Satwa Unik
Mar
31

Draco Lizard

Draco lizard atau kadal Draco, memiliki panjang hingga 20 centi, termasuk ekornya. Draco lizard memiliki tubuh yang pipih yang sangat membantu kadal ini untuk ‘terbang’. Kadal Draco memiliki warna belang belang kecoklatan. Kadal ini juga disebut ‘flying dragon’. Draco lizard memiliki tulang iga yang berbentuk memanjang yang bisa dipanjang – pendekkan. Di antara tulang iga ini terdapat lipatan kulit yang sejajar dengan tubuh saat tidak sedang dipakai tapi akan berfungsi sebagai ‘sayap’saat dibentangkan. Sayap ini memungkinkan Draco untuk meluncur di udara dengan bantuan angin yang sedang bertiup. Uniknya, kadal ini menggunakan ekornya yang panjang & ramping sebagai ‘kemudi’ dan ini bisa membuat kadal draco melayang hingga sepanjang 9 meter.

Untuk draco lizard yang kecil, bergerak di antara pepohonan dalam hutan  di Asia Tenggara adalah kegiatan yang sangat penting. Karena bisa dipakai untuk melarikan diri dari bahaya, menarik pasangan dan juga untuk mencari makanan. Berlarian di hutan dimana banyak pemangsa yang mengintai akan sangat berbahaya bagi kadal draco. Jadi selama ribuan tahun, kadal Draco telah menyesuaikan kapasitas dirinya untuk terbang.

Di bagian sisi bawah sayap kadal draco berwarna biru untuk draco jantan & berwarna kuning pada kadal draco betina. Mereka juga memiliki semacam sirip pada bagian bawah lehernya yang disebut ‘dewlap’ yang berwarna kuning cerah pada kadal jantan & biru keabuan pada betina.

Kadal draco jantan bersifat sangat territorial & akan memakai kemampuannya meluncur terbang untuk mengejar saingan saingannya yang berasal dari dua atau tiga pohon yang diakui sebagai miliknya.

Walaupun kadal draco biasanya menghindari berada di tanah, kadal draco betina masih harus turun ke tanah untuk bertelur. Kadal dracop akan menggunakan moncongnya yang berbentuk tajam untuk membuat lubang kecil di tanah, dimana akan diletakkan sekitar 5 butir telur. Lubang berisi telur telur ini kemudian ditutupi dengan tanah. Induk kadal draco akan tetap berada di tanah hingga 24 jam kemudian untuk menjaga telur telurnya dan setelah itu sang induk akan kembali ke pohon & meninggalkan telur telurnya hingga menetas dengan sendirinya.

Flying dragons atau kadal draco hanya memakan semut & rayap. Kadal ini biasa ditemukan di daerah yang memiliki pepohonan yang padat di Philipina & Timur Borneo, sepanjang Asia Tenggara hingga India Selatan.

Kadal ini sangat banyak di daerah daerah yang disebutkan di atas. Kadal ini tidak memiliki status konservasi.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
30

Pit Viper Jenis Baru

Ilmuwan bernama ANITA MALHOTRA, ROGER S. THORPE, MRINALINI & BRYAN L. STUART mulai mengumpulkan green pit viper dari Thailand, Laos, Vietnam & Kamboja dari tahun 1999 sampai 2003 untuk diperiksa di laboratorium dan dicatat karakteristik fisik & genetiknya untuk diidentifikasikan sebagai spesies baru setelah para ilmuwan ini melihat foto seekor ular yang bergulung di sebuah dahan dalam foto yang tidak ada tanggalnya. Spesies baru ini dinamakan ruby-eyed green pit viper (Green pit viper bermata merah atau Cryptelytrops rubeus) dan menurut studi terbaru, ular ini ditemukan di  Asia Tenggara.

