tapi sekarang buaya ini di anggap sebagai jenis tersendiri. Buaya mindoro di Indonesia dapat ditemukan di Sulawesi bagian timur dan Sulawesi bagian tenggara.

6. Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii).

Buaya senyulong tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Buaya senyulong memiliki perbedaan yang unik dibandingkan dengan jenis buaya lainnya yaitu moncongnya yang relatif sempit.

7. Buaya sahul (Crocodylus novaeguineae).

Buaya Sahul

Buaya sahul sebenarnya masih dianggap satu jenis dengan buaya Irian, tapi oleh beberapa ahli taksonomi, buaya sahul yang hanya tersebar di Papua bagian selatan ini diusulkan untuk dijadikan spesies tersendiri.

Dari jenis jenis buaya yang ada di Indonesia,empat jenis buaya diantaranya, (Buaya Irian, Buaya Muara, Buaya Siam dan Buaya Sinyulong adalah satwa yang dilindungi oleh undang undang berdasarkan Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Oleh IUCN Redlist, Buaya siam dan buaya mindoro dikategorikan dalam buaya yang mulai langka dan dimasukkan dalam status konservasi Critically Endangered (Critis). Sedangkan Buaya senyulong dimasukkan dalam status konservasi Terancam Punah (Endangered). Dan spesies buaya lainnya seperti buaya muara dan buaya Irian didaftarkan dalam status konservasi berisiko rendah atau Least Concern.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Jan
28

Pelepasan Kura Kura Langka

Salah satu jenis kura kura paling langka di dunia dilepaskan ke sebuah sungai di Kamboja setelah sebelumnya di punggungnya ditempeli sebuah transmisi satelit. Transmisi itu ditempatkan di tempurungnya untuk mempermudah melacak jejak kehidupannya, terutama saat kura kura air ini melintasi tempat tempat pemancingan komersial dan perangkap perangkap yang dibuat manusia. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Jan
27

Kura Kura Berhidung Betet

Kura kura hutan Sulawesi atau kura kura paruh betet (Sulawesi Forest Turtle) yang dalam bahasa latin disebut Leucocephalon yuwonoi adalah salah satu jenis kura kura yang termasuk langka. Kura kura hutan sulawesi (kura kura paruh betet) termasuk dalam salah satu dari 7 jenis reptil paling langka yang terdapat di Indonesia, bahkan kura kura ini juga termasuk dalam daftar The World’s 25 Most Endangered Tortoises and Freshwater Turtles, 2011 yang dikeluarkan oleh Turtle Conservation Coalition. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Jan
26

Bertahan Hidup Ala Orangutan

Hidup di lingkungan yang sudah rusak dan mengalami kelaparan memaksa orangutan untuk mengembangkan strategi tersendiri agar bisa tetap bertahan hidup. Para orangutan mencoba untuk tetap bertahan hidup dengan cara “memakan” ototnya sendiri. Ya, bukan secara literal sih, Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

« Previous Entries