Satwa Unik
Feb
25

Jenis jenis Crocodile Newt

Emperor Crocodile Newt (T. shanjing)
Setelah sekian lama dimasukkan dalam spesies yang sama dengan T. verrucosus, emperor crocodile newt dipisahkan dari spesies serbelumnya pada tahun 1995. Emperor crocodile newt adalah spesies yang berasal dari provinsi Yunnan di China. Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
24

Nenek Moyang Buaya

Para peneliti dari University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan buaya prasejarah yang pernah hidup sekitar 90 juta tahun yang lalu. Buaya yang dikenal dengan nama Shieldcroc ini diduga adalah nenek moyang buaya modern. Aegisuchus witmeri atau Shieldcroc yang ditemukan di Afrika adalah nenek moyang paling awal dari buaya, paling tidak begitulah kata Casey Holliday, Asisten Profesor Anatomi di University of Missouri School of Medicine, seperti yang dikutip dari Science Daily awal bulan ini.

Casey Holliday mengatakan Aegisuchus witmeri ini adalah penemuan terbaru dari spesies buaya yang hidup di akhir era Cretaceous. Menurut Holliday, periode ini merupakan bagian dari era Mesozoic, yang disebut juga sebagai zaman dinosaurus. Tapi banyak penemuan penemuan terbaru yang  menyebut era tersebut sebagai zaman buaya. Kenapa disebut Shieldcroc? Berdasarkan  analisis terhadap pembuluh darah jaringan parut pada tulang, buaya tersebut memiliki struktur menyerupai perisai (shield) di atas kepalanya. Bagian penyok dan benjolan pada tulang menunjukkan pembuluh darah mengirimkan darah pada gundukan kulit yang melingkar, dan ini merupakan sesuatu yang belum pernah ditemukan pada buaya. Menurut Holliday lagi, perisai itu mungkin saja digunakan untuk menarik pasangan dan mengintimidasi musuh, atau malah bisa juga berfungsi sebagai pengontrol suhu kepala.

Selain itu, Holliday juga menganalisa tulang tengkorak dan otak Shieldcroc untuk memperkirakan besarnya ukuran keseluruhan reptil. Ia mengatakan para ilmuwan sering menggunakan ukuran kepala binatang untuk memperkirakan panjang totalnya. Dan Holliday bersama Nick Gardner, rekan penelitiannya mengatakan spesimen tersebut memiliki kepala sepanjang 1,5 meter dan panjang totalnya 9,1 meter. Buseeet..!!

Holliday melanjutkan, walaupun buaya tersebut hidupnya lebih dari 90 juta tahun lalu, para ilmuwan dapat menggunakan informasi untuk lebih memahami buaya di zaman modern melalui fosilnya. Buaya jaman sekarang ini hidup di delta dan muara, yang merupakan lingkungan yang berada di bawah tekanan maksimal dari aktivitas manusia. Dengan memahami bagaimana nenek moyang hewan hewan itu bisa punah, kita bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan untuk melindungi dan melestarikan ekosistem yang vital bagi buaya modern.

 

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
23

Bunglon Terkecil di Dunia

Tim peneliti dari San Diego State University di Amerika Serikat, berhasil menemukan bunglon terkecil di dunia yang panjangnya cuma sekitar tiga sentimeter. Kalau bunglon mini ini diletakkan di tangan manusia, bunglon yang termasuk dalam spesies Brookesia Micra ini hanya terlihat sepanjang kuku jari. Read the rest of this entry »

Posted in Animals Supplies | No Comments »

Feb
23

Konservasi Amfibi di Madagascar

Banyak orang yang benar benar berusaha keras untuk melindungi amfibi dari kepunahan karena menurut para ahli biologi, populasi amfibi di seluruh dunia terancam punah dan 165 spesies di antaranya sudah dinyatakan punah. Ramah lingkungan tidak gampang diterapkan terutama bagi katak atau binatang amfibi lainnya yang harus menghadapi musim musim yang tidak menentu, pencemaran atau polusi dan hilangnya habitat mereka. Lebih dari sepertiga jumlah amfibi di dunia atau hampir enam ribu spesies amfibi yang dikenal, terancam masalah lingkungan dan jamur chytrid mematikan yang dapat memusnahkan seluruh populasi amfibi.