Ular ini hidup di hutan hutan di dekat kota Ho Chi Minh dan di seberang bukit rendah di Vietnam Selatan serta di dataran tinggi Langbian, Kamboja Timur. Para ilmuwan ini menyadari kalo spesies ini hanya ada sedikit dan sangat jarang atau sangat sedikit orang yang bisa melihat ular ini. Para ilmuwan ini juga mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui banyak hal tentang ular ini dan akan terus mengamati ular berbisa ini. Selain itu, ilmuwan ilmuwan ini juga menemukan spesies ular lain yang sangat mirip dengan ruby-eyed green pit viper tapi memiliki mata yang berwarna kuning cerah yang dijuluki Cardamom Mountains green pit viper (Pit Viper Hijau dari pegunungan Cardamom atau nama ilmiahnya Cryptelytrops cardamomensis),  di sebelah Tenggara Thailand dan Barat Daya  Kamboja. Ular ini memangsa katak, unggas kecil dan binatang pengerat kecil.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
26

Kebutuhan Kalsium Bagi Kura Kura

Di alam, kura-kura mendapatkan kebutuhan kalsiumnya dengan berbagai macam cara. Kebutuhan dalam jumlah banyak biasanya diperoleh dengan mengkonsumsi tanaman tanaman yang kaya kalsium. Tanaman ini biasanya tumbuh di tanah yang mengandung banyak kalsium, jadi secara otomatis tanaman itu kaya akan mineral. Kura-kura juga mendapatkan kalsium dengan cara mengkonsumsi partikel tanah sewaktu makan atau mencari makanan makanan yang kaya kalsium di lingkungannya seperti kulit keong atau tulang kering. Lingkungan padang pasir sering kali memiliki populasi keong yang sangat besar dan ribuan partikel pecahan kulit keong di daerah yang sama. Kura-kura di padang pasir diteliti selalu untuk mencari dan mengkonsumsi keong keong ini karena keong merupakan sumber mineral berkonsentrasi tinggi dan mudah diserap. Dalam penangkaran, berat kotor kalsium pada makanan jarang bisa dipenuhi, meskipun telah mendekati makanan di alamnya. Rasio kalsium fosfor pada makanan kura kura penangkaran juga biasanya secara keseluruhan lebih rendah daripada yang ditemukan di alamnya. Beberapa contoh khas termasuk Plantago sp., dengan rasio Kalsium:fosfor diatas 20:1 dan Opuntia sp. Yang memiliki rasio Ca:P setinggi 78:1. Makanan yang umum diberikan pada kura kura peliharaan adalah sayur dan buah buahan, yang sering kali mengandung sedikit kalsium dan fosfor yang berlebihan. Untuk mensiasatinya, campurkan makanan yang akan diberikan pada kura kura dengan vitamin dan atau kalsium bubuk hingga kebutuhan kalsium kura kura bisa terpenuhi.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Mar
25

Hognose, Si Hidung Babi

Karakteristik Hognose yang paling membedakannya dari ular lain adalah moncongnya, bentuknya agak ‘monyong’. Moncong ini digunakan hognose untuk menggali di tanah dengan gerakan menyapu. Moncongnya juga berfungsi untuk mencari katak yang terkubur di tanah yang menjadi makanan utamanya. Ular hognose sangat suka mengubur diri di tanah basah yang ditutupi humus.

Kalo bicara soal warna, ular hognose sangat bervariasi dalam hal warna & pola/pattern. Hognose nasicus dan Hognose kennerlyi cenderung memilik wana kecoklatan seperti tanah dengan marking hitam dan putih. Warna Hognose platirhinos bervariasi dari merah, hijau, orange, coklat hingga melanistik tergantung dari lokalitinya. Hognose kadang berwarna buram dan kadang nberwarna solid. L. geayi adalah ular berwarna coklat dengan bercak gelap. L. madagascariensis biasanya berwarna hijau & kuning dengan pola papan catur berwarna hitam di punggungnya. L. modestus normalnya berwarna coklat keemasan. Fase perubahan warna mencakup kuning dan coklat hingga coklat ke hitam atau abu abu. Species pada genus Lystrophis mengacu pada ular tri-color hognose yang tampak seperti ular coral karena mereka berwarna merah putih & hitam.

Leioheterodon adalah jenis hognose yang terbesar, karena bisa mencapai panjang hingga 1.8 meter. Jenis H. platirhynos sedikit lebih besar dari spesies lain dari genus ini, panjangnya mencapai 80 cm. Spesies lain dalam genus ini, termasuk Lystrophis biasanay memiliki panjang sekitar 65 cm saat dewasa.

