Satwa Unik
Jan
20

Punah tapi hidup lagi?

Para ilmuwan yang mempelajari kura kura Galapagos telah memastikan bahwa spesies yang sebelumnya disangka sudah punah yaitu Elephantopus Chelonoidis yang hidup di Floreana Island sekarang masih bisa ditemukan hidup di Pulau Isabela. Hal ini berdasarkan analisis DNA 2011 yang diambil dari kurang lebih 1600 kura kura hidup di Isabela. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU, Informasi Umum | No Comments »

Dec
24

Katak Paling Imut Sedunia

Peneliti dari Museum Bishop, Fred Kraus, berhasil menemukan katak terkecil di dunia dengan ukuran hanya 8 hingga 9 milimeter.  Katak spesies baru ini ditemukan di bagian Tenggara Papua Nugini dan menjadikan katak ini tetrapod (vertebrata non ikan) terkecil di dunia. Ada dua jenis katak yang ditemukan, yaitu Paedophryne Dekot dan Paedophryne Verrucosa. Keduanya masuk dalam genus Paedophryne, di mana semua anggota dari genus ini memang memiliki tubuh yang sangat mungil. Penemuan genus Paedophryne sebelumnya adalah pada tahun 2002, ditemukan di Papua Nugini juga dan memiliki panjang 10 hingga 11 milimeter. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Dec
23

Sulcatta di dunia bertambah 45 ekor.. :D

Sebuah kebun binatang di Cambridgeshire diberi kejutan manis karena keberhasilan mereka menetaskan 45 ekor kura kura jenis Sulcatta. Kebun binatang Linton Zoo sudah menjalankan program breeding African spurred tortoise selama 15 tahun, dan direktur kebun binatang Kim Simmons mengatakan kali ini adalah penangkaran yang paling sukses. Telur telur ini dihasilkan oleh Kali, sebuah nama Afrika yang berarti ‘energik’, seekor Sulcata atau kura kura raksasa seberat 65 kilo gram pada bulan Maret. Seperti yang kita ketahui, Sulcatta adalah kura kura darat terbesar dan merupakan ‘penduduk asli’ Afrika Tengah. Sulcata dewasa merupakan spesies kura-kura terbesar di daratan dan dapat tumbuh menjadi antara 24 hingga 36 inci (60 hingga 90cm),   Mereka adalah spesies kura kura terbesar ketiga di dunia, setelah kura kura Galapagos dan kura kura Aldabra. Sulcata memiliki ranking ‘rentan’ dalam daftar merah spesies yang terancam menurut IUCN.

Telur telur kura kura ini menetas setelah diinkubasi karena suhu di Inggris terlalu dingin untuk menetaskan mereka. Inkubasi juga menjaga bayi bayi kura kura tersebut dari induknya yang sepertinya tidak memiliki ‘naluri keibuan’. Beberapa dari kura kura tersebut rencananya akan digunakan untuk program breeding yang lain di Eropa. Kim Simmons menyatakan ini adalah bagian dari program pembiakan yang sangat sukses karena berhasil mendapatkan begitu banyak bayi sulcatta. Nanti saat umur bayi bayi sulcata ini sudah setahun, beberapa dari mereka akan diikutkan ke dalam program breeding yang lain. Untungnya bagi masa depan hewan tua ini, tempat lain di Eropa sekarang sudah menguasai program penangkaran yang sukses. Tapi sekarang, pihak kebun binatang perlu memastikan kemanapun nantinya bayi bayi sulcata ini pergi, pihak kebun binatang akan memvariasikan genetiknya. Perlu dipastikan bahwa yang dikawinkan bukan saudara sekandung, karena ini akan mengakibatkan genetic sulcata yang ‘berantakan’ dan berakhir dengan sulcata ‘bawaan’.

Dia menambahkan kalau bayi bayi sulcata yang menetas pada bulan September 2011 sekarang sedang benar benar dijaga kesehatannya di lingkungan indoor atau vivarium yang hangat dengan lampu UV dan infra merah. Nyaman dan aman deh pokoknya.