Tapi di Madagaskar ada sebuah program pengembangbiakan amfibi yang merupakan salah satu usaha penyelamatan yang dilakukan para herpetologists di seluruh dunia. Robin Moore, pakar amfibi pada lembaga pelestarian internasional mengatakan kalau jumlah amfibi memang mengalami penurunan. Banyak spesies berkurang dan diperkirakan punah. Amfibi adalah binatang yang jumlahnya mengalami penurunan sangat cepat. Dan menurut Robin Moore program pengembangbiakan adalah cara yang tepat untuk memperlambat kepunahan itu. Program ini dianggap suatu cara untuk menghindari kepunahan secara langsung. Program pengembangbiakan amfibi yang dilakukan di rumah rumah di Madagaskar itu dimulai dengan 30 katak dari kawasan Andasiben. Tapi tentu saja tidak akan berhenti disitu, masih ada rencana meningkatkan jumlahnya dan akhirnya mengembangbiakkan spesies yang terancam punah itu. Kuncinya adalah menggabungkan program seperti ini dengan program di lapangan untuk memastikan habitat amfibi itu dilindungi dan idenya adalah untuk mengembalikan spesies itu ke alam bebas.

Staff dari Departemen Perikanan Virginia bernama  John Kleopfer membantu melacak populasi amfibi di daerah satwa liar Mattaponi sebagai bagian dari program pemantauan nasional. John mengatakan para pejabat suaka pertama kali mengamati pengurangan jumlah amfibi itu  pada tahun 1970-an. Tapi baru pada pertengahan tahun 1990-an,  jamur Chytrid berhasil dilacak sebagai penyebab musnahnya amfibi secara besar-besaran. Scott Boisvert adalah siswa berusia 18 yang mempelajari jamur chytrid yang menyebabkan musnahnya amfibi secara besar besaran itu. Jamur ini bergerak seperti awan yang mematikan melewati Panama dan Amerika Tengah. Seorang peneliti mampu memetakan waktu jamur itu muncul dan akibatnya pada katak katak di daerah itu.

Kleopfer juga mengatakan, tampaknya orang tidak menyadari pentingnya amfibi dan perannya dalam ekosistem.  Katak katak itu memakan serangga dan katak katak itu adalah makanan binatang lain. Mereka membantu menyuburkan tanah ketika berada di lingkungan sekitarnya. Jadi ada hubungan timbal balik. Pada pertengahan musim dingin tidak ditemukan katak atau kadal. Tapi hanya dengan dua jam berkendara ke arah Selatan di Virginia, John Kleopfer menemukan banyak telur kadal di genangan air di dekat jalan. Di dekatnya, ada banyak kecebong yang kemungkinan akan menjadi katak hijau atau katak kayu yang berenang di sekitar air berlumpur itu. Sebuah pemandangan yang menjanjikan bagi peneliti perlindungan amfibi. Sayangnya, di bagian lain Amerika dan juga di negara negara lain, dunia fauna katak sangat bermasalah dan oleh karena sebab inilah pusat pengembangbiakan seperti yang ada di Madagaskar sangat penting dan dapat mencegah mahluk mahluk penting itu dari kepunahan.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
18

Spesies Katak Baru Lagi

Ekspedisi penelitian yang dilakukan oleh Conservation International di wilayah Sungai Sipaliwini dan Kutari di Suriname berhasil menemukan keanekaragaman hayati baru yang terdapat di wilayah tersebut. Menurut Livescience, sebanyak 1.300 spesies terkumpul lewat penelitian bertajuk “Conservation International Rapid Assessment Program”. Dari jumlah itu, 46 spesies di antaranya berpotensi sebagai spesies baru.

Salah satu spesies yang menarik adalah sejenis ikan sapu sapu yang memiliki tanduk. Ikan sejenis sapu sapu ini memiliki tulang eksternal, selain itu ukuran ikan sapu sapu yang cukup besar ini merupakan bentuk adaptasi di Sungai Sipaliwini, tempat ikan sapu sapu ini berkembang di lingkungan yang dipenuhi ikan piranha. Jenis ikan sapu sapu yang bernama ilmiah Pseudacanthicus sp ini merupakan spesimen pertama yang berasal dari Sungai Sipaliwini. Spesimen ini semula hendak dimasak oleh warga lokal sebelum akhirnya diminta ilmuwan untuk dikoleksi.