Ular hognose (Heterodon) adalah ular yang memiliki taring yang terletak di belakang dan secara teknis tidak beracun. Tapi, air liur yang dikeluarkan dianggap  racun/bisa untuk mangsa & tidak dianggap berbahaya untuk manusia. Ular hognose tidak akan pernah menggigit  untuk memperthankan diri. Jika digigit hognose, satu satunya kemungkinan adalah bagian yang tergigit berbau seperti mangsa (misalnya: sehabis memegang mencit & tidak mencuci tangan, bau mencit akan menempel pada tangan).

Banyak pro dan kontra yang memperdebatkan apakah hognose berbisa atau tidak. Untuk saat ini, terbukti bahwa air liur hognose memilik zat racun yang digunakan untuk mangsa mangsa yang kecil sepertyi katak. Taringnya hanyalah ‘gigi yang membesar’, tapi berfungsi seperti taring asli yang menahan mangsanya. Berbeda dari keyakinan yang beredar, tidak ada bukti yang mendukung bahwa taring hognose digunakan untuk ‘meletuskan’ katak. Di bawah keyakinan ini, katak mengembangkan paru paru mereka untuk mempersulit ular menelan mereka, tapi taring ular akan menusuk paru paru & mengempeskan katak. Bagaimanapun juga, seekor katak dengan paru paru yang utuh biasanya akan dimuntahkan oleh hognose yang baru ditangkap.

Kalo ngerasa terancam, ular hognose akan menggepengkan lehernya dan mengangkat kepalanya dari tanah seperti ular kobra dan mendesis. Kadang hognose juga berpura pura akan menyerang, tapi cenderung tidak menggigit. (Kelakuan hognose ini membuatnya dijuluki puff adder, blowing adder, flathead, spread head, spreading adder atau hissing adder. Catatan: julukan puff adder hanyalah sekedar julukan, karena ada jenis ular yang bernama Puff Adder dari Afrika yang sangat berbisa). Jika ancaman hognose ini tidak berhasil untuk menghalangi predator, ular hognose akan berguling dan berpura pura mati. Jugamengeluarkan bau yang sangat menyengat & mengeluarkan kotoran dari kloakanya, sambil menjulurkan lidahnya. Kadang kadang malah mengeluarkan beberapa tetes darah.  Saat hognose telentang, mereka akan berguling untuk meyakinkan musuh kalau mereka benar benar mati. Walaupun berpura pura mati, ular hognose akan terus mengawasi musuhnya. Hognose akan ‘bangkit’ dari kematiannya segera setelah musuh yang mengancamnya berpaling dari hognose.

Heterodon aktif pada siang hari dan memangsa makanannya hidup hidup tanpa pembelitan atau body pinning. Kebanyakan hognose memangsa binatang pengerat dan kadal. Kecuali H. platirhinos yang memangsa katak  walaupun telur, serangga, dan tikus juga mewakili 50% dari menunya.

Ular hognose sering ditemukan di toko binatang yang menjual binatang peliharaan eksotis. H. nasicus disebut sebut sebagai jenis hognose yang paling mudah dipelihara. H. platirhinos juga mudah didapat, tapi menu makanannya bisa sedikit merepotkan, karena ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa member makan binatang pengerat ke ular ini bisa menyebabkan masalah hati dan memperpendek umur H. platirhinos.

Spesies leioheterodon diimpor dari Madagaskar, jarang dikemabng biakkan di penangkaran dan bisa tumbuh lebih besar dibandingkan spesies lainnya, jadi bisa menimbulkan tantangan yang berbeda untuk dipelihara.

Spesies lystrophis terhitung baru dalam perdagangan reptile, sudah mulai banyak yang menangkarkannya dan bisa jadi harganya sedikit lebih mahal dari hognose jenis lain.