Hal ini akan memastikan kalau bayi bayi sulcata tersebut mendapatkan awal yang terbaik dalam memulai hidup mereka. Bayi bayi kura yang masih mungil ini memiliki berat rata rata 50 gram dan penting bagi mereka untuk dijauhkan dari sulcata dewasa demi keselamatan mereka. Bukan karena sulcata dewasa akan memangsa mereka, tapi lebih karena perbedaan ukuran yang sangat signifikan. Sulcata dewasa sama sekali ngga peduli sama anak anaknya, mereka bakalan jadi ancaman besar buat anak anaknya karena sulcata dewasa akan menginjak bayi bayinya yang berkeliaran di sekitarnya. Selain untuk mejaga bayi bayi ini dari induknya, penempatan bayi bayi sulcata di dalam kandang vivarium juga akan melindungi mereka dari tupai tupai yang mungkin akan mengira mereka adalah makanannya. Pihak kebun binatang menempatkan bayi bayi sulcata ini di dalam kandang khusus supaya bisa difoto, dan supaya pihak kebun binatang juga bisa mengawasi ke 45 bayi ini dengan telaten. Kebayang dong gimana repotnya ngurusin bayi bayi sulcata yang lumayan banyak jumlahnya kalo ngga ditempatin di satu kandang gede..? Bayi bayi sulcata ini sekarang sudah berukuran kurang lebih 4 inci & benar benar mendapatkan perhatian khusus dari Kebun Binatang Linton. Wah salut deh, pasti ngga bakal ada kejadian kaya di Kebun Binatang Surabaya.. Hehehe..

Posted in INFO REPTILES TERBARU, Informasi Umum | No Comments »

Dec
14

Spesies Baru Sungai Mekong

World Wildlife Fund (WWF) melaporkan telah mengidentifikasikan setidaknya 200 spesies yang ditemukan sejak tahun lalu di  Sungai Mekong, daerah yang terkenal memiliki keanekaragaman hayati, namun terancam oleh deforestasi, hilangnya habitat, overdevelopment dan perubahan iklim. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Oct
21

Pemilik “Kebun Binatang” Bunuh Diri Karena Stress

Penduduk Ohio ngga berani keluar rumah dari hari Rabu kemaren karena banyaknya hewan buas yang berkeliaran di jalanan. Setelah semaleman diburu, setidaknya 30 dari 48 hewan yang lepas ditembak mati oleh petugas dengan senapan berkekuatan tinggi. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU, Informasi Umum | No Comments »

Sep
3

Buaya.. Dari obat kuat hingga masuk ke tanki mobil.

Biarpun penampakannya menyeramkan, tapi buaya termasuk hewan yang malang.. Buaya sering diburu orang untuk dimanfaatkan sebagai aksesoris, obat kuat dan baru baru ini,  ada penemuan baru yang memanfaatkan buaya sebagai bahan bakar. Read the rest of this entry »

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Apr
16

Es buaya.. :(

Baru baru ini di hutan Mazury, Polandia, ditemukan seekor buaya dwarf yang membeku. Reptil malang ini memiliki panjang sekitar 1.5 metres dan seberat 20kg. Polisi setempat sudah melakuakn investigasi untuk mencari tau dari mana datangnya buaya itu & apa yang sudah terjadi pada reptile itu.

Buaya dwarf yang membeku itu lalu dibawa ke Institute of Pathological Anatomy of the University of Warmia & Mazury di dekat Olsztyn untuk pemeriksaan post mortem atau autopsi. Professor dari universitas ini, Taduesz Rodkiewicz menyatakan bahwa buaya yang ditemukan itu adalah buaya cebol atau dwarf crocodile betina yabng sudah dewasa. Dan buaya itu sangat jarang ditemukan di Polandia. Terus, hasil autopsinya menunjukkan kalo buaya ini bukan mati karena dibunuh jadi kemungkinan buaya ini mati karena sebab alami. Tapi professor Taduesz Rodkiewicz menambahkan bahwa jaringan dari buaya tersebut sudah diambil sampelnya untuk penelitian selanjutnya dan laporannya akan diserahkan ke kepolisian.. Wah, udah kaya nanganin kasus pembunuhan manusia aja ya..

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Jan
28

Buaya Filipina

19 buaya yang hampir punah dilepaskan di Philippine Thursday oleh Wildlife Officials dengan harapan spesies ini bisa beregenerasi kembali. Buaya buaya ini didapat dari konservasi, dipelihara selama 18 bulan di penangkaran setelah sebelumnya mereka hilang di taman nasional (satu dari dua habitat alam untuk reptil air tawar)

Buaya Filipina adalah buaya yang paling terancam punah dengan hanya tersisa kurang dari 100 ekor buaya dewasa di alam liar. Buaya ini bisa punah dalam 10 tahun jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mencegah kepunahannya itu.