Spesies yang diduga baru lainnya adalah hewan dari jenis amfibi yaitu katak Hypsiboas sp yang memiliki jumbai putih pada kaki. Katak ini dijuluki katak Koboi karena jumbai putih di kakinya mirip seperti celana koboi, dan juga katak ini memiliki semacam taji di telapak kaki. Katak ini ditemukan di salah satu cabang pohon di Sungai Kutari. Spesies katak lain yang ditemukan dan telah dikenal dalam ilmu pengetahuan adalah katak mulut raksasa (Ceratophrys cornuta). Jenis katak ini sangat rakus. Dengan mulutnya yang berukuran besar, katak ini bisa dan akan memakan katak lain, burung dan mamalia yang seukuran dengan tubuhnya.

Selain itu ditemukan jga tonggeret krayola yang punya warna tubuh mencolok. Tonggeret adalah sejenis serangga anggota subordo Cicadomorpha, ordo Hemiptera. Bagian depan tubuh tonggeret ini bewarna merah jambu dengan bintik hitam, sementara bagian belakangnya berwarna kuning berbintik biru. Tonggeret yang bernama ilimiah Vestria sp ini punya semacam senjata kimia untuk melindungi diri dari burung dan mamalia. Manusia tak akan merasakan efek apa apa kalau memegang tonggeret ini tapi jangan coba coba memakannya karena pasti akan sakit. Dua spesies lain adalah tonggeret berkepala kerucut (Lobocelis bacatus) yang memiliki warna merah muda dan hijau serta kumbang bertanduk (Coprophanaeus lancifer) yang berukuran raksasa untuk jenisnya karena memiliki bobot seberat 6 gram, memakan kotoran serta memiliki warna biru dan ungu.

Coprophanaeus Lancifer Jantan

Selain kekayaan biologi, ilmuwan juga berhasil menemukan sebuah gua purba di situs Werephai, dekat Desa Kwamalasatu, Suriname. Analisis menguak bahwa gua itu telah dijadikan tempat hunian sejak 5.000 tahun lalu. Menanggapi hasil temuan, Trond Larsen yang mengepalai program penelitian ini mengatakan bahwa untuki sementara ini akan sangat penting mendata dan memahami biodiversitas yang ada di daerah itu untuk melindunginya. Dan tujuan terpenting dari program ini adalah mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan komunitas Trio yang merupakan komunitas adat setempat. Penemuan ini akan membantu komunitas Trio untuk mempromosikan ekoturisme yang berkelanjutan, memberi kesempatan peningkatan ekonomi, sekaligus mendukung program konservasi di ekosistem sekelilingnya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
17

Chrysopelea, Si Ular Terbang

Ular memang binatang yang ngga pernah bikin kita berhenti kagum. Banyak orang mungkin mengira kalo ular adalah hewan mengerikan yang punya segala cara untuk membuat kita takut. Walaupun anggapan ini ngga sepenuhnya bener, tapi buat orang orang yang takut ular ada satu lagi kemampuan reptil ini yang bakal bikin merinding yaitu terbang. Jake Socha dari Universitas Chicago, adalah seorang peneliti yang selama delapan tahun mengamati sejenis ular yang memiliki kemampuan melayang seperti burung. Kini ia mengungkapkan ada apa di balik rahasia terbang ular ular jenis Chrysopelea tersebut.

Meski ular terbang tidak memiliki anggota badan khusus untuk terbang, tapi ular terbang mampu bergerak dengan mahir di udara. Pertama, ular tersebuta akan meratakan tubuhnya sehingga menjadi pipih dari bagian kepala hingga ekor. Ular terbang memiliki bagian tubuh dan ekordan mereka juga memiliki tulang rusuk. Tulang rusuk ini bisa dikembangkan sehingga bentuk tubuhnya menjadi pipih. Aktifitas ini akan membuat tubuh ular mampu untuk meluncur atau melayang secara aerodinamis.
Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
15

Dinosaurus Penghuni Antartika

??

Selama ini kebanyakan fosil yang ditemukan di Antartika adalah fosil yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Tapi di Antartika juga, ilmuwan telah menemukan fosil dinosaurus pemakan tumbuhan yang merupakan salah satu hewan terbesar yang pernah hidup di dunia. Dinosaurus ternyata dulu pernah tinggal di benua antartika dan ini dibuktikan dengan penemuan bukti terbaru keberadaan hewan di benua es tersebut.