Perlu diingat, walaupun hognose tidak membahayakan hidup manusia, hognose memiliki potensi untuk melukai manusia. Karena bisa mengakibatkan pembengkakan & mati rasa pada daerah yang tergigit, dan ini bisa bertahan hingga 3 hari. Gimana? Tertarik memelihara hognose? :)

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
24

Boa constrictor

Ular cantik ini berasal dari daerah Amerika Selatan dan kepulauan disekitarnya. Ular boa constrictor termasuk jenis ular yang besar dengan panjang yang bisa mencapai 2 hingga 3.5 meter dengan berat 13 hingga 27 kilogram. Boa comstrictor betina biasanya bisa tumbuh lebih besar dan panjang dari boa jantan. Boa termasuk reptile yang berumur panjang, jika dipelihara dengan baik dan benar, umur boa constrictor bisa mencapai 30 tahun.
Penampilan Fisik boa sangat unik, secara umum boa menampilkan patern atau pola yang menyerupai sadle. Campuran warna biasanya dari abu-abu hingga kecoklatan. Boa kecil berwarna lebih cerah daripada boa dewasa. Boa yang baru menetas memerlukan kandang berukuran 20 gallon. Bayi boa ini cepat sekali tumbuh besar dan pasti akan memerlukan kandang yang lebih besar lagi. Untuk baiknya, jangan gunakan kandang kayu yang belum di finishing karena susah dibersihkan dan dapat melukai ular.Boa memerlukan suhu 26 hingga 29 derajat celcius pada siang hari dan 23 sampai  26 derajat celcius pada malam hari. Ular boa memerlukan pencahayaan selama 12 jam, hal ini bisa disesuaikan apabila akan diternakkan. Sinar UV tidak perlu ditambahkan. Untuk mendapatkan pemanas yang diinginkan,  sangat dianjurkan untuk menggunakan pemanas yang diletakan dibawah terrarium, keramik penghantar panas atau lampu pijar yang kurang dari 100 watt diatas kandang. Untuk alas kandang, gunakan kertas koran bekas. Sediakan juga tempat bersembunyi (ini wajib hukumnya). Sediakan yang cukup besar & letakkan di tempat untuk berjemur ataupun memanjat. Tempat minum juga harus disediakan di dalam kandang yang ukurannya disesuakan dengan ukuran tubuh boa agar ular bisa berendam. Kandang harus dibersihkan setiap hari, bila menggunakan indoor/outdoor karpet, akan lebih bagus jika ada cadangannya untuk dipakai bergantian. Pastikan karpet sudah di cuci dan diokeringkan sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang juga harus diganti setiap hari untuk menghindari bakteri yang mungkin masuk bersama kotoran ular. Cuci bersih tangan sebelum dan sesudah memegang ular.
Ular Boa kecil diberi makan dengan anak tikus, bukan pinkys. Boa yang agak besar bisa diberi makan dengan 3 tikus dewasa atau kelinci kecil, setiap 2 hingga 3 minggu sekali. Boa yang masih kecil bisa diberi makan seminggu sekali untuk mempercepat pertumbuhannya.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
22

7 bayi komodo bernama Indonesia

Kebun Binatang Praha ngga mau kalah dengan Kebun Binatang Surabaya yang udah sukses menangkarkan komodo, salah satu reptile terbesar yang hampir punah. Komodo komodo dari Indonesia di Kebun Binatang Praha berhasil menghasilkan 7 ekor bayi komodoyang kemudian diberi nama-nama Indonesia.

Upacara pemberian nama bayi-bayi komodo tersebut dilakukan di Paviliun Kura-Kura Kebun Binatang Praha dan disaksikan oleh ratusan pengunjung.

Tujuh ekor bayi komodo terdiri dari 3 ekor jantan & 4 ekor betina. Bayi bayi komodo jantan diberi nama Abang, Putra dan Raka. Sedangkan bayi bayi komodo betina diberi nama Ayu, Gadis, Galuh dan Nona. Tujuan pemberian nama sapaan untuk cowo dan cewe dari berbagai daerah di Indonesia itu diharapkan dapat menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Ceko.

Orangtua komodo-komodo itu adalah hadiah Presiden Megawati Sukarnoputri pada tahun 2004. Tiga tahun kemudian (2007) sepasang komodo tersebut menghasilkan tiga ekor bayi komodo dan di penghujung tahun 2009 melahirkan lagi tujuh anak.