BUaya ini hampir punah karena kehilangan nabitat aslinya yang rusak oleh bom ikan & diburu manusia. Tapi tentu saja bayi bayi buaya ini akan aman berada di  Sierre Madre Natural Park, yang terletak di provinsi Isabela.

Ada cukup makanan & orang orang  yang tau cara melindungi buaya buaya ini. Bahkan ada grup dari komunitas lokal yang menjaga tempat itu. Mereka adalah orang orang yang paham bahwa membunuh buaya itu terlarang.

Jika buaya ini bisa bertahan hidup, mereka akan tumbuh hingga bisa mencapai panjang 2.7 meter!

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Jan
28

Buaya Punya Menu Baru?

Pernah denger cerita ‘Peterpan’ kan? Disitu diceritain kalo ada buaya gede yang menggigit & memakan salah satu tangan Captain Hook lengkap sama jam tangannya. Buaya itu jadi punya ‘suara khusus’ yang bisa dikenali saat mendekati para bajak laut.

Buaya di Ukraina kayanya ga mau kalah, tapi kali ini dia ngga menggigit tangan pengunjung aquarium tapi hanya menelan hand phone pengunjung wanita yang kebetulan hpnya terjatuh saat mau mengambil foto sang buaya. Bunyi dering hpnya terdengar dari perut buaya itu beberapa hari kemudian. Setelah kejadian itu, buaya Nil bernama Gena itu menolak makan selama sebulan. Perwakilan dari aquarium Ukraina mengatakan kondisi Gena semakin memburuk tapi staff aquarium khawatir operasi untuk mengeluarkan hp tadi bisa membahayakan nyawa Gena.

Dikatakan buaya itu bergerak & berenang seperti biasa, tapi tidak mau makan selama berminggu minggu. Staff Aquarium masih mengusahakan buaya itu agar bisa buang air besar dengan cara memberi vitamin & laxative yang diinjeksikan pada bebek sampai menghangatkan suhu air & udara untuk mempercepat pencernaannya.. Mudah mudahan bisa cepet keluar tuh hp..

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

Jan
14

Katak Kaca

Dari begitu banyak spesies amfibi yang aneh & menarik di planet Bumi, ada satu yang sangat unik & special. Dia adalah Katak Kaca atau Glass Frogs. Katak ini sangat unik karena kulitnya benar benar transparan, jadi isi tubuhnya bisa keliatan. Kulit yang transparan ini juga memberikan keuntungan bagi katak karena mereka bisa sedikit terlindungi dari predator. Sebab karena badannya yang transparan, katak ini hampir tidak terlihat di antara dedaunan. Apalagi Glass frogs kebanyakan aktif di malam hari. Ini membuat mereka sulit ditemukan.

Glass frogs hidup di pepohonan & di antara tanaman di hutan pegunungan Amerika Tengah & Selatan yang lembab. Hutan hujan ini lebih tinggi dari gunung sehingga disebut juga hutan awan karena pepohonannya selalu tertutup awan.

Selama musim kawin, katak ini hidup di sepanjang sungai dimana mereka akan bertelur di daun daun yang menggantung di atas air sungai. Setelah selesai musim kawin, katak ini akankembali hidup di dataran tinggi di pepohonan.

Telur Glass Frogs

Para ahli konservasi sangat tertarik dengan jenis katak ini karena kemungkinan katak ini bisa menjadi bioindikator. Yang artinya satu spesies dapat menyediakan petunjuk tentang kesehatan dari lingkungan tempat mereka hidup. Karena perubahan cuaca di Bumi, beberapa hutan hujan & hutan awan tempat glass frog hidup menjadi terlalu kering, yang membuat katak ini (dan juga tanaman & hewan lainnya yang hidup di hutan hujan & hutan awan) mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Dengan meneliti Glass frog, diharapkan dampak dari pemanasan global bagi hutan hujan & spesies yang ada di dalamnya bisa dipelajari lebih jauh.

Posted in INFO REPTILES TERBARU | No Comments »

« Previous Entries