Dinosaurus yang ditemukan para peneliti itu termasuk dalam famili Titanosaurus. Titanosaurus adalah Sauropoda yang memiliki leher panjang seperti jerapah, ekor yang juga panjang dan memiliki empat kaki. Sebanyak 150 spesies Sauropoda telah ditemukan di berbagai belahan dunia. Namun baru sekarang ini ditemukan di Antartika.

Fosil Titanosaurus tersebut ditemukan di James Ross Island oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh ilmuwan Argentina. Fosil yang ditemukan berupa patahan tulang belakang sepanjang 20 cm yang dipercaya berasal dari bagian ekor dinosaurus tersebut. Ilmuwan percaya, dinosaurus yang ditemukan berasal dari masa Cretaceous akhir, 70 juta tahun lalu. Penemuan dipublikasikan di jurnal Naturwissenschaften, sebuah publikasi ilmiah terbitan Jerman. Sejauh ini ilmuwan belum menyatakan spesies dari dinosaurus itu karena keterbatasan sampel identifikasi.

Dr Ignacio Alejandro Cerda Conicet dari Research Institute di Argentina yang merupakan salah satu peneliti mengatakan kalau penemuan mereka ini menunjukkan bahwa Titanosaurus terdistribusi secara global, paling tidak pada masa Cretaceous akhir.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
14

Teori Bari Velociraptor

Teori ini adalah teori terbaru menyangkut salah satu dinosaurus yang terkenal sebagai dinosaurus pemakan daging ‘berkuku pedang’ yang bernama Velociraptor.  Seperti yang dikutip dari Scotsman, menurut para ilmuwan, Velociraptor menggunakan kuku besarnya untuk mengoyak tubuh mangsa ketika sedang dimakan. Kuku tajam Velociraptor digunakan bukan untuk menyerang dan menerkam mangsa seperti yang terlihat di film Jurassic Park, begitulah kata para ilmuwan dari Montana State University.

Sebuah perbandingan dilakukan oleh para peneliti tersebut yaitu dengan burung pemangsa modern yang menggunakan cakarnya untuk mencengkram mangsanya. Dengan perbandingan ini Velociraptor beserta para sanak keluarganya menggunakan kuku mereka untuk mencengkram mangsa besar.

Selain itu, para ilmuwan juga percaya bahwa cakar besar Velociraptor juga ikut berkontribusi dalam evolusi tumbuhnya sayap pada burung di masa depannya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
14

Ciuman Mesra Sang Iguana

Ternyata ngga cuma manusia yang bisa bertingkah romantis, reptile jenis iguana juga bisa lho bersikap ‘romantis’. Sebuah ‘ciuman mesra’ dihadiahkan Fluffy, iguana betina pada wajah salah satu staf Shepreth Wildlife Park. Ciuman ini bisa jadi ngga akan terlupakan oleh Dean Ward, staf yang ‘beruntung mendapat kecupan’ dari Fluffy.

Dean Ward mengatakan dengan gaya bercanda kalo dia sekarang memang masih jomblo dan dengan momen hari Valentine, satu satunya ‘wanita’ yang bisa berinteraksi dengannya cuma si Fluffy. Fluffy saat itu sedang di handle Dean untuk test level hormonnya dan menggigit dan mengunci gigitannya selama kurang lebih 10 detik setelah wajah Dean berada sedikit terlalu dekat dengan Fluffy.

Walaupun  Dean bilang gigitan Fluffy Cuma ‘sedikit sakit’, Dean yang berumur 36 tahun harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Pihak rumah sakit pun mengatakan luka yang diderita tidak berbahaya setelah membersihkannya dan Dean dilarang bercukur sampai lukanya sembuh. Walaupun diberi ‘tanda cinta’ berbentuk jantung di wajahnya dan jadi bahan ejekan teman temannya, Dean ngga sakit hati sama Fluffy dan teteap ingin menemui Fluffy. Dean mengatakan gigitan dan memar akibat serangan hewan memang sudah jadi resiko kerjaannya. Ini bukan kali pertama dan pastry juga bukan yang terakhir kalinya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Feb
9

Cara ngasih makan bayi corn snake

Ada beberapa cara untuk membuat bayi corn snake mau makan. Kebanyakan ular yang baru menetas, sekecil apapun biasanya mampu makan bayi tikus (pinkies) yang baru lahir. Tapi klo masih ragu & mikir ular kecil punya kamu ngga bisa makan pinkies, beberapa cara di bawah ini bisa dicoba.

Read the rest of this entry »

Posted in Informasi Umum | 3 Comments »

« Previous Entries