Untuk keperluan pemberian nama ini, sebelumnya pihak manajemen Kebun Binatang Praha secara khusus melakukan konsultasi dengan KBRI mengenai nama-nama yang tepat untuk bayi-bayi komodo itu. Dan dari beberapa alternatif yang diberikan, mereka memilih tujuh nama tersebut. Nama-nama itu mengingatkan asal-usul komodo tersebut. Pemilihan nama yang sederhana namun bermakna itu juga mudah diingat oleh anak anak kecil dan warga Ceko

Kebun Binatang Praha memecahkan rekor di Eropa daratan karena satu-satunya Kebun Binatang yang mampu mengembangbiakkan komodo dari Indonesia.

Petr Velensky, ahli reptil yang bekerja di Kebun Binatang Praha, berhasil menerapkan metode baru untuk pengembangbiakan komodo, di mana binatang itu dapat hidup seperti di habitat asalnya, Indonesia.

Oleh karena itu di Kebun Binatang Praha terdapat Paviliun Indonesia dengan suasana sangat tropis dan dihuni oleh berbagai binatang dari daerah tropis. Saat ini di seluruh Eropa terdapat 42 ekor komodo yang hidup di 12 Kebun Binatang.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
22

Komodo menghilang..!

Sejak awal bulan Maret 2011,  Kebun Binatang Surabaya kehilangan tiga ekor satwa langka yaitu komodo. Komodo yang dipelihara KBS diketahui telah hilang sejak tanggal 1 Maret 2011. Saat itu komodo yang hilang hanya satu ekor. Kemudian pada tanggal 5 Maret 2011, kebun binatang Surabaya kehilangan 2 ekor komodo lagi. Jadi total kehilangan adalah 3 ekor komodo. Pihak Kebun Binatang sudah melaporkan kejadian ini ke polisi setempat. Diduga hilangnya 3 ekor komodo ini bisa jadi karena dicuri orang, dimangsa predator lain atau lepas dari kandangnya.

Total komodo yang dimiliki kebun Binatang Surabaya sebelum kehilangan adalah 56 ekor komodo. Pihak Kebun Binatang masih menunggu hasil pemeriksaan dari polisi.

Komodo termasuk hewan yang dilindungi dan sudah sangat langka, jadi tidak bisa ditafsirkan berapa kerugian yang ditanggung pihak kebun binatang. Dikatakan komodo komodo ini hilang setelah dipindahkan ke sangkar baru awal tahun ini.

Kebun Binatang Surabaya telah berhasil menetaskan dan menangkarkan 21 ekor komodo. Setelah berumur 10 bulan, puluhan reptil langka itu langsung dilepas di sangkar peragaan Kebun Binatang Surabaya.

Puluhan anakan komodo tersebut lebih dari separuhnya berkelamin jantan. Anak anak komodo ini didapat dari hasil mengawinkan komodo liar dan komodo peranakan Kebun Binatang Surabaya. Usaha mengawinkan komodo ini menghasilkan telur pada tanggal 29 Juli 2009 yang menetas di luar kandang pada bulan Maret 2010.

Setelah menetas, anakan komodo ditangkarkan di kotak perawatan berukuran 2 meter x 1 meter selama tiga bulan dan diberi makanan berupa daging cincang halus yang dicampur dengan kuning telur. Setelah umur 3 bulan, puluhan anak komodo di kebun binatang Surabaya itu dipelihara di kotak penjemuran berukuran 2 meter x 5 meter. Pada usia ini, anakan komodo diberi makan tikus putih kecil atau mencit. Dan setelah genap berusia 10 bulan, anak anak komodo itu baru dilepas di sangkar peragaan yang berukuran lebih luas, yaitu 15 meter x 20 meter.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
18

Boa tidak mati karena keracunan silikon

Ma’aaaaaff.. Ralat ralat..

Berita terbaru sehubungan dengan ular yang mati keracunan karena menggigit model ternyata ngga sepenuhnya bener. Emang ularnya mati tapi bukan karena keracunan silicon.

Disebutkan kalau ularnya kemudian mati karena keracunan silicon. Pernyataan itu kemudian menjadi fakta dalam publikasi di seluruh dunia. Tapi, ahli hewan MARK KILBY mengatakan bahwa sangat tidak mungkin seekor ular bisa mati karena keracunan silicon. Alasan utamanya adalah karena ular TIDAK MENGHISAP darah saat mereka menggigit.

Mark yang juga pemilik Kebun binatang & taman reptile Luray juga mengatakan bahwa ular terkenal bisa memangsa hewan hewan yang menjijikan seperti tikus dan lain sebagainya tanpa terjangkit penyakit yang dibawa mangsanya. Dan belum pernah terdengar ular menjadi sakit atau bahkan mati setelah menggigit manusia.

Mark tidak melihat boa yang menggigit model Oritz Fox mendapatkan konten material dari implant (silicon atau Salin) pada mulutnya yang bisa menyebabkan efek sakit pada boa.

Tidak jelas, apa yang menyebabkan boa tersebut mati walaupun beberapa sumber mengatakan bahwa ular boa tersebut kemungkinan mati saat ditarik dari dada Fox.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

Mar
18

Kura kura Berkaki Gajah?

Manouria emys atau Kura Kura Kaki Gajah merupakan salah satu dari sedikit tortoise atau kura kura darat terbesar di Asia. Emys dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 80cm dengan berat sekitar 37 kilogram. Di Indonesia, kura kura Emys tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan. Sedangkan di Asia, penyebarannya meliputi Timur India, Bangladesh, Myanmar Selatan & Timur, Thailand hingga Malaysia.

Kura kura emys hidup di hutan hujan tropis pada daerah pegunungan dan ini menyebabkan emys sangat menyukai kelembaban. Semakin lembab, kura kura emys akan semakin nyaman. Di alam liar, untuk menghindari sinar matahari yang panasnya menyengat, emys menggali lubang dengan menggunakan kakinya yang sangat kuat untuk berteduh atau bersembunyi di bawah daun-daun kering. Kura kura emys juga suka berendam pada kubangan air yang dangkal.

Emys bergerak sangat lambat, mesikpun ada bahaya yang mengancam. Kura kura emys memiliki karakter suara yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan spesies lainnya juag memiliki bentuk komunikasi lain. Tapi kura kura emys bukan hewan yang memiliki sosialisasi yang tinggi dengan sesamanya.

Seperti kura kura darat lainnya, perbedaan emys jantan dan betina bisa terlihat dari bentuk fisik tubuhnya. Emys jantan cenderung memilki ekor yang lebih panjang dari emys betina. Pada emys jantan juga ditemui kelung plastra yang berfungsi untuk membantu perkawinan.

Emys aktif pada pagi hari dan sore hingga menjelang malam. Jika ingin memelihara kura kura emys, siapkan sarana pemeliharaan yang tepat, termasuk tempat atau kandangnya. Kandang emys harus dilengkapi dengan tempat bersembunyi karena jika terlalu panas, emys bisa mengalami dehidrasi dan ini akan menyebabkan kematian. Berikan tempat bersembunyi atau tempat teduh di satu titik pada kandang kura-kura sehingga jika cuaca terlalu panas, kura kura emys dapat bersembunyi di tempat yang sudah disediakan. Atau bisa juga sediakan tanaman atau pohon yang cukup untuk berteduh saat panas. Selain itu, sediakan juga tempat berkubang berupa kolam kecil yang dangkal.

Kura kura emys bisa tumbuh besar, jadi kandang out door lebih disarankan. Bangun pagar pembatas yang kuat karena kura kura emys memiliki tenaga yang cukup besar. Jika kura kura emys masih kecil, bisa dipelihara di dalam ruangan. Tapi tetap saja fasilitas harus disediakan dan harus sesuai dengan ukuran kura kura. Kandang jangan terlalu kecil, tempat minum/tempat berendam harus lebih besar dari badan kura kura, harus ada tempat bersembunyi.

Jika memelihara emys, pastikan emys harus diberi minum yang cukup dan sediakan tempat untuk berendam. Kebanyakan emys yang diperjual belikan adalah tangkapan alam, jadi sebaiknya berikan obat cacing secara rutin. Lebih mudah berikan obat cacing yang berbentuk cair. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Emys tidak menyukai panas yang terlalu menyengat, jadi tidak diperlukan menjemur kura kura emys terlalu lama. Juga, awasi kura kura emys jika sedang dijemur di luar kandangnya. Walaupun jalannya lambat, kura kura emys pandai melarikan diri juga lho. Selain itu, dengan diawasi, kura kura emys akan terhindar dari predator di sekitar rumah. Usahakan tempat untuk berjemur bagi kura kura emys ini memiliki suhu 31?C, dan usahakan suhu di kandang sekitar 28-29?C. Pasang termometer dalam kandang untuk mengukur suhu. Saat musim hujan pasang  lampu khusus reptil yang mengandung UVA-UVB (Full spectrum lamp) dalam kandang. UVA digunakan untuk menambah selera makan dan memproses makanan pada kura kura emys, sedangkan UVB digunakan untuk memproses Vitamin D3 pada makanannya karena reptil tidak bisa mensintesa Vitamin D3 tanpa bantuan UVB.

Makanan emys gampang didapat. Karena emys memakan rumput rumput, aneka macam buah seperti wortel, pepaya, pisang, timun dan lain sebagainya, daun talas dan daun daun tanaman air seperti teratai. Tapi kadang kadang emys juga memakan cacing tanah dan siput kecil. Jika memelihara kura kura emys di dalam ruangan berikan suplemen tambahan berupa vitamin & kalsium yang mengandung D3. Sebaliknya jika memelihara di luar ruangan, kalsium yang mengandung D3 tidak perlu diberikan karena kura kura emys sudah mendapatkannya dari sinar matahari.

Kura kura Emys bertelur menjelang musim hujan, biasanya emys bertelur hingga 2 clutch per tahun, dengan jumlah masing-masing clutch sekitar 5 hingga 8 butir.

Posted in Informasi Umum | 1 Comment »

Mar
17

Gejala & Pencegahan Inclusion Body Disease pada ular


Tanda-tanda infeksi IBD pada ular jenis Boa adalah antara lain adanya kekacauan sistem saraf pusat seperti lumpuh, boa tidak mampu mengembalikan posisi badannya ke arah semula jika posisi badannya terbalik, posisi kepala boa tegak ke arah atas, tidak mampu menyerang atau membelit mangsanya, atau hanya mengalami kelumpuhan. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara drastis, muntah muntah, serta infeksi pernafasan. IBD berkembang lebih cepat pada ular jenis python, kecuali muntah, python akan mengalami infectious stomatitis atau pembusukan pada mulut, disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar. Baik pada python atau Boa, penyakit IBD berkembang dengan sangat cepat dan berakibat fatal pada ular ular yang masih muda. Kematian dengan cepat terjadi setelah terjadi kelumpuhan ringan pada ular.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan untuk penyakit IBD ini. Penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka ular yang positif terjangkit oleh IBD dianjurkan untuk ‘ditidurkan’ atau disuntik mati. Walaupun ular bisa diupayakan untuk hidup lebih lama dengan cara force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangat besar. Jadi biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular akan semakin menurun dan ular juga akan merasakan peningkatan rasa sakit.

Karena obat untuk penyakit IBD ini belum ditemukan dan penyebarannya yang seperti virus, tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko ular peliharaan terkena IBD adalah dengan melakukan pencegahan pencegahan dini, antara lain:

  • Jangan memelihara lebih dari satu ekor ular dalam satu kandang.
  • Gunakan satu macam asesoris kandang untuk tiap satu kandang , seperti misalnya tempat minum, dan lain sebagainya.
  • Jangan memberikan makanan yang sudah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
  • Pembasmian kutu dengan cara merendam ular.
  • Untuk lebih jelasnya, baca juga:  http://www.satwaunik.com/informasi-umum/ayo-basmi-kutu-pada-ular/
  • Lakukan euthanasia (suntik mati) pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
  • Lakukan pembersihan kandang dengan menggunakan disinfeksi pada kandang & peralatan secara berkala.
  • Cuci tangan/gunakan anti bakteri setelah meng-handle ular sebelum menghandle ular lainnya.
  • Kandang yang terbuat dari kayu yang tidak dilapisi melamine dan semacamnya harus segera disingkirkan bila ular yang telah terjangkit IBD pernah tinggal di dalamnya.
  • Gunakan disinfektan berbasis alkohol (Sagrotan, Desderman, Microzid) yang akan melenyapkan virus sebagai pembersih kandang & peralatannya.
  • Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
  • Karantina secara ketat untuk setiap ular pendatang baru jenis Python dan Boa paling tidak selama 3 hingga 6 bulan.

Posted in Informasi Umum | No Comments »

« Previous Entries